JEPARA, Harianmuria.com – Sebanyak 600 kepala keluarga (KK) di Dukuh Perning, Desa Tunahan, Kecamatan Keling, Kabupaten Jepara mengalami krisis air bersih akibat kerusakan pipa distribusi sepanjang kurang lebih 200 meter.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Jepara, Arwin Noor Isdianto, melalui Kepala Bidang Rehabilitasi dan Rekonstruksi, Bagus Ari Wibowo mengatakan bahwa krisis air bersih terjadi sejak 20 Juli 2026.
“Debit air sebenarnya masih ada, tetapi sangat kecil karena pipa yang menyuplai satu RW tersebut rusak sekitar 200 meter,” katanya.
Bagus mengungkapkan, sebagai langkah penanganan sementara, Pemerintah Desa Tunahan meminta bantuan BPBD untuk melakukan distribusi air bersih kepada warga terdampak.
“Mulai kemarin kami sudah melakukan droping air, rencananya akan kita lakukan sebanyak dua kali dalam sepekan, yakni setiap Senin dan Kamis. Setiap kali distribusi sebanyak dua tangki air yang kami salurkan ke bak penampungan,” terangnya.
Kemudian untuk penanganan jangka panjang, pemerintah desa berencana mengajukan proposal perbaikan jaringan pipa yang rusak ke BPBD.
“Dalam waktu dekat kami juga akan meninjau langsung lokasi kerusakan. Informasi dari perangkat desa, medan menuju titik kerusakan cukup sulit karena hanya dapat ditempuh dengan berjalan kaki sekitar dua jam dari lokasi terakhir yang bisa dilalui sepeda motor,” ujarnya.
Jurnalis: Tomi Budianto
Editor: Sekar











