JEPARA, Harianmuria.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jepara berkomitmen untuk memastikan seluruh anak yatim, piatu, dan yatim piatu di Kabupaten Jepara mendapatkan perhatian dan bantuan.
Komitmen itu ditegaskan Bupati Jepara, Witiarso Utomo, saat menyerahkan santunan kepada 827 anak dalam rangka menyambut 10 Muharram 1448 Hijriah pada Jumat, 26 Juni 2026.
Penyaluran santunan yang berkolaborasi dengan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Jepara tersebut dilaksanakan serentak di Pendopo R.A. Kartini Jepara, Kecamatan Batealit, dan Kecamatan Bangsri.
Bupati Jepara yang akrab disapa Wiwit mengatakan peringatan 10 Muharram menjadi momentum untuk memperkuat kepedulian sosial kepada anak-anak yang membutuhkan perhatian dan kasih sayang.
“Memuliakan dan menyantuni anak yatim merupakan salah satu bentuk kepedulian yang sangat dianjurkan dalam Islam. Kemuliaan seseorang tidak hanya diukur dari ibadah ritualnya, tetapi juga dari kepeduliannya terhadap mereka yang membutuhkan perhatian dan kasih sayang,” ujarnya.
Ia mengapresiasi para muzakki dan BAZNAS Kabupaten Jepara yang terus konsisten menghadirkan berbagai program kemanusiaan. Menurutnya, santunan kepada ratusan anak yatim menjadi bukti nyata kuatnya semangat gotong royong masyarakat Jepara.
“Kita sepakat santunan bagi anak yatim akan menjadi program rutin yang dilaksanakan tiga kali setiap tahun, yakni pada 10 Muharram, bulan Ramadan, dan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW. Semoga kesejahteraan masyarakat tetap terjaga di Kabupaten Jepara,” katanya.
Ia mengungkapkan, saat ini terdapat sekitar 2.000 anak yatim dan piatu di Kabupaten Jepara. Pemerintah daerah menargetkan seluruh anak tersebut dapat memperoleh perhatian dan bantuan secara bertahap.
“Di Jepara seluruhnya ada sekitar 2.000 anak yatim piatu. Semuanya harus kita urus bersama,” tegasnya.
Selain menyerahkan santunan, Wiwit juga memotivasi para penerima manfaat agar tetap semangat belajar, rajin beribadah, menghormati orang tua dan guru, serta tidak pernah menyerah mengejar cita-cita.
“Keterbatasan bukanlah penghalang untuk meraih masa depan. Banyak orang hebat lahir dari perjuangan dan kesabaran yang luar biasa,” tuturnya.
Jurnalis: Tomi Budianto
Editor: Rosyid











