GROBOGAN, Harianmuria.com – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah batalkan rencana pembangunan jembatan armco atau pipa baja bergelombang untuk penanganan akses putus Jalan Grobogan-Semarang.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum Sumber Daya Air dan Penataan Ruang (Pusdataru) Jawa Tengah, Henggar Budi Anggoro, menjelaskan bahwa opsi permanen dinilai lebih efektif. Pasalnya kerusakan imbas tanggul jebol Sungai Tuntang di Kabupaten Grobogan itu cukup signifikan
Keputusan itu merupakan hasil rapat antara Dinas Pusdatari Jateng bersama Balai Besar Wilayah Sungai Pemali Juana.
“Dalam rapat diputuskan langsung dibuatkan jalan permanen,” ujarnya, Kamis, 19 Februari 2026.
Wagub Jateng Pastikan Tanggul Sungai Tuntang Grobogan Ditangani Menyeluruh
Henggar mengungkapkan total kebutuhan anggaran perbaikan diperkirakan mencapai Rp1,4 miliar. Dana tersebut untuk pembangunan cor beton pada ruas jalan yang terangkat dan hanyut akibat terjangan banjir.
“Masih dihitung angka pastinya, informasinya tiga segmen kanan kiri terangkat dan hanyut dan dua segmen bergeser, dengan panjang sekitar 30 meter,” paparnya.
Awalnya, Pemprov menyiapkan 20 pasang rangka jembatan armco dari BBWS Pemali Juana untuk dua titik jebolan tanggul di Desa Tinanding. Jembatan darurat itu dirancang sebagai solusi cepat agar kendaraan berat tetap bisa melintas.
Namun, perkembangan di lapangan berubah. Penutupan tanggul bisa dilakukan lebih cepat dari perkiraan awal. Selain itu, penggunaan Armco dinilai justru berpotensi menambah beban anggaran karena membutuhkan material urugan dalam jumlah besar.
“Tanggul Jumat dijanjikan selesai seratus persen. Alat berat juga sudah dikerahkan untuk membersihkan lumpur yang menggenangi akses jalan,” katanya.
Akses Jalan Grobogan-Semarang Putus Dialihkan ke Jalur Pantura
Ia menyebut Dinas Pusdataru Jateng sudah berkoordinasi dengan Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) untuk melakukan pergeseran anggaran dari skema pemasangan armco ke pembangunan cor beton permanen.
Keputusan ini sekaligus menjawab instruksi Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi yang meninjau lokasi pada 17 Februari 2026. Saat itu, ia meminta percepatan pemulihan jalur vital maksimal dalam waktu satu pekan, mengingat fungsinya sebagai jalur distribusi logistik dan akses utama arus mudik Lebaran.
Dengan opsi permanen, pemerintah berharap jalur utama Grobogan-Semarang tidak hanya kembali fungsional dalam waktu cepat, tetapi juga lebih kuat menghadapi potensi banjir susulan.
Ia menyebut tantangan dalam pekerjaan ini harus benar-benar tuntas sebelum arus mudik 2026 berlangsung. Dengan mobilitas dan distribusi logistik di wilayah Grobogan dan sekitarnya tidak lumpuh.
Jurnalis: Ahmad Abror
Editor: Ulfa











