BLORA, Harianmuria.com – Waduk Tempuran di Desa Tempuran, Kecamatan Blora, mulai mengering imbas musim kemarau panjang. Kekeringan ini pun mengakibatkan fungsi teknis waduk untuk irigasi tak berfungsi sehingga berdampak ke sawah milik petani.
Kemarau panjang tahun ini membuat waduk Tempuran Blora mengering. Hal ini mengakibatkan fungsi teknis waduk untuk irigasi tak berfungsi. Sawah petani tak lagi teraliri.
Dari pantauan di lapangan, air pada bagian selatan waduk tampak sudah menyusut hingga terlihat dasar waduk. Air yang tersisa hanya pada cekungan di bagian tertentu. Kondisi itu dimanfaatkan warga untuk mencari ikan.
Petugas Operasi Waduk Tempuran Giyono menjelaskan volume penurunan debit air saat ini sangat drastis.
“Saat ini elevasi 113,6 mdpl. Lalu volume 9.116,8 meter kubik,” katanya.
Dalam kondisi normal, ia menyebut volume air maksimal mencapai 1,7 juta meter kubik.
“Ini sudah rendah sekali. Karena nggak ada hujan sejak bulan Mei,” tambahnya.
Akibat penyusutan volume air waduk yang drastis itu, Giyono mengungkap waduk tersebut sudah tak bisa digunakan untuk mengairi sawah petani-petani di sekitarnya.
“Saat ini sudah tidak melayani irigasi. Karena volume terbatas,” imbuhnya.
Giyono menambahkan Waduk Tempuran melayani irigasi seluas 420 hektar. Luasan ini sudah mengalami penurunan dari kapasitas awal.
“Dulu bisa melayani irigasi di 820 hektar lahan,” jelasnya.
Jurnalis: Hanafi/Lingkar Network
Editor: Utia Lil











