BLORA, Harianmuria.com – Dinas Perumahan, Permukiman dan Perhubungan (Dinrumkimhub) Kabupaten Blora hanya mampu mengalokasikan pembangunan baru untuk tiga unit rumah pada tahun 2026. Hal itu karena dampak dari efisiensi anggaran.
Kepala Bidang Perumahan Permukiman Dinrumkimhub Blora, Denny Adhiharta Setiawan, menjelaskan bahwa program pembangunan rumah baru difokuskan untuk kebutuhan relokasi dan korban bencana.
“Untuk pembangunan rumah baru, sejauh ini yang ada di kami adalah akibat relokasi dan bencana. Untuk relokasi anggarannya Rp40 juta per unit, sedangkan untuk bencana Rp50 juta per unit,” terang Denny, Sabtu, 18 April 2026.
Biasanya, kata Denny, untuk program bantuan pembangunan rumah baru bisa menganggarkan sekitar 10 unit rumah.
Namun, tahun ini jumlahnya menurun drastis menjadi hanya tiga unit akibat pengurangan anggaran yang terjadi di berbagai Organisasi Perangkat Daerah (OPD).
“Biasanya bisa sekitar 10 unit, sekarang tinggal tiga unit. Ini dampak pengurangan anggaran, dan tidak hanya terjadi di kami, tapi hampir semua OPD,” jelasnya.
Kendati demikian, pihaknya menegaskan tetap berkomitmen menjalankan program bantuan pembangunan rumah baru di tengah keterbatasan anggaran.
Menurutnya, bantuan untuk korban bencana hingga penanganan RTLH tetap menjadi prioritas Pemkab Blora, dengan harapan masyarakat bisa memiliki hunian yang layak.
“Yang penting kami tetap berkomitmen, di tengah keterbatasan anggaran ini program bedah rumah atau rehab RTLH, hingga bantuan pembangunan rumah baru untuk warga terdampak bencana tetap kami lakukan,” paparnya.
Jurnalis: Eko Wicaksono










