• Peta Situs
  • Kerjasama & Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kabar Hari Ini
Rabu, Agustus 19, 2026
harianmuria
  • Home
  • Nasional
  • Berita Daerah
    • Blora
    • Rembang
    • Grobogan
    • Pati
    • Jepara
    • Kendal
    • Demak
    • Kudus
    • Semarang
  • Artikel
    • Biografi
    • Kesehatan
    • Kuliner
    • Lifestyle
    • Parenting
    • Silabus & RPP
    • Tips
    • Travelling
  • Box Redaksi
No Result
View All Result
harianmuria
  • Home
  • Nasional
  • Berita Daerah
    • Blora
    • Rembang
    • Grobogan
    • Pati
    • Jepara
    • Kendal
    • Demak
    • Kudus
    • Semarang
  • Artikel
    • Biografi
    • Kesehatan
    • Kuliner
    • Lifestyle
    • Parenting
    • Silabus & RPP
    • Tips
    • Travelling
  • Box Redaksi
No Result
View All Result
harianmuria
No Result
View All Result

Tanah Ambles di Blora Dipicu Curah Hujan Tinggi, ESDM Pastikan Bukan Akibat Lempeng Bumi

Basuki by Basuki
5 Januari 2026
in Blora, News
67 4
DPUPR Blora menyoroti air limbah rumah tangga sebagai pemicu tanah ambles di Desa Buluroto.

Kondisi tanah ambles di Desa Buluroto, Kecamatan Banjarejo, Kabupaten Blora. (Eko Wicaksono/Harianmuria.com)

549
VIEWS
Tanya ChatGPTShare to FacebookWhatsAppTelegram

BLORA, Harianmuria.com – Fenomena tanah ambles di wilayah Kabupaten Blora dinilai dipicu oleh tingginya intensitas curah hujan yang memengaruhi aliran sungai. Kondisi tersebut menyebabkan tanah di sekitar bantaran sungai mengalami penurunan.

Plt Cabang Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Wilayah Kendeng Selatan, Hadi Susanto, menjelaskan bahwa faktor utama amblesan tanah di Blora bukan disebabkan oleh aktivitas tektonik, melainkan kondisi alam yang dipengaruhi cuaca ekstrem.

“Terkait amblesan atau gerakan tanah, itu dipicu peningkatan intensitas curah hujan yang tinggi,” ujar Hadi, Minggu, 4 Januari 2025.

Blora Tidak Dilalui Pertemuan Lempeng

Hadi menegaskan bahwa Kabupaten Blora tidak berada di zona pertemuan lempeng tektonik yang berpotensi memicu amblesan tanah. Meski demikian, kondisi geologi Blora yang beragam kontur tanah tetap memiliki potensi terjadinya gerakan tanah.

“Untuk di Blora tidak ada pertemuan lempeng yang seperti dikhawatirkan. Kebanyakan amblesan akibat zona jenuh, yang dipicu intensitas hujan dan aliran sungai,” jelasnya.

Baca juga: Tanah Ambles di Buluroto Blora Meluas, Rekahan Muncul di Rumah Warga dan Kandang Ternak

Tidak Ditemukan Aliran Sungai Bawah Tanah

Terkait dugaan adanya aliran sungai bawah tanah, ESDM menyebut tidak ditemukan indikasi tersebut di lokasi-lokasi yang mengalami amblesan. Namun, penelitian lebih mendalam tetap diperlukan untuk memastikan kondisi bawah permukaan tanah.

“Untuk aliran sungai bawah tanah tidak ada, kecuali di KBAK (Kawasan Bentang Alam Karst). Itu pun harus melalui penelitian yang detail dan komprehensif,” tambah Hadi.

Eksploitasi Minyak Bukan Penyebab Utama

Hadi juga menepis anggapan bahwa aktivitas pengeboran minyak di Kabupaten Blora menjadi penyebab amblesan tanah. Menurutnya, penurunan tanah baru berpotensi terjadi apabila eksploitasi dilakukan secara berlebihan.

“Untuk pengeboran tidak banyak dampak signifikan. Dampak akan muncul jika ada eksploitasi air tanah atau minyak secara berlebihan, dan itu pun harus melalui kajian mendalam,” terangnya.

Baca juga: Tanah Ambles di Buluroto Blora Makin Parah, Pemdes Siapkan Lahan Relokasi Warga

Tanah ambles di Blora dipastikan ESDM akibat curah hujan tinggi, bukan pergerakan lempeng.
Kondisi lantai rumah warga Desa Buluroto, Banjarejo, Blora ambles akibat pergerakan tanah. (Eko Wicaksono/Harianmuria.com)

2 Kecamatan di Blora Alami Gerakan Tanah

Berdasarkan catatan Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Kabupaten Blora, terdapat dua kecamatan yang terdampak fenomena gerakan tanah, yakni Kecamatan Tunjungan dan Kecamatan Banjarejo.

Di Kecamatan Tunjungan, pergerakan tanah terjadi di Dukuh Ngetrep, Desa Tutup, dengan penurunan tanah mencapai 15 hingga 30 sentimeter dan panjang rekahan sekitar 100 meter.

Akibat kejadian tersebut, dua rumah warga mengalami rusak sedang dan tiga rumah lainnya terancam. Estimasi kerugian di lokasi ini mencapai Rp16 juta, dengan masing-masing rumah terdampak sekitar Rp8 juta.

Di Kecamatan Banjarejo, pergerakan tanah terjadi di Dukuh Sambiroto, Desa Buluroto. Penurunan tanah mencapai sekitar 50 sentimeter dengan panjang rekahan kurang lebih 200 meter. Hingga saat ini, gerakan tanah masih berlangsung dengan laju penurunan sekitar dua sentimeter per hari.

Kerugian akibat peristiwa tersebut diperkirakan mencapai Rp30 juta, dengan tiga rumah warga masing-masing mengalami kerugian sekitar Rp10 juta.

Jurnalis: Eko Wicaksono
Editor: Basuki

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari harianmuria.com
Tags: Berita Blorablorakabupaten bloratanah ambles Bloratanah gerak blora
SummarizeShare40SendShare
Previous Post

Jepara Usul Sekolah Terintegrasi di Karimunjawa, Mendikdasmen Minta Master Plan

Next Post

Belasan Tahun Rusak, Warga Nglebur Blora Swadaya Perbaiki Jalan 60 Meter

Basuki

Basuki

Berita Terkait

Blora Dapat Kucuran Dana CSR Rp1 Miliar untuk Kembangkan Peternakan Ayam Kampung

Blora Dapat Kucuran Dana CSR Rp1 Miliar untuk Kembangkan Peternakan Ayam Kampung

by Rosyid
18 Agustus 2026
538

BLORA, Harianmuria.com - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Blora memperoleh dukungan Corporate Social Responsibility (CSR) senilai Rp1 miliar dari Bank Jateng. Dana tersebut akan diarahkan untuk memperkuat ketahanan pangan melalui...

Proyek Rehabilitasi Pasar Ngawen Blora Tetap Dilanjutkan Meski Molor dari Target

Proyek Rehabilitasi Pasar Ngawen Blora Tetap Dilanjutkan Meski Molor dari Target

by utia
18 Agustus 2026
525

BLORA, Harianmuria.com - Proyek rehabilitasi Pasar Ngawen hingga Selasa, 18 Agustus 2026 belum selesai dikerjakan. Padahal proyek tersebut ditargetkan harus selesai pada 14 Juli 2026 sesuai kontrak atau...

Warga Blora Aksi Jalan Mundur Tuntut Transparansi Proyek Pematangan Sekolah Rakyat

Warga Blora Aksi Jalan Mundur Tuntut Transparansi Proyek Pematangan Sekolah Rakyat

by ulfa puspa
18 Agustus 2026
608

BLORA, Harianmuria.com – Seorang warga Kabupaten Blora, Lilik Yuliantoro, menggelar aksi jalan kaki mundur sebagai simbol kritik proyek pematangan lahan Sekolah Rakyat di Kecamatan Cepu, Selasa, 18 Agustus...

76 Warga Binaan Rutan Blora Terima Remisi HUT ke-81 RI, 2 Langsung Bebas

76 Warga Binaan Rutan Blora Terima Remisi HUT ke-81 RI, 2 Langsung Bebas

by ulfa puspa
17 Agustus 2026
521

BLORA, Harianmuria.com – Sebanyak 76 warga binaan Rutan Kelas IIB Blora menerima remisi umum dalam rangka memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Senin, 17 Agustus 2026. Dari jumlah...

Load More

BERITA UTAMA

Warga Blora Aksi Jalan Mundur Tuntut Transparansi Proyek Pematangan Sekolah Rakyat

Warga Blora Aksi Jalan Mundur Tuntut Transparansi Proyek Pematangan Sekolah Rakyat

18 Agustus 2026
608
Merah Putih Berkibar di Bawah Laut Pulau Gede Rembang Semarakkan HUT ke-81 RI

Merah Putih Berkibar di Bawah Laut Pulau Gede Rembang Semarakkan HUT ke-81 RI

17 Agustus 2026
518
Bus Trans Jateng Koridor Magelang-Temanggung Ditarget Beroperasi 2027

Bus Trans Jateng Koridor Magelang-Temanggung Ditarget Beroperasi 2027

16 Agustus 2026
532
Para siswa SD Negeri Terpencil Bainaa Barat di Desa Bainaa Barat, Kecamatan Tinombo, Parigi Moutong (Parimo), Sulawesi Tengah berdiri di atas Jembatan Garuda yang selesai dibangun. (Istimewa)

Jembatan Garuda Bainaa Barat Selesai, Siswa SD Terpencil Tak Lagi Seberangi Sungai untuk Sekolah

14 Agustus 2026
531

TRENDING HARI INI

  • Warga Blora Aksi Jalan Mundur Tuntut Transparansi Proyek Pematangan Sekolah Rakyat

    Warga Blora Aksi Jalan Mundur Tuntut Transparansi Proyek Pematangan Sekolah Rakyat

    109 shares
    Share 44 Tweet 27
  • 32 Sekolah di Rembang Terima Penghargaan Adiwiyata 2026, Ini Daftarnya

    98 shares
    Share 39 Tweet 25
  • Kampung Nelayan Merah Putih Gempolsewu Resmi Dibangun, Bupati Kendal: Langkah Modernisasi Kawasan Pesisir

    97 shares
    Share 39 Tweet 24
  • Kemarau Picu Penurunan Hasil Pertanian di Grobogan, Hewan Ternak Kesulitan Pakan

    97 shares
    Share 39 Tweet 24
  • Blora Dapat Kucuran Dana CSR Rp1 Miliar untuk Kembangkan Peternakan Ayam Kampung

    97 shares
    Share 39 Tweet 24
  • Anak PMI Asal Gresik Jadi Paskibraka KBRI Kuala Lumpur, Titip Harapan untuk Pendidikan

    109 shares
    Share 44 Tweet 27
  • Proyek Rehabilitasi Pasar Ngawen Blora Tetap Dilanjutkan Meski Molor dari Target

    95 shares
    Share 38 Tweet 24
Harian Muria

Harian Muria Merupakan Media Online Tersertifikasi Dewan Pers Dengan Nomer 1287/DP-VERIFIKASI/K/X/2024

Penerbit :
PT. Mediatama Anugrah Pers
SK. Kemenkumham RI Nomor : AHU-0008754.AH.01.01.TAHUN 2023

PILIHAN EDITOR

Muslimah yang memerlukan skincare saat puasa. (Freepik/Harianmuria.com)

5 Produk Skincare yang Wajib Dipakai saat Puasa Menurut Pakar

3 April 2023
632
BPJS Kesehatan menjamin layanan kesehatan jiwa bagi seluruh peserta JKN dengan akses mudah, program rujuk balik, dan deteksi dini melalui skrining online SRQ-20.

Kabar Baik! Layanan Kesehatan Jiwa Kini Dijamin BPJS Kesehatan

16 September 2025
556

IKUTI SOSMED KAMI

  • Peta Situs
  • Box Redaksi
  • Kerjasama & Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

© 2026 Harian Muria - Portal Berita Muria Raya dan Sekitarnya

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Berita Daerah
    • Blora
    • Demak
    • Grobogan
    • Jepara
    • Kendal
    • Kudus
    • Pati
    • Rembang
    • Semarang
  • Artikel
    • Biografi
    • Kesehatan
    • Kuliner
    • Lifestyle
    • Parenting
    • Silabus & RPP
    • Tips
    • Travelling
  • Box Redaksi
  • Kerjasama & Iklan

© 2026 Harian Muria - Portal Berita Muria Raya dan Sekitarnya