• Peta Situs
  • Kerjasama & Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kabar Hari Ini
Sabtu, Oktober 17, 2026
harianmuria
  • Home
  • Nasional
  • Berita Daerah
    • Blora
    • Rembang
    • Grobogan
    • Pati
    • Jepara
    • Kendal
    • Demak
    • Kudus
    • Semarang
  • Artikel
    • Biografi
    • Kesehatan
    • Kuliner
    • Lifestyle
    • Parenting
    • Silabus & RPP
    • Tips
    • Travelling
  • Box Redaksi
No Result
View All Result
harianmuria
  • Home
  • Nasional
  • Berita Daerah
    • Blora
    • Rembang
    • Grobogan
    • Pati
    • Jepara
    • Kendal
    • Demak
    • Kudus
    • Semarang
  • Artikel
    • Biografi
    • Kesehatan
    • Kuliner
    • Lifestyle
    • Parenting
    • Silabus & RPP
    • Tips
    • Travelling
  • Box Redaksi
No Result
View All Result
harianmuria
No Result
View All Result

Tanah Ambles di Blora Dipicu Curah Hujan Tinggi, ESDM Pastikan Bukan Akibat Lempeng Bumi

Basuki by Basuki
5 Januari 2026
in Blora, News
68 5
DPUPR Blora menyoroti air limbah rumah tangga sebagai pemicu tanah ambles di Desa Buluroto.

Kondisi tanah ambles di Desa Buluroto, Kecamatan Banjarejo, Kabupaten Blora. (Eko Wicaksono/Harianmuria.com)

560
VIEWS
Tanya ChatGPTShare to FacebookWhatsAppTelegram

BLORA, Harianmuria.com – Fenomena tanah ambles di wilayah Kabupaten Blora dinilai dipicu oleh tingginya intensitas curah hujan yang memengaruhi aliran sungai. Kondisi tersebut menyebabkan tanah di sekitar bantaran sungai mengalami penurunan.

Plt Cabang Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Wilayah Kendeng Selatan, Hadi Susanto, menjelaskan bahwa faktor utama amblesan tanah di Blora bukan disebabkan oleh aktivitas tektonik, melainkan kondisi alam yang dipengaruhi cuaca ekstrem.

“Terkait amblesan atau gerakan tanah, itu dipicu peningkatan intensitas curah hujan yang tinggi,” ujar Hadi, Minggu, 4 Januari 2025.

Blora Tidak Dilalui Pertemuan Lempeng

Hadi menegaskan bahwa Kabupaten Blora tidak berada di zona pertemuan lempeng tektonik yang berpotensi memicu amblesan tanah. Meski demikian, kondisi geologi Blora yang beragam kontur tanah tetap memiliki potensi terjadinya gerakan tanah.

“Untuk di Blora tidak ada pertemuan lempeng yang seperti dikhawatirkan. Kebanyakan amblesan akibat zona jenuh, yang dipicu intensitas hujan dan aliran sungai,” jelasnya.

Baca juga: Tanah Ambles di Buluroto Blora Meluas, Rekahan Muncul di Rumah Warga dan Kandang Ternak

Tidak Ditemukan Aliran Sungai Bawah Tanah

Terkait dugaan adanya aliran sungai bawah tanah, ESDM menyebut tidak ditemukan indikasi tersebut di lokasi-lokasi yang mengalami amblesan. Namun, penelitian lebih mendalam tetap diperlukan untuk memastikan kondisi bawah permukaan tanah.

“Untuk aliran sungai bawah tanah tidak ada, kecuali di KBAK (Kawasan Bentang Alam Karst). Itu pun harus melalui penelitian yang detail dan komprehensif,” tambah Hadi.

Eksploitasi Minyak Bukan Penyebab Utama

Hadi juga menepis anggapan bahwa aktivitas pengeboran minyak di Kabupaten Blora menjadi penyebab amblesan tanah. Menurutnya, penurunan tanah baru berpotensi terjadi apabila eksploitasi dilakukan secara berlebihan.

“Untuk pengeboran tidak banyak dampak signifikan. Dampak akan muncul jika ada eksploitasi air tanah atau minyak secara berlebihan, dan itu pun harus melalui kajian mendalam,” terangnya.

Baca juga: Tanah Ambles di Buluroto Blora Makin Parah, Pemdes Siapkan Lahan Relokasi Warga

Tanah ambles di Blora dipastikan ESDM akibat curah hujan tinggi, bukan pergerakan lempeng.
Kondisi lantai rumah warga Desa Buluroto, Banjarejo, Blora ambles akibat pergerakan tanah. (Eko Wicaksono/Harianmuria.com)

2 Kecamatan di Blora Alami Gerakan Tanah

Berdasarkan catatan Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Kabupaten Blora, terdapat dua kecamatan yang terdampak fenomena gerakan tanah, yakni Kecamatan Tunjungan dan Kecamatan Banjarejo.

Di Kecamatan Tunjungan, pergerakan tanah terjadi di Dukuh Ngetrep, Desa Tutup, dengan penurunan tanah mencapai 15 hingga 30 sentimeter dan panjang rekahan sekitar 100 meter.

Akibat kejadian tersebut, dua rumah warga mengalami rusak sedang dan tiga rumah lainnya terancam. Estimasi kerugian di lokasi ini mencapai Rp16 juta, dengan masing-masing rumah terdampak sekitar Rp8 juta.

Di Kecamatan Banjarejo, pergerakan tanah terjadi di Dukuh Sambiroto, Desa Buluroto. Penurunan tanah mencapai sekitar 50 sentimeter dengan panjang rekahan kurang lebih 200 meter. Hingga saat ini, gerakan tanah masih berlangsung dengan laju penurunan sekitar dua sentimeter per hari.

Kerugian akibat peristiwa tersebut diperkirakan mencapai Rp30 juta, dengan tiga rumah warga masing-masing mengalami kerugian sekitar Rp10 juta.

Jurnalis: Eko Wicaksono
Editor: Basuki

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari harianmuria.com
Tags: Berita Blorablorakabupaten bloratanah ambles Bloratanah gerak blora
SummarizeShare40SendShare
Previous Post

Jepara Usul Sekolah Terintegrasi di Karimunjawa, Mendikdasmen Minta Master Plan

Next Post

Belasan Tahun Rusak, Warga Nglebur Blora Swadaya Perbaiki Jalan 60 Meter

Basuki

Basuki

Berita Terkait

Mulai 2027 Siswa Tidak Otomatis Naik Kelas, DPRD Blora Sebut Perlu Diikuti Persiapan Matang

Mulai 2027 Siswa Tidak Otomatis Naik Kelas, DPRD Blora Sebut Perlu Diikuti Persiapan Matang

by ulfa puspa
17 Oktober 2026
550

BLORA, Harianmuria.com – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Blora meminta Dinas Pendidikan untuk mempersiapkan diri terhadap wacana penerapan kembali kebijakan siswa tidak otomatis naik kelas pada tahun...

SMPN 1 Sambong Blora Sedang Direvitaliasi, 192 Siswa Belajar di Luar Kelas

SMPN 1 Sambong Blora Sedang Direvitaliasi, 192 Siswa Belajar di Luar Kelas

by ulfa puspa
16 Oktober 2026
523

BLORA, Harianmuria.com – SMP Negeri 1 Sambong, Kecamatan Sambong, Kabupaten Blora, mendapatkan alokasi anggaran revitalisasi Rp1,9 miliar tahun anggaran 2026 Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia. Dengan...

Investor Jepang Ingin Bangun Pabrik Biometan di Blora, Bupati: Lirik Potensi Limbah Pertanian

Investor Jepang Ingin Bangun Pabrik Biometan di Blora, Bupati: Lirik Potensi Limbah Pertanian

by ulfa puspa
16 Oktober 2026
634

BLORA, Harianmuria.com – Kabupaten Blora kembali menarik perhatian investor internasional di sektor energi terbarukan. Baru-baru ini, Pemerintah Kabupaten Blora menerima kunjungan dari calon investor asal Jepang, Toho Gas,...

Diresmikan Sejak Awal 2022, DPRD Blora Soroti Operasional Bendungan Randugunting 

Diresmikan Sejak Awal 2022, DPRD Blora Soroti Operasional Bendungan Randugunting 

by ulfa puspa
15 Oktober 2026
523

BLORA, Harianmuria.com – Setelah diresmikan pada awal tahun 2022, pemanfaatan air baku Bendungan Randugunting dirasa belum optimal. Oleh karena itu DPRD Kabupaten Blora meminta Pemerintah Provinsi Jawa Tengah...

Load More

BERITA UTAMA

Mulai 2027 Siswa Tidak Otomatis Naik Kelas, DPRD Blora Sebut Perlu Diikuti Persiapan Matang

Mulai 2027 Siswa Tidak Otomatis Naik Kelas, DPRD Blora Sebut Perlu Diikuti Persiapan Matang

17 Oktober 2026
550
Investor Jepang Ingin Bangun Pabrik Biometan di Blora, Bupati: Lirik Potensi Limbah Pertanian

Investor Jepang Ingin Bangun Pabrik Biometan di Blora, Bupati: Lirik Potensi Limbah Pertanian

16 Oktober 2026
634
Festival Literasi Blora 2026 Digelar 4 Hari, Bupati Dorong Budaya Baca hingga Desa

Festival Literasi Blora 2026 Digelar 4 Hari, Bupati Dorong Budaya Baca hingga Desa

15 Oktober 2026
535
RSU Permata Tambah 10 Unit ICU Baru, Bupati Blora: Utamakan Keselamatan Pasien

RSU Permata Tambah 10 Unit ICU Baru, Bupati Blora: Utamakan Keselamatan Pasien

14 Oktober 2026
533

TRENDING HARI INI

  • Kawasan Sungai Kendal Padat Bangunan Rumah hingga Warung Bikin Normalisasi Terhambat

    Kawasan Sungai Kendal Padat Bangunan Rumah hingga Warung Bikin Normalisasi Terhambat

    177 shares
    Share 71 Tweet 44
  • Investor Jepang Ingin Bangun Pabrik Biometan di Blora, Bupati: Lirik Potensi Limbah Pertanian

    114 shares
    Share 46 Tweet 29
  • Proyek Embung Kaliombo Rembang Capai 77 Persen, Ditarget Selesai Akhir 2026

    103 shares
    Share 41 Tweet 26
  • Mulai 2027 Siswa Tidak Otomatis Naik Kelas, DPRD Blora Sebut Perlu Diikuti Persiapan Matang

    99 shares
    Share 40 Tweet 25
  • Dulu Tempuh 200 M untuk Dapat Air Bersih, Warga Kalikunal Kendal Kini Dibuatkan Sumur Bor

    96 shares
    Share 38 Tweet 24
  • Dua Kali Mangkir Pemeriksaan, Menteri ATR/BPN Nusron Wahid Terancam Dijemput Paksa KPK

    93 shares
    Share 37 Tweet 23
  • Korupsi Dana Bencana Rp148 Miliar: KPK Ungkap Perusahaan Terafiliasi Adik Eks Kepala BNPB Ditunjuk Langsung

    95 shares
    Share 38 Tweet 24
Harian Muria

Harian Muria Merupakan Media Online Tersertifikasi Dewan Pers Dengan Nomer 1287/DP-VERIFIKASI/K/X/2024

Penerbit :
PT. Mediatama Anugrah Pers
SK. Kemenkumham RI Nomor : AHU-0008754.AH.01.01.TAHUN 2023

PILIHAN EDITOR

Bonus dan tantiem adalah bentuk insentif finansial di luar gaji pokok, perbedaan utamanya terletak pada target penerima dan sumber dananya.

Perbedaan Tantiem dan Bonus: Penerima, Dasar Perhitungan, hingga Tujuan Pemberian

16 Agustus 2025
804
Terpilih Nakhodai PMI Kabupaten Pati, Atik Sudewo Tegaskan Komitmen Kemanusiaan

Terpilih Nakhodai PMI Kabupaten Pati, Atik Sudewo Tegaskan Komitmen Kemanusiaan

30 Mei 2025
667

IKUTI SOSMED KAMI

  • Peta Situs
  • Box Redaksi
  • Kerjasama & Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

© 2026 Harian Muria - Portal Berita Muria Raya dan Sekitarnya

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Berita Daerah
    • Blora
    • Demak
    • Grobogan
    • Jepara
    • Kendal
    • Kudus
    • Pati
    • Rembang
    • Semarang
  • Artikel
    • Biografi
    • Kesehatan
    • Kuliner
    • Lifestyle
    • Parenting
    • Silabus & RPP
    • Tips
    • Travelling
  • Box Redaksi
  • Kerjasama & Iklan

© 2026 Harian Muria - Portal Berita Muria Raya dan Sekitarnya