BLORA, Harianmuria.com – Satuan pelayanan pemenuhan gizi (SPPG) yayasan As Sanusiyyah Desa Kamolan, Kecamatan/Kabupaten Blora memberikan klarifikasi terkait temuan roti berjamur pada menu makan bergizi gratis yang didistribusikan untuk SMPN 5 Blora pada Selasa, 24 Februari 2026.
Kepala SPPG yayasan As Sanusiyyah, Muhammad Arief Rohman Azis, mengakui pihak dapur telah menemukan beberapa roti yang sudah ditumbuhi jamur saat penyortiran.
Ada tiga jenis roti yang akan didistribusikan sebagai menu MBG kering, yaitu roti keju, roti pizza, dan roti isi selai. Sementara yang berjamur adalah roti keju.
“Malam kita juga menyortir, nah di malam itu kita juga ada beberapa memang yang berjamur,” ujar Arief, Selasa, 24 Februari 2026 sore.
Lantaran ada temuan roti berjamur, SPPG kemudian menyortir ulang untuk memastikan roti yang akan didistribusikan ke penerima manfaat dalam kondisi aman.
“Setelah penyortiran (kedua kalinya) tersebut. Sudah dipilih yang tidak berjamur, (lalu) kita mengirim ke sekolah. Ternyata waktu pengiriman itu, di sana itu (sekolah) langsung banyak yang berjamur,” ungkapnya.
“Kita juga menyimpan beberapa sampel, dan tidak berjamur. Jadi kita kurang tau lah, penyebabnya kurang tau lah,” sambung Arief.
Lebih lanjut, saat ditanya perihal tetap mendistribusikan menu roti yang terindikasi ditumbuhi jamur, Kepala SPPG menegaskan bahwa roti yang didistribusikan adalah hasil dari penyortiran ulang, pasalnya tidak semua roti berjamur, termasuk sempel yang ia simpan.
“Tadi, kembali lagi. Kan tidak semua juga (roti) yang berjamur. (Lalu) dengan waktu yang mepet mengganti semua itu. Semisal kita nih, ada yang berjamur satu, dan mau mengganti semua, waktunya agak riskan (beresiko) untuk mengganti semua dengan waktu segitu,” terangnya.
Di sisi lain, Arief menegaskan tidak menutup komplain dari pihak sekolah untuk bahan evaluasi. Ia berkomitmen akan tetap mengganti menu roti yang berjamur pada pendistribusian selanjutnya.
“Nanti menindaklanjutinya, kita akan komplain juga terhadap supplier UMKM-nya, dan mungkin tegasnya kita akan mem-blacklist, tidak mau mengambil dari supplier itu lagi,” tegasnya.
Pihaknya meminta maaf kepada para penerima manfaat, atas terjadinya pendistribusian roti yang tidak layak atau sudah ditumbuhi jamur. Kedepannya, pihaknya akan lebih selektif lagi dalam pemilihan supplier agar insiden serupa tidak terjadi dikemudian hari.
Jurnalis: Eko Wicaksono
Editor: Ulfa











