BLORA, Harianmuria.com – Siswa baru Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) 18 Kabupaten Blora bakal dititipkan di Kabupaten Rembang lantaran sarana prasarana yang terbatas.
Kepala Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos P3A), Luluk Kusuma Agung Ariadi, membenarkan SRMA 18 kekurangan ruang kelas untuk menampung peserta didik tahun ajaran 2026/2027.
“Tahun ini kita merekrut satu rombel (rombongan belajar). Untuk sementara dititipkan di SR Rembang, setelah SR tahap dua dibangun, nanti pindah kembali ke Blora,” ujar Luluk, Selasa, 9 Juni 2026.
Sementara itu, Kepala SRMA 18 Blora Tri Yuli Setyoningrum menjelaskan kebijakan tersebut merupakan penunjukan dari pemerintah pusat, sambil menunggu pembangunan gedung SRMA 18 Blora tahap dua rampung.
“Untuk penerimaan siswa baru nanti kami menerima 30 siswa. Asramanya sementara bukan di Cepu, tapi di gedung SR Rembang,” terangnya.
Menurutnya, secara lokasi, Sekolah Rakyat di Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, memiliki jarak yang lebih dekat dengan Kecamatan Cepu. Namun, kondisi gedung pada sekolah tersebut belum permanen.
Berbeda dengan Sekolah Rakyat Kabupaten Rembang, sambung Tri Yuli, sarana prasarana gedung pada sekolah tersebut sudah permanen.
“Kami tidak tahu persis pertimbangannya karena itu penunjukan dari pusat,” sambungnya.
Dia menegaskan bahwa penempatan siswa baru di Rembang hanya bersifat sementara hingga pembangunan selesai.
“Sifatnya sementara sambil menunggu SR kami jadi,” katanya.
Sementara itu, sebanyak 50 siswa angkatan pertama SRMA 18 Blora tetap menjalani kegiatan belajar mengajar di Cepu. Tidak ada perubahan lokasi pembelajaran bagi siswa yang saat ini sudah menempuh pendidikan di sekolah tersebut.
“Untuk siswa lama yang jumlahnya 50 anak tetap di Cepu dan mengikuti pembelajaran di sini,” tandasnya.
Jurnalis: Eko Wicaksono
Editor: Ulfa










