BLORA, Harianmuria.com – Proyek Peningkatan Jalan Plosorejo–Sembongin di Kecamatan Banjarejo, Kabupaten Blora, hingga kini belum menunjukkan perkembangan signifikan. Meski telah melewati tenggat kontrak, progres pekerjaan tercatat baru sekitar 15 persen.
Berdasarkan pantauan di lapangan, pengerjaan proyek tersebut kembali mandek pada Selasa, 16 Desember 2025. Padahal, sesuai kontrak, proyek jalan ini seharusnya rampung dalam waktu 103 hari kalender, terhitung sejak 4 September hingga 15 Desember 2025.
Proyek Jalan Rp1,54 Miliar dari APBD Blora
Proyek peningkatan ruas jalan Plosorejo–Sembongin dikerjakan oleh CV Bintang Timur dengan CV Archidas Design sebagai konsultan pengawas. Pekerjaan ini menggunakan anggaran sebesar Rp1.547.908.000 yang bersumber dari APBD Kabupaten Blora.
Adapun volume pekerjaan meliputi pengaspalan jalan sepanjang 896 meter dengan lebar 3 meter, yang diharapkan dapat meningkatkan akses dan mobilitas warga setempat.
Baca juga: Proyek Jalan Plosorejo–Sembongin Blora Molor, Kontraktor Kena Denda dan SP 2
Progres Baru Sekitar 100 Meter
Konsultan Pengawas dari CV Archidas Design, Heru Didik Kurniawan, mengungkapkan bahwa hingga berakhirnya masa kontrak pada 15 Desember 2025, pekerjaan masih jauh dari target.
“Hingga 15 Desember kemarin, progresnya baru 15 sekian persen atau panjang yang sudah dikerjakan baru sekitar 100 meter. Kalau target panjang 896 meter, berarti masih kurang hampir 800 meter,” jelasnya, Rabu, 17 Desember 2025.
Terkendala Pasokan Material Aspal
Didik menjelaskan, pada Selasa, 16 Desember 2025 tidak ada aktivitas pengerjaan di lokasi proyek. Berdasarkan informasi yang diterimanya, keterlambatan disebabkan oleh kendala pasokan material aspal.
“Tanggal 16 Desember kemarin juga belum ada pekerjaan lagi, karena terkendala material aspal,” terangnya.
Namun, ia menyebut bahwa sesuai jadwal, pengerjaan direncanakan kembali dilanjutkan pada Rabu hari ini, 17 Desember 2025, khususnya untuk penggelaran aspal.
Baca juga: DPRD Blora Minta Pelaksana Proyek Jalan Plosorejo–Sembongin Di-Blacklist
Alat Berat Sempat Bermasalah
Selain material, kendala juga terjadi pada alat berat tandem roller yang digunakan untuk pemadatan aspal. Alat tersebut sempat mengalami gangguan teknis pada dinamo pengisian aki.
“Memang tandem roller sempat trouble di bagian dinamo, sehingga saat di-starter bermasalah. Namun pihak CV Bintang Timur sudah membeli dinamo baru dan hari ini diperkirakan sudah siap digunakan,” jelas Didik.
Spesifikasi Teknis Tetap Sesuai Kontrak
Sebagai konsultan pengawas, Didik menegaskan pihaknya tetap memastikan kualitas pekerjaan sesuai dengan spesifikasi teknis yang telah disepakati.
Peningkatan jalan tersebut menggunakan dua lapis aspal, yakni AC-Base (Asphalt Concrete–Base) dengan ketebalan 7,5 cm dan AC-WC (Asphalt Concrete–Wearing Course) dengan ketebalan 5 cm
“Jadi total ketebalan aspal mencapai sekitar 12,5 sentimeter,” imbuhnya.

Target Rampung Sebelum 30 Desember
Meski telah melewati masa kontrak, pihak konsultan tetap mendorong agar proyek dapat diselesaikan sebelum akhir Desember 2025. Namun demikian, keterlambatan tetap akan dikenakan denda sesuai ketentuan.
“Karena ini sudah telat, tetap akan diberlakukan denda. Tapi kami dorong agar sebelum 30 Desember pekerjaan bisa selesai,” ujarnya.
Untuk mengejar ketertinggalan, Didik menilai kelancaran suplai material aspal menjadi faktor utama.
“Kalau AMP siap, material lancar, dan alat di lapangan siap, pengerjaan sebenarnya bisa cepat. Pengiriman 150–200 ton aspal per hari itu bisa mengejar ketertinggalan,” paparnya.
Hingga berita ini ditulis, pihak kontraktor CV Bintang Timur belum memberikan keterangan resmi terkait keterlambatan pengerjaan proyek peningkatan Jalan Plosorejo–Sembongin tersebut.
Jurnalis: Subekan
Editor: Basuki











