BLORA, Harianmuria.com – Pemerintah Kabupaten Blora mencari cara mengoptimalkan aset daerah yang selama ini belum termanfaatkan. Salah satunya lahan eks Pasar Hewan Jiken, tepatnya di samping Gudang Banyu Jiken Jalan Nasional Blora-Cepu, yang mulai difungsikan kembali
Dari catatan Dinas Perdagangan Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Dindagkop UKM) Blora, luas lahan eks pasar hewan Jiken telah dimanfaatkan oleh BUMD PDAM Tirta Amerta, saat ini menyisakan sekitar 4.545 meter kubik.
Kabid Pasar Dindagkop UKM Blora, Fiqri Hidayat, mengatakan lahan tersebut kini mulai dimanfaatkan warga sekitar secara swadaya. Pemanfaatan itu, diusulkan oleh karang taruna Desa Jiken, sehingga masyarakat dapat membuka lapak di kawasan tersebut.
Menurutnya, pemanfaatan aset yang selama ini mangkrak menjadi salah satu cara agar aset daerah bisa lebih produktif sehingga memunculkan pendapatan asli daerah (PAD).
“Aset-aset mangkrak kan kadang kita sewakan. Itu kan strategis aslinya di situ, termasuk kawasan peruntukan industri (KPI) di Perda RTRW,” ujar Fiqri, Rabu, 23 September 2026.
Kendati demikian, Pemkab Blora belum menyiapkan program pembangunan khusus untuk kawasan tersebut. Saat ini pemerintah baru memfasilitasi proses penyewaan lahan yang akan digunakan Karang Taruna.
“Baru istilahnya memfasilitasi lapaknya itu, untuk ekonomi kerakyatan. Sewa per lapak, tanahnya yang disewa ukuran berapa,” jelasnya.
Fiqri mengatakan konsep penataan kawasan menjadi rest area sepenuhnya merupakan usulan dari Karang Taruna Desa Jiken, pasalnya lokasi tersebut tepat di pinggiran Jalan Nasional Blora-Cepu. Sementara ini pemkab belum memberikan dukungan berupa pembangunan fisik.
“Ke depan kita lihat perkembangan rest area itu. Perkembangan dan potensinya bagaimana, lalu fasilitas apa yang dibutuhkan disana,” bebernya.
Di sisi lain, terkait kemungkinan pemanfaatan aset mangkrak lainnya, Fiqri menyebut belum ada aset lain yang sedang dikaji untuk konsep serupa.
“Belum (ada aset lain yang dikaji),” ujarnya.
Ia menyebut kawasan Blora belakangan mulai dilirik sejumlah investor. Beberapa calon investor bahkan telah melakukan survei untuk melihat lokasi yang berpotensi dikembangkan menjadi kawasan industri.
“Kemarin itu ada beberapa investor mau buka kawasan industri. Cuma baru survei di beberapa tempat,” ucapnya.
Jurnalis: Eko Wicaksono
Editor: Ulfa











