BLORA, Harianmuria.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Blora mulai merancang arah pembangunan untuk tahun anggaran 2027 dengan fokus pada penguatan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif guna mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
Bupati Blora, Arief Rohman, mengatakan fokus tersebut dibahas dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) 2027 yang digelar di Aula Bapperida Blora, Kamis, 12 Maret 2026.
“Dalam hal ini (fokus ekonomi 2027), nanti lewat sektor pariwisata dan ekonomi kreatif,” kata Arief Rohman saat ditemui usai kegiatan.
Menurutnya, penguatan sektor tersebut diharapkan dapat mendorong peningkatan aktivitas ekonomi di Kabupaten Blora pada tahun mendatang.
Selain itu, Arief juga mengajak awak media turut mendukung upaya pengembangan berbagai sektor potensial daerah, mulai dari pangan, energi, pariwisata hingga ekonomi kreatif.
“Jadi sektor itu dapat menunjang pertumbuhan ekonomi di Blora,” katanya.
Ia menambahkan, melalui penguatan berbagai sektor tersebut, pemerintah daerah menargetkan pertumbuhan ekonomi Blora pada 2027 dapat melampaui capaian sebelumnya yang telah mencapai 5,3 persen.
” Tahun kemarin sudah mencapai 5,3 (persen), jadi melalui sektor itu diharapkan (tahun 2027) bisa meningkat lagi,” katanya.
Di sisi lain, Arief juga menyoroti potensi ekonomi dari sektor kerajinan, batik, serta produk pangan yang dikelola pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Potensi tersebut akan diperkenalkan kepada pemudik maupun diaspora yang pulang ke Blora saat momentum Lebaran.
Sebagai bagian dari upaya promosi, Pemkab Blora berencana membuka ruang promosi melalui Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Blora. Produk lokal, termasuk beras organik, juga akan diperkenalkan kepada para pemudik.
“Kita menyambut para pemudik, para diaspora yang pulang ini, potensi-potensi yang UMKM kita, bisa dipromosikan ke para pemudik. Termasuk juga promosi beras organik,” terangnya.
Jurnalis: Eko Wicaksono
Editor: Rosyid











