BLORA, Harianmuria.com – Proyek pembangunan Pasar Ngawen, Kabupaten Blora, telah dimulai dengan pengerjaan tahap awal berupa pemasangan tiang pancang dan cakar ayam sebagai fondasi bangunan.
Pembangunan Didanai APBN Rp30 Miliar
Berdasarkan informasi pada papan proyek, pembangunan Pasar Ngawen dilaksanakan oleh PT Joglo Multi Ayu dengan nilai kontrak sebesar Rp30 miliar. Anggaran tersebut bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) melalui Kementerian Pekerjaan Umum (PU).
Proyek rehabilitasi ini memiliki waktu pelaksanaan selama 240 hari kalender, dengan masa pemeliharaan selama 360 hari kalender setelah pembangunan selesai.
Pemasangan Tiang Pancang dan Cakar Ayam
Ahli Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Pasar Ngawen, Andri, menjelaskan bahwa tahap pemasangan tiang pancang dan cakar ayam merupakan proses krusial yang membutuhkan ketelitian tinggi, terutama dalam penempatan fondasi.
“Beberapa alat berat seperti pile driver untuk menancapkan tiang pancang dan excavator sudah mulai beroperasi. Saat ini ada sekitar 30 pekerja dan juga melibatkan masyarakat setempat,” ungkap Andri, Jumat, 19 Desember 2025.
Elevasi Lahan Pasar Dinaikkan 30 Cm
Andri menambahkan, struktur tanah dan fondasi Pasar Ngawen mengalami penyesuaian elevasi. Area pasar diratakan dan dinaikkan sekitar 30 sentimeter dari tumpukan fondasi awal untuk memastikan kekuatan dan keamanan bangunan.
“Pembangunan ini ditargetkan berlangsung dari 2025 hingga 2026. Kami optimistis proyek bisa selesai tepat waktu dengan mempertimbangkan faktor cuaca dan ketersediaan tenaga kerja,” jelasnya.
Libatkan Warga Sekitar Proyek
Terkait kebutuhan tenaga kerja, Andri menyampaikan bahwa jumlah pekerja menyesuaikan permintaan pelaksana proyek. Jika diperlukan tambahan tenaga, warga sekitar akan diprioritaskan.
“Mandor biasanya sudah memiliki tim sendiri. Kalau masih kurang, baru menawarkan ke warga sekitar. Jika ada informasi lowongan yang mencurigakan, masyarakat diimbau melakukan konfirmasi agar tidak tertipu,” ujarnya.
Ia berharap proyek ini dapat rampung sesuai jadwal sehingga mampu menggerakkan kembali roda ekonomi masyarakat Ngawen.
Harapan Pemulihan Ekonomi Pascakebakaran
Rehabilitasi Pasar Ngawen dilakukan setelah pasar tersebut mengalami kebakaran hebat pada 9 Januari 2024. Total kerugian akibat kebakaran ditaksir mencapai Rp30,6 miliar.
Rincian kerugian meliputi kerugian gedung Rp15,5 Miliar, kerugian 600 pedagang kios sebesar Rp608 juta, kerugian 800 pedagang los sekitar Rp14,29 miliar, dan kerugian 150 pedagang dasaran Rp300 juta.
Nilai tersebut belum termasuk kerugian akibat terhentinya aktivitas perdagangan pascakebakaran. Oleh karena itu, pembangunan Pasar Ngawen diharapkan menjadi harapan baru bagi percepatan pemulihan ekonomi masyarakat Ngawen.
Jurnalis: Eko Wicaksono
Editor: Basuki










