BLORA, Harianmuria.com – Direktur Utama (Dirut) Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, menyiapkan langkah strategis terhadap Pabrik Gula Gendhis Multi Manis (PG GMM) yang berhenti operasi sejak musim giling 2025 akibat kerusakan alat.
“Bulog akan membantu penyaluran hasil panen tebu petani, ke pabrik-pabrik PTPN dan SGN di Jawa Tengah,” ujar Rizal saat mengunjungi Kabupaten Blora dalam momen panen raya jagung kuartal I (satu), Jumat, 3 April 2026.
Rizal meyakinkan petani tebu tidak perlu bimbang. Pihaknya memastikan hasil panen tetap terserap dengan maksimal.
Selain itu, sambung Rizal, Bulog tengah menyiapkan perbaikan dan reorganisasi manajemen PT GMM dengan harapan serapan tebu dapat maksimal.
“Kami akan segera mereorganisasi manajemen dan melakukan perbaikan pabrik agar ke depan dapat menyerap tebu petani secara optimal,” terangnya.
Dia menekankan akan mengajak warga asli Kabupaten Blora di jajaran tim pengelola PT GMM
“Kami juga akan melibatkan putra daerah, dalam pengelolaannya,” tambah Rizal.
Pernyataan Bulog ini disampaikan sehari setelah aksi damai petani tebu yang menagih janji operasional pabrik gula untuk musim giling 2026.
Ribuan petani menyampaikan suara di depan rumah dinas Bupati Blora, Kamis, 2 April 2026.
Aksi ribuan petani tebu di Blora itu dipicu janji Perum Bulog tentang operasional penggilingan yang sempat mandek pada 2025 akibat kerusakan mesin.
Ketua APTRI Blora, Sunoto, mengatakan upaya ini dilakukan agar suara para petani tebu didengar oleh Presiden Prabowo Subianto dan Direktur Utama Perum Bulog.
Ada tiga tuntutan yang disampaikan. Pertama perihal PG GMM agar dapat operasional kembali pada tahun 2026. Lalu adanya penggantian manajemen PG GMM yang mengakibatkan kondisi saat ini.
Terakhir, bila Direktur Utama Perum Bulog tidak sanggup memenuhi janji agar PG GMM beroperasi tahun ini. APTRI meminta agar pengelolaan segera dilepas kepada pihak yang mampu mengelola Pabrik Gula tersebut, baik dijual ke swasta maupun dipindah alihkan ke PTPN atau SGN.
Jurnalis: Eko Wicaksono











