BLORA, Harianmuria.com – Para petani di wilayah Kabupaten Blora belum memulai Musim Tanam (MT) 1 2026/2027. Hal ini karena hingga akhir September hujan tak kunjung turun sehingga penyemaian bibit padi harus ditunda.
Kabid Tanaman Pangan, Hortikultura, Perkebunan, dan Peternakan (TPHPP) DP4 Blora, Sukandar, mengatakan proyeksi luas areal tanam pada MT 1 mencapai sekitar 69.194 hektar. Namun Pemkab tidak bisa memastikan kapan hujan akan turun.
“Pemkab tidak bisa memprediksi curah hujan. Maka kita sarankan petani untuk mengikuti prediksi dari BMKG untuk persiapan MT-1,” ujar Sukandar, Kamis, 24 September 2026.
Menurutnya, petani tetap perlu melakukan persiapan meski waktu tanam belum dapat ditentukan. Salah satunya dengan menyesuaikan kalender tanam dan mengolah lahan lebih awal.
Petani juga disarankan menyiapkan benih unggul serta memilih varietas padi berumur relatif pendek. Ia menyebut sebagian kebutuhan benih tersebut mendapat dukungan dari Kementerian Pertanian.
“Juga perlu memperkuat pengelolaan dan cadangan air, baik dari embung, bendung, irigasi pompa maupun irigasi reguler,” ujarnya.
Pemkab Blora juga meminta petani mengantisipasi serangan organisme pengganggu tanaman (OPT) serta memaksimalkan bantuan benih dan alat mesin pertanian (alsintan).
Lebih lanjut, Sukandar mengatakan hampir seluruh wilayah Blora mulai melakukan persiapan MT-1. Namun, lahan yang masih ditanami jagung dan tembakau belum masuk persiapan tanam padi.
“Hampir semua wilayah Blora persiapan untuk MT-1, kecuali sawah yang saat ini masih ada tanaman jagung dan tembakau,” jelasnya.
Jurnalis: Eko Wicaksono
Editor: Utia Lil











