BLORA, Harianmuria.com – Lansia berinisial S (89), warga Dukuh Banat, Desa Bedingin, Kecamatan Todanan yang sempat dilaporkan hilang selama lima hari ditemukan meninggal di hutan.
Kepala Polres Blora melalui Kepala Polsek Todanan Iptu Suhari membenarkan penemuan mayat di kawasan hutan persilan Petak 29 RPH Gendongan, BKPH Ngapus, KPH Blora.
“Sebelumnya, korban diketahui meninggalkan rumah sejak Sabtu (28 Maret) pagi, untuk menuju rumah anaknya. Namun korban dilaporkan hilang setelah tidak terlihat lagi di lokasi tersebut hingga sore hari,” ungkap Iptu Suhari, Kamis, 2 April 2026.
Warga serta petugas kepolisian sempat melakukan pencarian, serta menyebarkan informasi kehilangan melalui media elektronik.
Korban ditemukan warga di hutan KPH Blora korban pada Rabu, 1 April 2026 sore. Polisi kemudian mendatangi lokasi bersama tim medis dari Puskesmas Gondoriyo dan anggota Koramil Todanan untuk melakukan olah TKP serta pemeriksaan fisik.
“Berdasarkan hasil pemeriksaan medis dari Puskesmas Gondoriyo, tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan atau penganiayaan pada tubuh korban,” ungkapnya.
Korban ditemukan dengan kondisi beberapa bagian kulit mengelupas diduga akibat paparan panas sinar matahari dalam waktu lama.
Hasil pemeriksaan tim medis, petugas menduga korban meninggal dunia akibat kondisi fisik yang lemas, serta mengalami dehidrasi berat.
“Korban diduga kekurangan cairan dan nutrisi karena selama lima hari, tidak makan dan minum di dalam hutan,” tambahnya.
Usai pemeriksaan petugas mengevakuasi jenazah korban. Selanjutnya atas kesepakatan keluarga dan hasil pemeriksaan yang menyatakan tidak ada unsur tindak pidana.
“Jenazah (S) langsung diserahkan kepada pihak keluarga di Desa Bedingin untuk proses pemakaman,” tambahnya.
Jurnalis: Eko Wicaksono
Editor: Ulfa











