BLORA, Harianmuria.com – Lowongan kerja sebagai sopir bus sekolah gratis yang dibuka Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Blora mendapat respons positif dari masyarakat. Hingga penutupan pendaftaran, tercatat sebanyak 29 orang mengajukan lamaran untuk mengisi posisi tersebut.
Kepala Dinas Perumahan, Permukiman dan Perhubungan (Dinrumkimhub) Kabupaten Blora, Pujiariyanto, mengatakan proses seleksi dilakukan secara bertahap untuk mendapatkan sopir yang memenuhi persyaratan dan mampu memberikan pelayanan kepada masyarakat.
Tahap awal berupa seleksi administrasi dijadwalkan berlangsung pada Senin, 12 Oktober 2026, pukul 10.00 WIB di Kantor Dinas Perhubungan Kabupaten Blora.
Proses seleksi melibatkan panitia dari sejumlah unsur, yakni Organisasi Angkutan Darat (Organda), Satuan Lalu Lintas (Satlantas), dan Dinas Perhubungan.
“Jadi kita benar-benar fair. Jika nanti tidak ada yang lolos seleksi, maka tidak ada yang ikut tes lanjutan,” kata Puji, Senin, 12 Oktober 2026.
Setelah pemeriksaan administrasi, pelamar yang memenuhi kriteria akan mengikuti psikotes. Peserta yang dinyatakan lolos kemudian melanjutkan ke tahap wawancara.
Salah satu persyaratan utama untuk melamar posisi tersebut adalah memiliki Surat Izin Mengemudi (SIM) B1 dengan batas usia maksimal 45 tahun.
Puji mengatakan sopir yang terpilih nantinya bertugas melayani rute Blora–Kunduran dengan jadwal keberangkatan pukul 06.00 WIB.
Ia mengatakan pihaknya telah mengalokasikan anggaran gaji sebesar Rp2,7 juta per bulan untuk masing-masing sopir. Pihaknya juga merencanakan penempatan dua sopir untuk mendukung operasional layanan bus sekolah tersebut.
“Untuk gaji, alhamdulillah kita bisa menganggarkan Rp2,7 juta per bulan untuk sopirnya dan diambil dua sopir. Target diumumkan nanti di akhir Oktober,” ujarnya.
Puji menegaskan, layanan bus sekolah tersebut diberikan secara cuma-cuma kepada masyarakat. Oleh karena itu, sopir yang terpilih dilarang menarik biaya atau pungutan dalam bentuk apa pun dari penumpang.
Menurutnya, ketentuan tersebut menjadi bagian penting dari tanggung jawab sopir dalam menjalankan layanan transportasi yang disediakan pemerintah daerah.
Puji berharap seluruh tahapan rekrutmen dapat menghasilkan sopir yang tidak hanya memenuhi kualifikasi teknis, tetapi juga memiliki integritas dan mengutamakan kepentingan masyarakat.
“Kami berharap sopir terpilih benar-benar berintegritas karena mereka nanti melayani masyarakat dan tidak boleh menarik pungutan apa pun terhadap penumpang,” pungkasnya.
Jurnalis: Hanafi
Editor: Rosyid











