BLORA, Harianmuria.com – Satuan tugas program makan bergizi gratis (Satgas MBG) belum menerapkan kebijakan SPPG mengunggah harga menu MBG sebagaimana telah dilakukan di Jepara.
Adapun menurut Badan Gizi Nasional pada Minggu, 8 Maret 2026 menginstruksikan setiap Satuan Pelayanan Pemnuhan Gizi (SPPG) mengunggah menu, nilai gizi, dan harga menu di media sosial.
“Belum mewajibkan memasang harga, hanya saja meningkatkan kualitas menu makanan,” terang Ketua Satgas MBG sekaligus Wakil Bupati Blora, Sri Setyorini, Rabu, 11 Maret 2026.
Sementara itu, Korwil SPPG Blora, Artika Diannita, menerangkan menu MBG yang besar memilki harga Rp10 ribu untuk bahan baku, bukan bahan matang yang siap makan.
“(Menu kering/roti,kacang,buah) Beli dari UMKM. Tapi kita packing sendiri,” ujar Artika pada Rabu, 11 Maret 2026.
Artika menjelaskan semua bahan untuk MBG diambil dari UMKM, baik untuk bahan mentah maupun yang siap makan.
“Telur rebus, tahu, tempe, ayam ungkep dimasak sendiri. Untuk roti, kacang, buah, kurma kita dikemas sendiri,” ucapnya.
Kemudian untuk pengolahan atau masak di luar menu makanan siap saji, lalu pengemasan hingga gaji relawan menggunakan biaya operasional di luar biaya bahan baku (Rp10 ribu/Rp8 ribu).
Untuk ketentuan harga per menu MBG, Artika mengungkap bahwa SPPG yang menentukan dengan alasan harga bahan dasar menu dapat naik turun.
Pasalnya penentuan harga hingga volume item dalam porsi, menjadi tanggung jawab ahli gizi dan akuntan SPPG.
“Ahli gizi dan akuntan yang menghitung dari segi kandungan gizi serta biayanya mencukupi sesuai anggaran atau tidak. Mengingat harga naik turun, jadi setiap perencanaan menu sudah diperhitungkan baik AKG dan anggaran,” terangnya.
Artika menambahkan, untuk gaji relawan SPPG diambil dari biaya operasional yang diberikan sesuai hari masuk relawan. Sementara untuk pelaksanaan MBG menu kering rapel, atau ppembagian tiga hari sekali, tidak ada.
“Gaji relawan dihitung sesuai hari masuk kerja saja. Menu kering selama Ramadhan di distribusikan setiap hari,” katanya.
Sementara ditanya terkait penerapan program MBG di SMP Negeri 5 Blora, yang belum lama ini kedapatan roti berjamur, dengan sistem tiga hari sekali, pihaknya belum dapat memberikan keterangan.
Sebagai informasi Badan Gizi Nasional (BGN) memerintahkan seluruh mitra Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) untuk mengunggah menu program Makan Bergizi Gratis (MBG) melalui media sosial. Langkah ini diambil sebagai bagian dari upaya transparansi kepada masyarakat.
Wakil Kepala Badan Gizi Nasional Bidang Operasional Pemenuhan Gizi, Sonny Sonjaya, menjelaskan bahwa informasi yang diunggah tidak hanya mencakup menu makanan, tetapi juga kandungan gizi serta biaya penyediaan makanan dalam program MBG.
“BGN telah memerintahkan seluruh SPPG membuat media sosial sebagai sarana komunikasi antara SPPG dan masyarakat, dan wajib mengunggah menu makanan, kadar gizi serta harga,” kata Sonny di Bandung, Minggu, 8 Maret 2026.
Menurut Sonny, langkah tersebut bertujuan agar masyarakat dapat mengetahui secara terbuka kualitas dan komposisi makanan yang diberikan kepada penerima manfaat program.
Jurnalis: Eko Wicaksono
Editor: Ulfa











