BLORA, Harianmuria.com – Kerusakan jalan tampak di Ruas Jalan Nasional Rembang-Blora-Cepu imbas intensitas curah hujan tinggi seminggu terakhir. Banyak jalan berlubang yang membahayakan pengendara.
Masyarakat sekitar berinisiatif memasang rambu sebagai penanda adanya lubang agar para pengguna jalan lebih berhati-hati.
Terpantau lubang jalan ada yang mencapai setengah meter dan kedalaman mencapai lima hingga tujuh sentimeter.
Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 3.6 Provinsi Jawa Tengah, Balai Besar Pelaksana Jalan Nasional (BBPJN) Jateng-DIY, Arif Agus Setyawan, membenarkan adanya lubang di ruas jalan nasional Rembang-Cepu akibat intensitas hujan yang tinggi.
“Dengan hujan yang intensitas tinggi saat ini, pastinya tidak bisa dihindari akan munculnya kerusakan berupa lubang. Karena di ruas kami konstruksinya berupa aspal,” ujar Arif, Rabu, 21 Januari 2026.
Menurutnya perbaikan Jalan Rembang-Blora-Cepu dikerjakan dengan preservasi atau pemeliharaan rutin. Pada aplikasinya BBPJN menggunakan dua metode penanganan dengan melihat kondisi kerusakan jalan setelah disisir.
“Kerusakan berupa lubang yg muncul kita sisir. Pekerjaannya kita patching ditutup aspal panas (hotmix) atau TCM (tambal cepat mantap) coldmix, dengan aditif secara berlanjut sampai semua tertangani,” terang.
Arif mengungkapkan saat ini masih menyisir titik jalan berlubang. Lalu upaya penanganan jalan saat ini terus dilakukan saat musim penghujan, mengingat ruas jalan Rembang-Blora-Cepu berkontruksi aspal.
“Pekerjaan penutupan ini tiap hari selalu kita laporkan ke pimpinan, berupa jumlah yg ditangani, jumlah lubang yang ada, dan jumlah lubang baru akibat hujan. Jadi terkontrol terkendali,” ucapnya.
Sementara itu dalam menghadapi bulan Ramadhan atau musim mudik tahun ini, BBPJN berencana merehabilitasi dua ruas jalan nasional di Kabupaten Blora, yaitu Jalan Ahmad Yani dan Jalan Sudirman.
“Menghadapi lebaran idul Fitri ada 2 ruas yang direhabilitasi Minor ACWC (pelapisan satu lapis aspal). Itu untuk meminimalkan kerusakan seperti yang ada sekarang ini,” ucapnya.
Jurnalis: Eko Wicaksono
Editor: Ulfa











