BLORA, Harianmuria.com – Satu dari lima anak yang dilaporkan hilang tenggelam di Sungai Lusi di Kelurahan Kedungjenar, Blora, ditemukan meninggal dunia pada Kamis siang, 11 Desember 2025.
Korban ditemukan sekitar pukul 13.00 WIB, enam jam setelah pencarian dimulai. Lokasi penemuan berada sekitar 200 meter dari titik awal kejadian, dan jasad langsung dibawa ke RSUD Kabupaten Blora.
Kasat Reskrim Polres Blora, AKP Zaenul Arifin, menjelaskan bahwa satu korban yang ditemukan berada sekitar 20 meter dari tiga temannya yang sempat tersangkut dan berhasil selamat. Saat ini, proses pencarian masih terus dilakukan untuk empat korban lainnya.
“Jarak penemuan sekitar 20 meter dari tiga temannya. Saat ini pencarian empat korban lainnya masih berlangsung,” jelasnya.
Baca juga: 5 Anak di Blora Hilang Tenggelam di Sungai Lusi, Tim Gabungan Lakukan Pencarian
Kronologi Kejadian Anak Tenggelam
Insiden tragis ini terjadi pada Kamis pagi ketika delapan santriwati dari Pondok Pesantren Al-Maun bermain di tepi Sungai Lusi. Menurut AKP Zaenul, sekitar 60 anak sedang mengunjungi pondok karena masa libur setelah ujian.
Delapan anak tersebut memisahkan diri untuk bermain di sungai. “Keterangan dari ustaz, anak-anak suka mencari kerang saat kondisi sungai mengering,” tuturnya.
AKP Zaenul juga menjelaskan bahwa anak-anak tersebut bermain tanpa sepengetahuan ustaz, karena sudah biasa mencari kerang saat Sungai Lusi dangkal.
“Menurut keterangan, setelah Pak Ustaz tahu langsung menuju sungai, sesampainya malah sudah kejadian,” terangnya.
Saat ini proses penyisiran masih dilakukan di Sungai Lusi, baik dari BPBD, Polres, Kodim, hingga masyarakat setempat. Selain itu, Polres bersama BPBD Blora juga memantau debit air Sungai Lusi di Bendungan Dluwangan, Kaliwangan, Blora.
Jurnalis: Eko Wicaksono
Editor: Basuki











