BLORA, Harianmuria.com – Sebanyak 71 kasus kusta baru ditemukan di Kabupaten Blora hingga sepanjang 2026 ini. Dari jumlah tersebut, 69 pasien merupakan orang dewasa dan dua lainnya anak-anak.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkesda Blora Anton Suwoto memastikan seluruh pasien yang ditemukan sudah mendapatkan penanganan untuk diobati.
“Dari pasien yang sudah ditemukan semuanya telah menjalani pengobatan,” ujar Anton, Senin, 21 September 2026.
Menurutnya, penanganan kusta dilakukan secara aktif. Petugas kesehatan tidak hanya memberikan obat, tetapi juga memastikan pasien menyelesaikan pengobatan. Jika diperlukan, petugas akan mendatangi rumah pasien untuk memantau pengobatan.
“Pengobatan kusta berkisar enam hingga sembilan bulan dan diberikan secara gratis,” jelasnya.
Dalam lima tahun terakhir, Anton mengatakan kasus kusta masih ditemukan di sejumlah wilayah Blora. Kondisi tersebut menjadi perhatian Dinkesda dalam upaya menekan penyebaran penyakit.
Blora juga menjadi satu-satunya daerah di Jawa Tengah yang mendapatkan pendanaan khusus untuk penanganan kusta. Menurut Anton, dukungan tersebut berkaitan dengan riwayat kasus dan upaya aktif penanggulangan kusta di Blora.
“Harapannya 2030 secara nasional sudah tidak ada penyakit kusta,” katanya.
Disisi lain, Anton juga mengimbau masyarakat tidak mengabaikan bercak pada kulit, terutama jika disertai mati rasa.
Pasalnya, gejala awal kusta bisa menyerupai penyakit kulit biasa, seperti panu. Salah satu tandanya adalah bercak putih atau kemerahan pada kulit yang kehilangan rasa terhadap sentuhan, panas, dingin, maupun nyeri.
“Biasanya ada bercak, kemudian mati rasa. Kusta tidak terasa,” terangnya.
Jika tidak segera ditangani, ia menyebut kusta dapat menyerang saraf tepi. Kondisi ini bisa menyebabkan kesemutan, kelemahan otot, kulit kering, hingga luka yang tidak terasa sakit. Pada tahap lanjut, kerusakan saraf dapat mengganggu fungsi tangan, kaki, maupun mata.
Karena itu, masyarakat yang menemukan bercak pada kulit disertai mati rasa diminta segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan. Dinkesda Blora menegaskan penemuan dan pengobatan sejak dini penting untuk mencegah kerusakan saraf serta kecacatan akibat kusta.
Jurnalis: Eko Wicaksono
Editor: Tia











