SIDOARJO, Harianmuria.com — Kepala Badan Karantina Indonesia (Barantin) Abdul Kadir Karding memastikan pelayanan pemeriksaan dan tindakan Karantina Jatim berjalan optimal.
Kepala Barantin itu mengecek langsung layanan di Terminal Kargo Bandara Internasional Juanda sekaligus mendorong optimalisasi fasilitas karantina yang ditarget mampu menangani hingga 2.000 kontainer per hari, Minggu (9/8/2026).
Pengecekan dilakukan untuk memastikan pelayanan karantina berjalan efektif, profesional, cepat, dan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.
"Hari ini saya ke Jawa Timur untuk melihat proses pelayanan, terutama untuk memastikan kebutuhan kinerja pelayanan dan pemeriksaan di lapangan terpenuhi," kata Karding.
Karding mengatakan pemeriksaan dan tindakan karantina merupakan fungsi utama yang harus dipastikan berjalan dengan baik. Hal tersebut diperlukan agar pelaksanaan pelayanan dan pengawasan karantina di salah satu pintu masuk dan keluar lalu lintas komoditas strategis di Jawa Timur berjalan lancar.
Dalam pengecekan di Terminal Kargo Bandara Internasional Juanda, Karding melihat sejumlah fasilitas dan aktivitas pelayanan karantina.
Aktivitas tersebut meliputi proses pemeriksaan dokumen, pemeriksaan komoditas, pengawasan media pembawa, hingga koordinasi petugas dengan para pemangku kepentingan di kawasan terminal kargo Bandara Internasional Juanda.
Karding menyebut seluruh proses pelayanan tersebut berjalan dengan baik.
Selain memastikan pelayanan di Bandara Juanda berjalan optimal, Karding meninjau fasilitas Instalasi Karantina Terpadu Jawa Timur yang berada di kawasan Puspa Agro Sidoarjo.
Fasilitas yang diresmikan pada Jumat (8/5/2026) tersebut dinilainya berjalan cukup baik. Namun, Barantin akan melakukan berbagai upaya optimalisasi untuk meningkatkan kapasitas penanganan kontainer.
Karding memastikan instalasi tersebut ditargetkan mampu menangani hingga 1.000 sampai 2.000 kontainer per hari. Target itu meningkat dibandingkan realisasi saat ini yang mencapai 670 kontainer per hari.
"Kami akan perbaiki persoalan di lapangan seperti listrik dan peralatan yang harus segera dilengkapi, guna memenuhi target tersebut," katanya.
Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Karantina Jawa Timur Hudiansyah Is Nursal menuturkan pihaknya terus memperkuat pengawasan dan pelayanan di seluruh tempat pemasukan dan pengeluaran, termasuk Bandara Internasional Juanda.
Hudiansyah menyebut sinergi dengan pengelola bandara, instansi terkait, pelaku usaha, dan masyarakat menjadi faktor penting dalam mewujudkan sistem karantina yang efektif.
"Perlu diketahui lalu lintas komoditas baik hewan, ikan, dan tumbuhan di Satpel Bandara Juanda termasuk tinggi. Oleh karena itu pelayanan dan pengawasan oleh petugas perlu ditingkatkan guna mendukung proses bisnis karantina berjalan dengan baik," ujarnya.











