REMBANG, Harianmuria.com – Pembangunan Embung Kaliombo di Desa Kaliombo, Kecamatan Sulang, Kabupaten Rembang ditarget rampung akhir tahun 2026. Sementara itu progres pembangunan hingga Oktober mencapai 77 persen atau lebih cepat 7,19 persen dari jadwal yang direncanakan.
Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Air Tanah dan Air Baku (ATAB) Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juana, Aji Widyamatmoko, mengatakan pembangunan Embung Kaliombo merupakan bagian dari upaya memperkuat ketahanan air dan pangan di Kabupaten Rembang.
“Karena kebutuhan strategis dalam rangka mendukung ketahanan pangan dan ketahanan air serta mendukung pemenuhan kebutuhan air baku dan irigasi, kami diamanatkan untuk melaksanakan pembangunan Embung Kaliombo. Berdasarkan informasi, kegiatan ini memang sudah lama ditunggu,” ujarnya, Jumat, 16 Oktober 2026.
Embung Kaliombo dirancang memiliki kapasitas tampung sekitar 176.000 meter kubik dengan luas genangan mencapai 86.000 meter persegi atau 8,6 hektare. Sementara itu, tinggi tubuh embung mencapai 10 meter.
Infrastruktur tersebut diproyeksikan mampu menyediakan air baku dengan debit 11 liter per detik. Selain itu, embung akan mendukung pengairan lahan pertanian di wilayah hilir seluas sekitar 14 hektare.
Selain untu memenuhi kebutuhan air, kawasan embung juga berpotensi dikembangkan sebagai destinasi wisata setelah pembangunan selesai dan fasilitasnya siap dioperasikan.
Pembangunan Embung Kaliombo, Puluhan Warga Terima Ganti Rugi Pembebasan Lahan
Konstruksi Embung Kaliombo
Aji menjelaskan bahwa pekerjaan konstruksi Embung Kaliombo meliputi pembangunan tubuh embung, saluran pengelak, pelimpah (spillway), jembatan penghubung, bangunan pengambilan air (intake), hingga jaringan pipa transmisi dan fasilitas pendukung lainnya.
Sejumlah pekerjaan utama telah diselesaikan, termasuk timbunan tubuh embung dan perlindungan lereng. Penutupan saluran pengelak juga telah dilakukan sehingga embung diharapkan mulai menampung air ketika hujan turun.
“Saat ini realisasi fisik konstruksinya di 77 persen, Alhamdulillah. Dukungan penuh dari Pemda Kabupaten Rembang sehingga kami bisa I, deviasinya positif 7,19 persen,” terangnya.
Sejumlah pekerjaan perlu dituntaskan terutama pembangunan jaringan pipa transmisi sepanjang 3,4 kilometer. Sebagian jalur pipa tersebut melintasi jalan nasional sehingga membutuhkan rekomendasi teknis dari Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN).
Aji berharap proses rekomendasi teknis tersebut dapat diselesaikan pada akhir Oktober 2026. Dengan demikian, pekerjaan jaringan pipa transmisi diharapkan rampung pada awal November.
“Saat ini kami masih dalam pengurusan untuk rekomendasi teknis dari BPJN. Insyaallah harapan kami di akhir Oktober semuanya bisa terpenuhi. Jadi, di awal November jaringan pipa transmisi sudah selesai semua,” pungkasnya.
Setelah konstruksi selesai, pengisian air embung akan berlangsung secara bertahap dan bergantung pada kondisi cuaca serta curah hujan.
Berdasarkan perkiraan pelaksana proyek dengan mempertimbangkan prediksi cuaca dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), embung membutuhkan waktu sekitar 3 hingga 4 bulan untuk mencapai ketinggian air operasional pada bangunan pengambilan air.
Sementara itu, pengisian hingga kapasitas penuh diperkirakan membutuhkan waktu enam hingga delapan bulan.
Jurnalis: Vicky Rio
Editor: Ulfa











