KENDAL, Harianmuria.com – Pemerintah Kabupaten Kendal mengimbau warga meningkatkan kewaspadaan potensi kebakaran pada musim kemarau. Salah satunya kebakaran di Desa Tejorejo.
Bupati Kendal, Dyah Kartika Permanasari, mengatakan kejadian kebakaran yang berulang kali harus menjadi perhatian bersama. Ia mencontohkan kebakaran di Desa Tejorejo yang diduga disebabkan korsleting listrik.
“Ini sudah kesekian kalinya kami meninjau korban kebakaran. Di Desa Tejorejo ada dua rumah yang menjadi korban. Penyebabnya diduga karena korsleting listrik, seperti kejadian-kejadian sebelumnya,” ujarnya saat meninjau korban kebakaran di Desa Tejorejo, Selasa 13 Oktober 2026.
Bupati Tika meminta masyarakat untuk lebih memperhatikan kondisi kelistrikan di rumah untuk meminimalkan terjadinya kebakaran.
“Terkadang, instalasi listrik awalnya dipasang untuk daya 450 watt. Namun, setelah daya listrik ditambah beberapa tahun kemudian, instalasinya tidak diperbaiki atau disesuaikan dengan beban pemakaian sehingga berpotensi memicu korsleting,” ungkapnya.
Salah satu rumah yang terbakar telah menerima bantuan program Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) pada 2025. Untuk penanganan selanjutnya, Pemkab Kendal akan berkoordinasi dengan pemerintah desa dan Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (Disperkim).
“Nanti kami koordinasikan dengan pemerintah desa untuk langkah selanjutnya. Kami juga akan berkoordinasi dengan Disperkim,” ungkapnya.
Sebelumnya, kebakaran melanda rumah Ngarman di Dusun Banyuurip, Desa Tejorejo, Kecamatan Ringinarum pada Minggu, 11 Oktober 2026 sekitar pukul 11.00 WIB.
Menurut Sularno, menantu Ngarman, saat kejadian itu seluruh penghuni berada di rumah, tetapi api tiba-tiba membesar dan dengan cepat membakar bangunan.
Sularno menyebut cuaca panas dan kendala ketersediaan air menjadi tantangan dalam proses pemadaman. Meski petugas pemadam kebakaran telah bergerak sigap, api telanjur menghanguskan rumah beserta seluruh isinya.
“Semua ludes terbakar, termasuk dokumen-dokumen penting. Harapan kami, rumah ini bisa dibantu untuk dibangun kembali. Alhamdulillah tadi Ibu Bupati juga memberikan bantuan dan dari dinas langsung membantu cetak KTP dan KK. Tapi kalau ijazah belum,” pungkasnya.
Jurnalis: Anik Kustiani
Editor: Ulfa











