• Peta Situs
  • Kerjasama & Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kabar Hari Ini
Jumat, Oktober 16, 2026
harianmuria
  • Home
  • Nasional
  • Berita Daerah
    • Blora
    • Rembang
    • Grobogan
    • Pati
    • Jepara
    • Kendal
    • Demak
    • Kudus
    • Semarang
  • Artikel
    • Biografi
    • Kesehatan
    • Kuliner
    • Lifestyle
    • Parenting
    • Silabus & RPP
    • Tips
    • Travelling
  • Box Redaksi
No Result
View All Result
harianmuria
  • Home
  • Nasional
  • Berita Daerah
    • Blora
    • Rembang
    • Grobogan
    • Pati
    • Jepara
    • Kendal
    • Demak
    • Kudus
    • Semarang
  • Artikel
    • Biografi
    • Kesehatan
    • Kuliner
    • Lifestyle
    • Parenting
    • Silabus & RPP
    • Tips
    • Travelling
  • Box Redaksi
No Result
View All Result
harianmuria
No Result
View All Result

Resmikan Migrant Center Unpad, Menteri P2MI Targetkan 500.000 Pekerja Migran Terampil hingga 2029

Redaksi by Redaksi
9 Oktober 2026
in Berita KP2MI
65 3
Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) Mukhtarudin meresmikan Migrant Center dan meninjau fasilitas pelatihan pekerja migran di Universitas Padjadjaran (Unpad), Bandung, Jawa Barat, Jumat (9/10/2026). (Dok. KP2MI)

Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) Mukhtarudin meresmikan Migrant Center dan meninjau fasilitas pelatihan pekerja migran di Universitas Padjadjaran (Unpad), Bandung, Jawa Barat, Jumat (9/10/2026). (Dok. KP2MI)

520
VIEWS
Tanya ChatGPTShare to FacebookWhatsAppTelegram

BANDUNG, Harianmuria – Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) Mukhtarudin meresmikan Migrant Center dan meninjau fasilitas pelatihan pekerja migran di Universitas Padjadjaran (Unpad), Bandung, Jawa Barat, Jumat, 9 Oktober 2026.

Fasilitas ini diharapkan memperkuat penyiapan calon pekerja migran Indonesia (CPMI) yang terampil, profesional, dan berdaya saing global.

Migrant Center Unpad dirancang sebagai pusat layanan terpadu (one-stop service) yang menghubungkan dunia pendidikan dengan kebutuhan pasar kerja internasional.

Layanan yang disiapkan mencakup informasi peluang kerja, pelatihan kompetensi, sertifikasi, penguasaan bahasa asing, hingga pendampingan karier bagi calon pekerja migran Indonesia.

Mukhtarudin mengatakan, penguatan kualitas sumber daya manusia (SDM) menjadi salah satu prioritas pemerintah untuk memanfaatkan peluang kerja global. Hal ini sejalan dengan bonus demografi Indonesia dan meningkatnya kebutuhan tenaga kerja di berbagai negara.

“Bapak Presiden memberikan arahan kepada Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia agar meningkatkan kualitas pelindungan dari sebelum, selama, dan setelah bekerja serta mengoptimalkan penempatan Pekerja Migran Indonesia terampil dari medium-high skill,” tutur Mukhtarudin.

Menurut Mukhtarudin, besarnya jumlah penduduk usia produktif Indonesia menjadi peluang strategis untuk memenuhi kebutuhan tenaga kerja internasional. Di sisi lain, sejumlah negara menghadapi kekurangan tenaga kerja akibat fenomena penuaan penduduk atau aging population.

Pemerintah, lanjutnya, telah mendorong program penyiapan 500.000 pekerja migran Indonesia sesuai kebutuhan industri internasional sebagai salah satu program percepatan (quick wins). Program tersebut merupakan tindak lanjut arahan Presiden dalam Sidang Kabinet pada 20 Oktober 2025.

Program SMK Go Global menjadi salah satu langkah untuk menyiapkan pekerja migran dengan kompetensi sesuai kebutuhan pasar kerja internasional. Selain meningkatkan keterampilan, program ini merupakan bentuk pelindungan dari hulu agar calon pekerja migran memiliki bekal memadai sebelum memasuki dunia kerja di luar negeri.

Melalui program SMK Go Global, Kementerian P2MI menargetkan penempatan pekerja migran secara bertahap sebanyak 40.000 orang pada 2026, 140.000 orang pada 2027, 180.000 orang pada 2028, dan 140.000 orang pada 2029.

“SMK Go Global merupakan upaya nyata pemerintah untuk menyiapkan Pekerja Migran Indonesia yang terampil, profesional, dan berdaya saing global,” imbuh Mukhtarudin.

Mukhtarudin menegaskan, Kementerian P2MI terus memperkuat kerja sama penyiapan tenaga kerja melalui pelatihan dan pendidikan vokasi. Saat ini, kerja sama telah terjalin dengan 12 kementerian/lembaga melalui 258 lembaga vokasi pekerja migran, dengan kapasitas pelatihan mencapai 248.141 orang per tahun.

Dalam konteks tersebut, keberadaan Migrant Center di perguruan tinggi diharapkan menjadi bagian penting dari ekosistem penyiapan pekerja migran yang terintegrasi, mulai dari peningkatan kompetensi hingga akses terhadap peluang kerja di luar negeri.

Peresmian Migrant Center Unpad merupakan tindak lanjut sinergi antara Kementerian P2MI dan Unpad yang telah dituangkan dalam nota kesepahaman serta diperkuat melalui Perjanjian Kerja Sama pembentukan Migrant Center pada 28 Juli 2026.

Mukhtarudin menyampaikan apresiasi kepada Rektor Unpad Prof. Arief Sjamsulaksan Kartasasmita beserta seluruh sivitas akademika atas komitmen membangun kolaborasi untuk meningkatkan kualitas calon pekerja migran Indonesia.

“Migrant Center Unpad dapat memperkuat ekosistem pembelajaran, pelatihan, dan pengabdian kepada masyarakat, khususnya di Jawa Barat dan Kota Bandung beserta wilayah sekitarnya,” ujar Mukhtarudin.

Ia juga mendorong mahasiswa dan sivitas akademika mengambil peran dalam edukasi migrasi aman, literasi keuangan dan hukum, serta pemberdayaan sosial ekonomi masyarakat.

Dengan demikian, perguruan tinggi diharapkan tidak hanya menjadi tempat pengembangan ilmu pengetahuan, tetapi juga berkontribusi langsung dalam menyiapkan pekerja migran profesional untuk pasar global.

Unpad Perluas Akses Pelatihan bagi Masyarakat

Rektor Unpad Prof. Arief Sjamsulaksan Kartasasmita mengatakan, peresmian Unpad Skill Hub dan Migrant Center menjadi langkah untuk memperluas manfaat pendidikan dan pelatihan yang diselenggarakan universitas kepada masyarakat.

Arief menyampaikan terima kasih kepada Menteri P2MI Mukhtarudin atas dukungan dan arahan dalam mendorong terwujudnya fasilitas tersebut.

Menurutnya, Migrant Center diharapkan tidak hanya memberikan manfaat bagi mahasiswa dan sivitas akademika, tetapi juga masyarakat luas yang membutuhkan peningkatan kompetensi dan peluang karier.

“Unpad ini sekarang memiliki visi untuk bisa lebih inklusif. Jadi, lebih banyak lagi masyarakat yang bisa menikmati kualitas pendidikan di Unpad tanpa perlu menjadi mahasiswa Unpad,” kata Arief.

Ia menjelaskan, melalui fasilitas tersebut, masyarakat diharapkan dapat mengakses pelatihan yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja, termasuk peluang penempatan tenaga kerja ke luar negeri secara terarah, efektif, dan aman.

Arief menilai, kolaborasi dengan Kementerian P2MI membuka peluang untuk menghubungkan proses pelatihan di perguruan tinggi dengan kebutuhan tenaga kerja internasional. Dengan begitu, hasil pendidikan dan pelatihan dapat memberikan manfaat nyata bagi peserta sekaligus mendukung pemenuhan kebutuhan tenaga kerja global.

Untuk memperluas kapasitas layanan, Unpad juga tengah menyiapkan fasilitas pelatihan baru di kawasan Jalan Dago, Bandung. Fasilitas yang direncanakan menjadi pusat pengembangan berikutnya tersebut akan dilengkapi penginapan, gedung pelatihan yang lebih besar, serta laboratorium yang lebih memadai.

Arief mengatakan, pengembangan fasilitas itu diharapkan memungkinkan Unpad memperluas bidang pelatihan, termasuk sektor keperawatan dan bidang lain yang dibutuhkan pasar kerja internasional.

Selain itu, Unpad memiliki fasilitas pelatihan di Garut yang selama lebih dari lima tahun telah menjadi pusat pelatihan caregiver dan keperawatan.

Ke depan, pengembangan fasilitas tersebut akan diintegrasikan dalam upaya memperkuat layanan pelatihan pekerja migran.

Melalui pengembangan Migrant Center dan fasilitas vokasi, Unpad berharap masyarakat, khususnya di Bandung, Sumedang, Garut, dan wilayah Jawa Barat lainnya, memperoleh akses lebih luas terhadap peningkatan keterampilan serta pengembangan karier.

Peresmian Migrant Center Unpad menjadi bagian dari upaya memperkuat sinergi pemerintah dan perguruan tinggi dalam membangun SDM Indonesia yang kompeten. Kolaborasi ini juga diharapkan memastikan calon pekerja migran memperoleh informasi, pelatihan, dan akses penempatan sesuai prosedur.

Sinergi tersebut diharapkan turut mendukung program SMK Go Global sekaligus menyiapkan pekerja migran Indonesia yang terampil, terlindungi, dan mampu bersaing di pasar kerja internasional.

Penulis: Amelia Erisanna

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari harianmuria.com
Tags: Berita KP2MIInfo KP2MIKementrian Perlindungan Pekerja Migran IndonesiaKP2MIpekerja migranPekerja Migran Indonesiaperlindungan pekerja migran
SummarizeShare38SendShare
Previous Post

Pemkot Pekalongan Dorong ASN-OPD Lahirkan Terobosan Baru Lewat Festival Inovasi 2026

Next Post

Pemkot Pekalongan Ajak Generasi Muda Cintai Batik Lewat Lomba Membatik

Redaksi

Redaksi

Berita Terkait

Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI) dan Forum Pemberdayaan Perempuan Indonesia (FPPI) menandatangani Nota Kesepahaman di Jakarta, Jumat, 16 Oktober 2026. (Dok. KP2MI)

Perkuat Kemandirian Ekonomi, KP2MI Gandeng FPPI Berdayakan Perempuan Pekerja Migran Indonesia

by Redaksi
16 Oktober 2026
503

JAKARTA, Harianmuria.com – Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI) menggandeng Forum Pemberdayaan Perempuan Indonesia (FPPI) untuk memperkuat kemandirian ekonomi perempuan pekerja migran Indonesia (PMI) dan keluarganya. Kolaborasi tersebut...

Menteri P2MI Mukhtarudin (kanan) dan Menteri Perindustrian Sarmuji usai penandatanganan pembaruan Nota Kesepahaman (MoU) dan Perjanjian Kerja Sama (PKS) di Balai Diklat Industri (BDI), Jakarta, Kamis, 15 Oktober 2026. (Dok. KP2MI)

KP2MI dan Kemenperin Perluas SMK Go Global, 1.066 Calon PMI Disiapkan Kerja di Luar Negeri

by Redaksi
15 Oktober 2026
524

JAKARTA, Harianmuria.com – Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI) dan Kementerian Perindustrian (Kemenperin) memperkuat kerja sama untuk menyiapkan lulusan vokasi agar mampu bersaing di pasar kerja internasional melalui...

Warga Blora Pencari Kerja Tembus 964 hingga April 2026, 99 Orang Daftar Jadi PMI

Warga Blora Pencari Kerja Tembus 964 hingga April 2026, 99 Orang Daftar Jadi PMI

by ulfa puspa
10 Oktober 2026
556

BLORA, Harianmuria.com – Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja (Dinperinaker) Kabupaten Blora mencatat sebanyak 964 warga sebagai pencari kerja selama periode Januari-April 2026. Kepala Dinperinaker Blora, Endro Budi Darmawan,...

Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) Mukhtarudin saat melakukan kunjungan kerja ke Universitas Kebangsaan Republik Indonesia (UKRI), Bandung, Jawa Barat, Jumat, 9 Oktober 2026. (Dok. KP2MI)

Serap 212 Ribu Peluang Kerja Luar Negeri, Menteri P2MI Genjot Program SMK Go Global

by Redaksi
9 Oktober 2026
520

BANDUNG, Lingkar.news – Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) Mukhtarudin menegaskan Program SMK Go Global menjadi salah satu strategi pemerintah untuk menyiapkan tenaga kerja Indonesia yang terampil dan...

Load More

BERITA UTAMA

Investor Jepang Ingin Bangun Pabrik Biometan di Blora, Bupati: Lirik Potensi Limbah Pertanian

Investor Jepang Ingin Bangun Pabrik Biometan di Blora, Bupati: Lirik Potensi Limbah Pertanian

16 Oktober 2026
534
Festival Literasi Blora 2026 Digelar 4 Hari, Bupati Dorong Budaya Baca hingga Desa

Festival Literasi Blora 2026 Digelar 4 Hari, Bupati Dorong Budaya Baca hingga Desa

15 Oktober 2026
526
RSU Permata Tambah 10 Unit ICU Baru, Bupati Blora: Utamakan Keselamatan Pasien

RSU Permata Tambah 10 Unit ICU Baru, Bupati Blora: Utamakan Keselamatan Pasien

14 Oktober 2026
530
Rembang Bisa Hemat Rp300 M Jika Gaji PPPK Dibayar Pusat, Bupati: Tapi TKD Harus Tetap

Rembang Bisa Hemat Rp300 M Jika Gaji PPPK Dibayar Pusat, Bupati: Tapi TKD Harus Tetap

13 Oktober 2026
546

TRENDING HARI INI

  • Kemarau Panjang, Warga Sambongrejo Blora Mulai Krisis Air Bersih

    Kemarau Panjang, Warga Sambongrejo Blora Mulai Krisis Air Bersih

    101 shares
    Share 40 Tweet 25
  • Didanai APBN Rp400 Juta, Pemkab Kudus Buka 5 Kelas Pelatihan Kerja

    97 shares
    Share 39 Tweet 24
  • Masih Ada SPPG Tak Serap Telur Lokal, Peternak Kendal Minta BGN Tindak Tegas

    208 shares
    Share 83 Tweet 52
  • KPK Tangkap Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo: Diduga Suap BPK dan Pengadaan Barang Jasa

    97 shares
    Share 39 Tweet 24
  • Investor Jepang Ingin Bangun Pabrik Biometan di Blora, Bupati: Lirik Potensi Limbah Pertanian

    96 shares
    Share 38 Tweet 24
  • Gubernur Jateng Tanggapi Kabar Bupati Klaten Terjaring OTT KPK

    96 shares
    Share 38 Tweet 24
  • Pekan Batik Nusantara 2026 di Kota Pekalongan Pertemukan Pelaku UMKM dari Berbagai Daerah

    95 shares
    Share 38 Tweet 24
Harian Muria

Harian Muria Merupakan Media Online Tersertifikasi Dewan Pers Dengan Nomer 1287/DP-VERIFIKASI/K/X/2024

Penerbit :
PT. Mediatama Anugrah Pers
SK. Kemenkumham RI Nomor : AHU-0008754.AH.01.01.TAHUN 2023

PILIHAN EDITOR

Ilustrasi keluarga Islami. (Freepik/Harianmuria.com)

Ajarkan Anak Pola Pikir Memandang Kesuksesan, Simak Tips Psikologinya

30 Juli 2023
647
Dua RSUD di Blora, yaitu RSUD Blora dan RSUD Cepu, kini membayar gaji pegawai menggunakan anggaran BLUD tanpa subsidi APBD.

RSUD Blora Catat Lonjakan Pendapatan dan Kualitas Layanan Sejak Berstatus BLUD

1 Oktober 2025
653

IKUTI SOSMED KAMI

  • Peta Situs
  • Box Redaksi
  • Kerjasama & Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

© 2026 Harian Muria - Portal Berita Muria Raya dan Sekitarnya

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Berita Daerah
    • Blora
    • Demak
    • Grobogan
    • Jepara
    • Kendal
    • Kudus
    • Pati
    • Rembang
    • Semarang
  • Artikel
    • Biografi
    • Kesehatan
    • Kuliner
    • Lifestyle
    • Parenting
    • Silabus & RPP
    • Tips
    • Travelling
  • Box Redaksi
  • Kerjasama & Iklan

© 2026 Harian Muria - Portal Berita Muria Raya dan Sekitarnya