SEMARANG, Harianmuria.com – Brigjen Pol Roy Hardi Siahaan ditunjuk menjadi Kapolda Jawa Tengah dalam mutasi besar-besaran yang dilakukan Kapolri Jenderal Pol Suyudi Ario Seto.
Perwira lulusan Akademi Kepolisian (Akpol) 1993 itu memiliki pengalaman panjang di bidang reserse dan pemberantasan narkotika.
Penunjukan Roy sebagai Kapolda Jateng tertuang dalam Surat Telegram Kapolri Nomor ST/2205/X/KEP./2026 tertanggal 2 Oktober 2026. Dalam telegram tersebut, Roy menggantikan Irjen Pol Ribut Hari Wibowo yang mendapat penugasan baru sebagai Wakalemdiklat Polri.
Roy Hardi Siahaan lahir di Medan, Sumatera Utara, pada 16 Februari 1970. Karier kepolisiannya banyak bersinggungan dengan bidang reserse, termasuk ketika bertugas di Jawa Tengah sebagai Kasat Reskrim Polrestabes Semarang.
Selain menjalani penugasan di lingkungan Polri, Roy juga memiliki pengalaman panjang di Badan Narkotika Nasional (BNN). Ia pernah menjabat Kepala BNNP Maluku Utara pada 2020 dan Kepala BNNP Kalimantan Tengah pada 2021.
Pada 2022, Roy dipercaya sebagai Direktur Narkotika BNN. Setahun kemudian, tepatnya sejak 8 Juni 2023, dia menjabat Direktur Penindakan dan Pengejaran Deputi Bidang Pemberantasan BNN.
Salah satu operasi yang menonjol dalam perjalanan Roy di BNN adalah pengejaran Dewi Astutik alias Mami, buronan internasional yang dikaitkan dengan jaringan penyelundupan 2 ton sabu. Operasi lintas negara tersebut berujung pada penangkapan Dewi di Sihanoukville, Kamboja.
Dalam operasi itu, BNN bekerja sama dengan Kepolisian Kamboja, KBRI Phnom Penh, Atase Pertahanan RI, Badan Intelijen Strategis (BAIS) TNI, serta Bea dan Cukai. Penangkapan tersebut menjadi bagian dari upaya memburu buronan yang terkait dengan jaringan narkotika internasional.
Sebelum mendapat tugas di BNN, Roy juga pernah menduduki sejumlah posisi di bidang reserse, antara lain Kepala Unit IV Sat Ops I Direktorat Reserse Kriminal Polda Jawa Barat, Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Bengkulu, serta Kasat Reskrim Polrestabes Semarang.
Dengan penugasan barunya, Roy kembali ke Jawa Tengah dalam posisi yang lebih tinggi. Kali ini dia memegang tongkat komando sebagai Kapolda Jateng dan menggantikan Ribut Hari Wibowo.
Mutasi Roy menjadi bagian dari rotasi 19 Kapolda yang dilakukan Suyudi. Selain Jawa Tengah, pergantian juga terjadi di sejumlah daerah, termasuk Metro Jaya, Jawa Barat, Jawa Timur, Sumatera Utara, Sumatera Selatan, hingga Daerah Istimewa Yogyakarta.
Divisi Humas Polri menyebut mutasi dan rotasi tersebut merupakan bagian dari dinamika organisasi, kebutuhan organisasi, pembinaan karier, serta penyegaran dalam pelaksanaan tugas kepolisian.
(Red/Harianmuria.com)











