JAKARTA, Harianmuria.com – Irjen Pol Dadang Hartanto mendapat tugas baru sebagai Kapolda Metro Jaya dalam mutasi besar-besaran Polri yang dilakukan Kapolri Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto.
Perwira tinggi Polri ini bukan hanya memiliki pengalaman panjang di bidang kepolisian, tetapi juga menyandang gelar profesor.
Penunjukan Dadang Hartanto sebagai Kapolda Metro Jaya tertuang dalam Surat Telegram Kapolri Nomor ST/2205/X/KEP./2026 tertanggal 2 Oktober 2026. Ia menggantikan Komjen Pol Asep Edi Suheri yang mendapat tugas baru sebagai Inspektur Pengawasan Umum (Irwasum) Polri.
Sebelum dipercaya memimpin Polda Metro Jaya, Dadang Hartanto menjabat sebagai Kapolda Maluku. Ia merupakan lulusan Akademi Kepolisian (Akpol) 1994 dan memiliki pengalaman di berbagai bidang, mulai dari operasional kepolisian, reserse, kewilayahan, hingga pendidikan kepolisian.
Karier Dadang di kepolisian antara lain dimulai ketika ia dipercaya sebagai Kapolsek Senen pada 2005. Empat tahun kemudian, ia menjabat Kapolres Subang, kemudian dipercaya sebagai Kapolres Cianjur pada 2011.
Pada 2012, Dadang mendapat tugas sebagai Wakapolrestabes Bandung. Pada tahun yang sama, ia juga pernah dipercaya menjabat Sekretaris Pribadi Kapolri.
Pengalamannya di lingkungan Mabes Polri berlanjut ketika Dadang dipercaya menjadi Koordinator Staf Pribadi Pimpinan (Koorspripim) Polri. Ia kemudian menjabat Analis Kebijakan Madya Bidang Pidana Ekonomi Khusus Bareskrim Polri pada 2016.
Dadang kembali mendapat penugasan di wilayah ketika dipercaya menjadi Kapolrestabes Medan pada 2017. Dua tahun kemudian, ia menjabat Kepala Biro Perencanaan dan Administrasi (Karorenmin) Bareskrim Polri.
Pada 2020, Dadang ditunjuk sebagai Wakapolda Sumatera Utara. Kariernya kemudian bersinggungan semakin kuat dengan dunia pendidikan kepolisian.
Pada 2023, Dadang menjabat Widyaiswara Kepolisian Utama Tingkat I Sespim Lemdiklat Polri. Setahun kemudian, tepatnya 20 September 2024, ia dipercaya menjadi Ketua Sekolah Tinggi Ilmu Kepolisian (STIK) Lemdiklat Polri.
Jabatan tersebut menjadi salah satu bagian penting dalam perjalanan karier Dadang sebelum kemudian ditugaskan sebagai Kapolda Maluku pada 2025.
Selain berkarier di kepolisian, Dadang Hartanto juga aktif di bidang akademik. Ia tercatat sebagai dosen di Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU).
Dadang menempuh pendidikan S1 di Sekolah Tinggi Ilmu Kepolisian. Pendidikan S2 dan S3 kemudian diselesaikannya di Universitas Indonesia dengan bidang keilmuan Ilmu Administrasi Publik.
Pada 27 Mei 2023, Dadang dikukuhkan sebagai Guru Besar bidang Ilmu Administrasi Publik pada Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik UMSU melalui sidang senat terbuka.
Gelar profesor tersebut menjadi salah satu sisi menarik dari sosok Dadang Hartanto. Rekam jejaknya tidak hanya berada di lingkungan operasional kepolisian, tetapi juga mencakup dunia akademik dan pendidikan kepolisian.
Nama Dadang juga pernah menjadi perhatian publik ketika ia dipercaya menjadi Komandan Upacara Hari Bhayangkara ke-79 di Lapangan Monas, Jakarta, pada 1 Juli 2025.
Saat itu, Presiden Prabowo Subianto bertindak sebagai inspektur upacara. Dadang yang ketika itu menjabat Ketua STIK Lemdiklat Polri dipercaya memimpin upacara peringatan Hari Bhayangkara tersebut.
Tidak lama setelah menjadi Komandan Upacara HUT Bhayangkara ke-79, Dadang mendapat penugasan sebagai Kapolda Maluku. Kini, ia kembali mendapat tugas baru sebagai Kapolda Metro Jaya.
Penunjukan Dadang Hartanto sebagai Kapolda Metro Jaya menjadi bagian dari mutasi 88 perwira tinggi dan perwira menengah Polri. Dalam rotasi tersebut, 19 jabatan Kapolda di berbagai wilayah Indonesia turut mengalami pergantian.
(Red/Harianmuria.com)









