BLORA, Harianmuria.com – Dua siswa SD Negeri 1 Tutup, Kecamatan Tunjungan, Kabupaten Blora tidak masuk sekolah usai mengalami indikasi keracunan menu program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Kepala SDN 1 Tutup, Mustopa Kamal Riyanto, mengungkapkan dua siswanya tidak berangkat hari ini, Jumat, 2 Oktober 2026 setelah mengalami gejala keracunan pada hari sebelumnya.
Selain itu, saat kegiatan belajar mengajar berlangsung beberapa siswa masih mengalami keluhan sakit perut. Siswa kemudian diperiksa lagi oleh petugas kesehatan Puskesmas Tunjungan.
“Yang masih ada rasa sakit perut maupun pusing diperiksa lagi dari Puskesmas dan diberi obat. Lima siswa masih mengeluhkan sakit perut,” bebernya.
Kamal menyebutkan dari siswa yang diperiksa Puskesmas Tunjungan, tiga siswa melanjutkan aktivitas belajar sementara dua siswa lainnya diperbolehkan pulang.
“Yang dua tadi tidak masuk, dijemput di rumah lalu diperiksa di sekolahan. Jadi yang dua pulang lagi setelah diperiksa dan diberi obat,” terangnya.
Saat ini jumlah siswa yang mengalami keluhan sakit perut, pusing hingga muntah bertambah satu siswa, dari kelas lima. Pemeriksaan tersebut dilakukan untuk memantau perkembangan kesehatan siswa setelah insiden terjadi.
“Ada satu siswa kelas lima yang mengalami keluhan serupa. Jadi jumlahnya bertambah menjadi 14 siswa yang mengalami keluhan,” bebernya.
Sebelumnya, indikasi keracunan MBG dialami 13 siswa secara bersamaan setelah menyantap MBG yang didistribusikan oleh SPPG Tutup di bawah Yayasan Pelita Gizi Makmur.
Jurnalis: Eko Wicaksono
Editor: Ulfa











