KENDAL, Harianmuria.com – Sebanyak 150 bibit sukun ditanam Karang Taruna Kabupaten Kendal bersama Bupati Kendal, Dyah Kartika Permanasari, di Dukuh Sono, Desa Tejorejo, Kecamatan Ringinarum, Kamis, 1 Oktober 2026. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari rangkaian Bulan Bakti Karang Taruna (BBKT) 2026.
Program bertajuk “Karta Menanam” itu tidak hanya diarahkan untuk memperluas penghijauan, tetapi juga menjadi upaya mendorong ketahanan pangan dan membuka potensi ekonomi bagi masyarakat.
Bupati Kendal yang akrab disapa Tika mengatakan keterlibatan Karang Taruna dalam kegiatan lingkungan menunjukkan bahwa organisasi kepemudaan tersebut memiliki peran yang lebih luas di tengah masyarakat.
“Karta Menanam membuktikan bahwa Karang Taruna tidak hanya sekadar hadir dalam kegiatan sosial kemasyarakatan, tetapi juga peduli terhadap pelestarian lingkungan, menjaga dan merawat bumi beserta seisinya,” ucapnya.
Menurutnya, gerakan penanaman pohon perlu dilanjutkan secara berkelanjutan agar manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang. Ia juga berharap Desa Tejorejo dapat berkembang sebagai salah satu sentra tanaman sukun di Kabupaten Kendal.
“Saya terima kasih kepada Karang Taruna Kabupaten Kendal dan Desa Tejorejo. Harapannya desa ini nantinya bisa menjadi penghasil tanaman sukun. Sehingga ke depan diharapkan dapat meningkatkan perekonomian,” tuturnya.
Tika juga mendorong generasi muda agar aktif menciptakan kegiatan dan inovasi yang dapat mendukung pembangunan daerah. Menurutnya, keterlibatan masyarakat menjadi bagian penting dalam menjalankan berbagai program pemerintah.
“Jangan takut untuk membuat kegiatan, jangan takut untuk berinovasi, jangan takut untuk mengambil peran. Karena pemerintah tidak mungkin bekerja sendiri,” tegas Bupati Tika.
Tika mengatakan Pemkab Kendal juga akan mendukung program konservasi lingkungan yang dilaksanakan bersama masyarakat. Pemerintah desa didorong ikut memperluas penanaman sukun hingga ke lingkungan rumah warga.
“Saya juga sudah berpesan agar pemerintah desa ikut mendukung di rumah-rumah agar menanam pohon sukun. Dan 3-4 tahun lagi warga bisa panen sukun dan muncul klaster-klaster hasil olahan sukun,” tambahnya.
Kepala Dinas Sosial Kendal, Albertus Hendri Setyawan, mengatakan Karta Menanam merupakan hasil kolaborasi antara pemerintah daerah dan Karang Taruna dalam rangka memperingati BBKT.
“Dalam rangka Bulan Bakti Karang Taruna, Dinsos bersama Karang Taruna menanam sebanyak 150 bibit sukun. Tujuannya sebagai bentuk nyata kepedulian generasi muda terhadap pelestarian lingkungan, mendorong penghijauan, sekaligus memperkuat peran Karang Taruna sebagai mitra pemerintah,” katanya.
Ia menjelaskan, tanaman sukun dipilih karena memiliki manfaat ekologis sekaligus peluang untuk dikembangkan sebagai sumber pangan dan produk bernilai ekonomi.
“Sukun ini memiliki potensi yang bagus, tetapi sekarang sudah jarang ditemukan. Selain untuk penghijauan, sukun juga bisa diolah dan menjadi potensi ekonomi sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” jelasnya.
Ketua Karang Taruna Kabupaten Kendal, Nattaya Kenenza, menuturkan Karta Menanam menjadi salah satu agenda dalam rangkaian BBKT yang diperingati setiap September.
Selain penanaman pohon, rangkaian kegiatan tahun ini juga mencakup Karang Taruna Goes to School dan sejumlah agenda lainnya hingga puncak BBKT.
“Melalui rangkaian kegiatan ini, Bulan Bakti Karang Taruna tidak hanya menjadi momentum mempererat kebersamaan, tetapi juga menjadi ruang bagi generasi muda untuk mengambil peran dalam kegiatan sosial dan pembangunan lingkungan di Kabupaten Kendal,” ujarnya.
Nattaya berharap seluruh bibit yang telah ditanam dapat tumbuh dengan baik dan memberikan manfaat bagi masyarakat dalam jangka panjang.
“Harapannya bibit sukun ini bisa tumbuh dengan subur. Melalui BBKT ini kami juga ingin masyarakat tahu bahwa Karang Taruna ada dan bisa memberikan manfaat bagi masyarakat,” tutupnya.
Jurnalis: Anik Kustiani
Editor: Rosyid











