GROBOGAN, Harianmuria.com – Hasil penelitian terhadap kandungan lumpur dan garam di objek wisata Bledug Kuwu, Kabupaten Grobogan dinilai membuka peluang baru bagi pengembangan pariwisata sekaligus ekonomi masyarakat sekitar.
Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, Kebudayaan dan Pariwisata (Disporabudpar) Grobogan, Wahono, mengatakan hasil penelitian tersebut menjadi modal penting bagi pemerintah daerah untuk memperkuat branding Bledug Kuwu sebagai destinasi wisata yang aman sekaligus memiliki potensi ekonomi.
“Dari hasil penelitian ini tentu saja menjadi modal bagi kami untuk melakukan branding. Yang pertama, kunjungan wisatawan ke Bledug Kuwu aman, tidak ada lagi radioaktif,” kata Wahono.
Selain aspek keamanan, Wahono menyebut Bledug Kuwu memiliki potensi yang jauh lebih besar daripada sekadar objek wisata. Kandungan yang terdapat pada lumpur dan garam di kawasan tersebut dinilai dapat dikembangkan menjadi produk bernilai ekonomi.
“Yang kedua, Bledug Kuwu tidak hanya sebagai objek wisata. Ternyata ada nilai ekonomis yang bisa dikembangkan melalui produk-produk, seperti lumpur kemudian garam dengan kandungan-kandungan yang bisa dimanfaatkan,” ujarnya.
Ia menilai potensi tersebut dapat menjadi peluang bagi masyarakat sekitar untuk menciptakan produk unggulan berbasis kearifan lokal.
“Mungkin saja nanti masyarakat bisa mengembangkan produk-produk unggulan yang memiliki nilai kearifan lokal dan berdampak secara ekonomi,” imbuhnya.
BRIN Teliti Dugaan Bahaya Radioaktif di Bledug Kuwu Grobogan, Ini Hasilnya
Sebelumnya, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) melalui Politeknik Nuklir Indonesia meneliti dugaan bahaya paparan radioaktif di kawasan wisata Bledug Kuwu, Kabupaten Grobogan pada November 2025.
Dosen Politeknik Nuklir Indonesia, Lutfi Aditya Hasnowo, mengatakan penelitian dilakukan melalui pemantauan dan analisis lingkungan di kawasan Bledug Kuwu. Tim mengambil sejumlah sampel untuk mengetahui tingkat radioaktivitas sekaligus kandungan bahan di kawasan tersebut.
“Kemarin kita melakukan pemantauan dan analisis lingkungan, baik lingkungan di Bledug Kuwu maupun sampel-sampel lumpur, air, dan juga garam,” kata Lutfi dalam kegiatan Nuclear Engagement di Aula Bapperinda Grobogan, Jumat, 25 September 2026.
Lutfi mengatakan bahwa dari pemeriksaan tersebut, tim tidak menemukan tingkat radioaktivitas yang melewati batas aman. Hasil itu juga menjawab kekhawatiran mengenai kemungkinan adanya paparan radioaktif pada material yang berada di kawasan Bledug Kuwu.
“Hasil pantauan dan analisis kami terkait radioaktivitas semua aman, di bawah ambang batas,” jelasnya.
Selain radioaktivitas, tim peneliti juga melakukan pemeriksaan terhadap kandungan logam berat pada sampel. Lutfi mengatakan hasil sementara pemeriksaan tersebut masih berada dalam kondisi aman, meski diperlukan penelitian lanjutan untuk memperoleh gambaran yang lebih mendalam.
“Yang dari kita dapatkan itu hasilnya yang muncul juga aman, tapi itu masih perlu dikaji lebih lanjut,” katanya.
Jurnalis: Ahmad Abror
Editor: Ulfa











