GROBOGAN, Harianmuria.com – Kandang sapi milik Solikin (61), warga Desa Bringin, Kecamatan Godong, Kabupaten Grobogan, terbakar pada Senin, 21 September 2026 dini hari. Kobaran api menghanguskan kandang berukuran sekitar 10 meter x10 meter dan menyebabkan seekor sapi jantan mati setelah terjebak di dalam kandang.
Kebakaran diketahui sekitar pukul 01.00 WIB. Saat itu, Fitriyono (34), anak Solikin, hendak menuju kamar mandi yang berada di antara rumah dan kandang sapi.
Namun, saat berada di sekitar kamar mandi, Fitriyono mendengar suara letupan. Bersamaan dengan itu, terdengar suara ayam dan mentok yang berterbangan.
Curiga dengan suara tersebut, Fitriyono kemudian mengecek ke arah kandang. Ia pun terkejut ketika melihat api sudah membakar bagian pojok atap kandang. Bahkan, kobaran api terlihat menjulur keluar melalui genteng.
Fitriyono sontak berteriak meminta pertolongan. Warga sekitar yang mendengar teriakan tersebut langsung berdatangan dan berupaya memadamkan api menggunakan peralatan seadanya.
Namun, upaya warga tidak membuahkan hasil. Tumpukan jerami dalam jumlah cukup banyak di dalam kandang membuat api dengan cepat membesar dan sulit dikendalikan. Warga akhirnya melaporkan kejadian tersebut kepada Polsek Godong dan petugas pemadam kebakaran.
Personel Polsek Godong bersama petugas Damkar Godong kemudian tiba di lokasi dan langsung melakukan pemadaman. Setelah api berhasil dijinakkan, petugas melakukan pendinginan untuk memastikan tidak ada bara api yang kembali menyala dan menjalar ke bangunan maupun lingkungan sekitar.
Kapolsek Godong AKP Muh. Suharto mengatakan, kandang sapi tersebut dibuat dari bambu dengan alas tanah.
“Dari hasil pemeriksaan, kebakaran diduga berasal dari proses bediang atau penggunaan api untuk mengusir nyamuk pada ternak,” ujar AKP Muh. Suharto.
Akibat kejadian tersebut, satu ekor sapi jantan mati karena tidak sempat diselamatkan dari dalam kandang. Sementara itu, tidak ada korban jiwa maupun korban luka dari pihak manusia. Sedangkan kerugian materiil akibat kebakaran tersebut diperkirakan mencapai Rp30 juta.
Kapolsek Godong mengingatkan masyarakat yang menggunakan bediang untuk ternak agar tidak lengah. Pasalnya, sumber api yang digunakan untuk mengusir nyamuk pada ternak berisiko jika diletakkan terlalu dekat dengan material yang mudah terbakar.
“Pastikan sumber api telah benar-benar padam setelah digunakan, terutama ketika berada di sekitar kandang ternak. Hal ini untuk mencegah kebakaran yang dapat menimbulkan kerugian maupun membahayakan keselamatan warga,” tandasnya.
Jurnalis: Ahmad Abror
Editor: Sekar











