REMBANG, Harianmuria.com – Pemerintah Kabupaten Rembang memberikan beasiswa kepada 106 mahasiswa berprestasi pada tahun 2026. Anggaran beasiswa yang digelontorkan mencapai Rp4,16 miliar.
Bupati Rembang Harno mengatakan, penerima beasiswa tahun ini berasal dari berbagai kecamatan dan menempuh pendidikan di perguruan tinggi negeri (PTN) maupun perguruan tinggi swasta (PTS).
“Rembang telah meloloskan beasiswa prestasi kepada masyarakat sebanyak 106 orang. Menyebar ke seluruh kecamatan dan berasal dari perguruan tinggi negeri maupun swasta,” kata Harno dalam acara penandatanganan perjanjian beasiswa digelar di Aula Lantai IV Setda Rembang, Senin, 21 September 2026.
Menurutnya, pemerintah terus berupaya memastikan masyarakat Rembang mendapatkan akses pendidikan. Oleh karena itu, Harno berharap jumlah penerima beasiswa dapat terus bertambah pada tahun-tahun berikutnya.
“Pendidikan masyarakat Rembang minimal harus lulus SLTA. SD, SMP, SMA ada yang gratis, jadi tidak ada alasan tidak punya biaya karena semuanya gratis oleh negara,” ujarnya.
Ia juga berpesan kepada penerima beasiswa agar serius menjalani perkuliahan dan menaati ketentuan yang telah ditetapkan.
“Sekolah yang benar, rajin. Jangan sampai ada sanksi sehingga putus,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Dindikpora) Rembang, Achmad Sholchan, mengatakan bahwa program beasiswa tahun 2026 mendapat 236 pendaftar.
Setelah melalui proses seleksi, 106 mahasiswa ditetapkan sebagai penerima, terdiri dari 98 mahasiswa PTN dan 8 mahasiswa PTS.
“Untuk tahun 2026 jumlah pendaftarnya sebanyak 236 orang, kemudian yang ditetapkan sebagai penerima beasiswa sebanyak 106 orang. Terdiri dari 98 mahasiswa perguruan tinggi negeri dan delapan mahasiswa perguruan tinggi swasta,” jelas Sholchan.
Menurut Sholchan, program tersebut juga memberikan perhatian terhadap masyarakat dari desa yang masuk dalam daftar desa prioritas. Dari 11 desa prioritas, terdapat delapan desa yang memenuhi kuota penerima dengan total 14 mahasiswa.
“Dari desa prioritas yang ditetapkan dengan target dua orang per desa, terdapat delapan desa yang terpenuhi, dengan jumlah 14 penerima,” ujarnya.
Delapan desa tersebut yakni Desa Kajar, Kecamatan Gunem, dua orang, Desa Ngasinan, Kecamatan Kragan, dua orang, Desa Criwik, Kecamatan Pancur, dua orang, Desa Banyuurip, Kecamatan Pancur, satu orang,Desa Pakis, Kecamatan Sale, dua orang, Desa Gilis, Kecamatan Sarang, satu orang, Desa Logung, Kecamatan Sumber, dua orang; serta Desa Bogorejo, Kecamatan Sumber, dua orang.
Dari jumlah tersebut, terdapat 12 penerima dari PTN dan dua penerima dari PTS.
Sementara tiga desa prioritas tercatat tidak memiliki pendaftar, yakni Desa Ngargomulyo, Kecamatan Lasem, Desa Blimbing, Kecamatan Sluke, dan Desa Baturno, Kecamatan Sarang.
Achmad menambahkan, jika diakumulasikan sejak program beasiswa pendidikan tinggi berjalan pada 2017 hingga 2026, terdapat 1.543 pendaftar dan 600 penerima.
“Kalau kita lihat rekapitulasi dari tahun 2017 sampai 2026, jumlah pendaftarnya mencapai 1.543 orang, sedangkan penerima beasiswa sebanyak 600 orang. Terdiri dari 487 penerima dari PTN dan 113 dari PTS,” terang Sholchan.
Secara berturut-turut, jumlah penerima yakni 37 orang pada 2017, 52 orang pada 2018, 52 orang pada 2019, 34 orang pada 2020, 69 orang pada 2021, 62 orang pada 2022, 44 orang pada 2023, 76 orang pada 2024, 68 orang pada 2025, dan 106 orang pada 2026.
Dalam periode tersebut, tercatat 21 penerima diberhentikan, sedangkan 284 penerima telah lulus. Sementara itu, masih terdapat 11 penerima yang belum terkonfirmasi status kelulusannya.
Program beasiswa ini menjadi salah satu upaya Pemkab Rembang memperluas kesempatan masyarakat berprestasi untuk mengenyam pendidikan tinggi, sekaligus mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia di daerah.
Jurnalis: Vicky Rio
Editor: Ulfa











