KUDUS, Harianmuria.com – Keinginan dalam menerapkan nilai-nilai religius membuat Pemerintah Kecamatan Jati membuat program unggulan bernama Jati Mengaji. Hal ini diungkapkan Camat Jati, Fiza Akbar saat ditemui baru-baru ini.
“Kami awalnya ingin membuat supaya Kudus yang terkenal dengan kota religius itu bisa terlaksana. Jadi kami mencetuskan program Jati Mengaji,” ucapnya.
Ia mengatakan, program Jati Mengaji ini awalnya merupakan program pemberdayaan masyarakat. Program ini kemudian dikembangkan dengan nama Jati Mengaji sejak 17 Februari 2021.
“Dulu itu program ini merupakan agenda pemberdayaan masyarakat, lalu kami lanjutkan menjadi Jati Mengaji,” katanya.
Kegiatan yang dilakukan dalam program ini diantaranya seperti mengaji Al-Quran bersama, belajar Asmaul Husna dan sholat berjamaah, mematikan televisi saat maghrib serta bertamu ketika sebelum dan setelah maghrib.
“Kami sudah sosialisasikan tentang program Jati Mengaji ini ke masyarakat. Masing-masing desa sudah menindaklanjuti program ini,” ungkapnya.
Selain program Jati Mengaji ini, Pemerintah Kecamatan Jati juga telah merancang program-program unggulan lainnya. Salah satunya yaitu pemberian layanan hukum gratis bagi masyarakat.
“Kami sudah merancang setidaknya 10 inovasi untuk nanti diterapkan di tahun 2023. Inovasi program kami tidak hanya aplikasi saja tapi juga pembaruan program yang bermanfaat bagi warga,” pungkasnya. (Lingkar Network | Nisa Hafizhotus Syarifa – Harianmuria.com)











