PASAMAN — Harapan masyarakat untuk mendapatkan akses air bersih yang layak mulai diwujudkan melalui langkah nyata.
Langkah itu diwujudkan oleh Kelompok Masyarakat (POKMAS) Pelaksana Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (PAMSIMAS) Paraman Dareh dan POKMAS Pelaksana PAMSIMAS Petok Timur.
Mereka memulai pelaksanaan program dengan membangun semangat gotong royong dan partisipasi masyarakat melalui kontribusi Incash atau dana tunai masyarakat.
Dalam kegiatan sosialisasi PAMSIMAS, masyarakat menyepakati kontribusi sebesar Rp100.000 per Kepala Keluarga (KK) sebagai bagian dari kontribusi masyarakat dalam mendukung pelaksanaan program.
Kontribusi tersebut menjadi salah satu bentuk nyata keterlibatan masyarakat sesuai dengan ketentuan pendanaan program yang mensyaratkan adanya kontribusi masyarakat.
Bagi masyarakat, angka Rp100.000 mungkin terlihat sederhana. Namun, bagi keberhasilan sebuah program, dana tersebut memiliki makna yang jauh lebih besar: tanda bahwa masyarakat ikut memiliki, ikut berjuang, dan siap menjaga keberlanjutan program.
Ketua POKMAS Pelaksana PAMSIMAS Paraman Dareh Bapak Indra Antoni menggambarkan filosofi tersebut dengan perumpamaan yang sederhana namun kuat.
“Dana Incash ini adalah tanda kita memiliki program. Sama dengan kita akan meminang anak gadis, tentu ada maharnya,” tutur Indra, Rabu (19/8/2026).
Perumpamaan tersebut menggambarkan bahwa program pembangunan bukan sekadar bantuan yang datang dari pemerintah, tetapi harus disambut dengan kesungguhan masyarakat. Ketika masyarakat ikut memberikan kontribusi, tumbuh rasa memiliki terhadap sarana yang nantinya dibangun.
Sementara itu, Koordinator Pelaksana POKMAS PAMSIMAS Petok Timur Bapak M. Riyal memiliki strategi tersendiri dalam membangun semangat masyarakat.
“Uang Rp100.000 per KK ini gunanya adalah umpan kita untuk mendapatkan program. Kita merasakan sulitnya air di kampung kita. Hanya dengan modal Rp100.000, kita bisa mendapatkan air sampai ke rumah kita.”
Pesan tersebut menjadi motivasi bagi masyarakat bahwa kontribusi hari ini merupakan investasi bersama untuk kebutuhan yang jauh lebih besar di masa depan.
Pengumpulan dana Incash dilakukan oleh tim POKMAS dengan mendatangi rumah masyarakat satu per satu.
Cara ini tidak hanya menjadi mekanisme pengumpulan kontribusi, tetapi juga menjadi kesempatan bagi pengurus POKMAS untuk berkomunikasi langsung, menjelaskan manfaat program, mendengar keluhan masyarakat, serta membangun kepercayaan dan rasa memiliki.
Strategi jemput bola tersebut diharapkan mampu membuat seluruh masyarakat memahami bahwa PAMSIMAS bukan hanya pembangunan infrastruktur, tetapi merupakan program yang membutuhkan partisipasi, transparansi, tanggung jawab, dan keberlanjutan.
Agar pengelolaan dana masyarakat semakin transparan, POKMAS dapat menerapkan inovasi “Rp100 Ribu untuk Air Bersih”, dengan setiap pembayaran dicatat dan diberikan bukti penerimaan kepada masyarakat.
POKMAS juga dapat membuat papan informasi kontribusi masyarakat yang diperbarui secara berkala. Papan tersebut dapat memuat jumlah KK yang sudah berkontribusi, total dana terkumpul, serta perkembangan capaian program.
Selain itu, dapat dibuat gerakan “Satu KK, Satu Kontribusi, Satu Harapan”, sehingga kontribusi masyarakat tidak dipandang sebagai pungutan, tetapi sebagai simbol gotong royong untuk menghadirkan air bersih.
Inovasi lainnya adalah membuat dokumentasi sederhana berupa “Jejak Air PAMSIMAS”. Setiap tahapan, mulai dari sosialisasi, pengumpulan Incash, pembangunan intake, jaringan perpipaan, reservoir hingga air mengalir ke rumah warga, didokumentasikan dan diinformasikan kepada masyarakat.
Dengan demikian, masyarakat dapat melihat secara langsung ke mana kontribusi mereka diarahkan dan bagaimana perjuangan bersama tersebut menghasilkan manfaat nyata.
Semangat yang dibangun oleh POKMAS Paraman Dareh dan Petok Timur menunjukkan bahwa keberhasilan PAMSIMAS tidak hanya ditentukan oleh besarnya anggaran, tetapi juga oleh besarnya kemauan masyarakat untuk bergerak bersama.
Rp100.000 mungkin hanya sebuah angka. Namun ketika dikumpulkan dari banyak keluarga dan dikelola secara transparan, angka tersebut menjadi simbol kepercayaan, partisipasi dan kepemilikan masyarakat.
Karena pada akhirnya, yang dibangun bukan hanya pipa, intake, reservoir dan jaringan air.
Harapan agar anak-anak tidak lagi harus berjalan jauh mencari air. Harapan agar kebutuhan rumah tangga dapat terpenuhi dengan lebih mudah. Dan harapan agar masyarakat dapat menikmati air bersih yang layak langsung sampai ke rumah masing-masing.
Dari Rp100 ribu, lahir gotong royong. Dari gotong royong, lahir rasa memiliki. Dan dari rasa memiliki, diharapkan lahir PAMSIMAS yang berkelanjutan untuk masyarakat.
POKMAS PAMSIMAS Paraman Dareh & Petok Timur — Bergerak Bersama, Bangun Air Bersih, Wujudkan Kampung Sehat dan Sejahtera.
Jurnalis: Fety Anggreini Dewi
Editor: Asih











