• Peta Situs
  • Kerjasama & Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kabar Hari Ini
Minggu, Oktober 18, 2026
harianmuria
  • Home
  • Nasional
  • Berita Daerah
    • Blora
    • Rembang
    • Grobogan
    • Pati
    • Jepara
    • Kendal
    • Demak
    • Kudus
    • Semarang
  • Artikel
    • Biografi
    • Kesehatan
    • Kuliner
    • Lifestyle
    • Parenting
    • Silabus & RPP
    • Tips
    • Travelling
  • Box Redaksi
No Result
View All Result
harianmuria
  • Home
  • Nasional
  • Berita Daerah
    • Blora
    • Rembang
    • Grobogan
    • Pati
    • Jepara
    • Kendal
    • Demak
    • Kudus
    • Semarang
  • Artikel
    • Biografi
    • Kesehatan
    • Kuliner
    • Lifestyle
    • Parenting
    • Silabus & RPP
    • Tips
    • Travelling
  • Box Redaksi
No Result
View All Result
harianmuria
No Result
View All Result

Jengkol Sumbar Tunjukkan Taji! Komoditas Kini Ekspor Sampai Jepang

Redaksi by Redaksi
19 Agustus 2026
in Barantin
67 1
Kepala Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan Sumatera Barat, RM Ende Dezeanto, dalam Webseries Go Ekspor Barantin #6 bertajuk "Jengkol Sumatera Barat dari Perkebunan Rakyat Menuju Pasar Global", Rabu (19/8/2026).

Kepala Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan Sumatera Barat, RM Ende Dezeanto, dalam Webseries Go Ekspor Barantin #6 bertajuk "Jengkol Sumatera Barat dari Perkebunan Rakyat Menuju Pasar Global", Rabu (19/8/2026).

522
VIEWS
Tanya ChatGPTShare to FacebookWhatsAppTelegram

PADANG, Harianmuria.com — Komoditas jengkol asal Sumatera Barat menunjukkan potensi besar untuk menguasai pasar dunia.

Meski selama ini dipandang sebagai kuliner lokal biasa, peluang pasar ekspor jengkol Sumbar kini terbukti menjanjikan usai berhasil menembus negara dengan persyaratan ketat, salah satunya Jepang.

Kepala Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan Sumatera Barat, RM Ende Dezeanto, menegaskan bahwa peluang ekspor komoditas ini harus terus dioptimalkan.

Menurutnya, pemahaman pelaku usaha terkait standar karantina menjadi kunci utama keberhasilan ekspor jengkol Sumbar bisa tembus pasar luar negeri.

"Skalanya memang masih kecil, tetapi ini perlu dibanggakan karena sudah bisa masuk ke pasar global, termasuk Jepang yang memiliki persyaratan khusus," ujar Ende dalam Webseries Go Ekspor Barantin #6 bertajuk "Jengkol Sumatera Barat dari Perkebunan Rakyat Menuju Pasar Global", Rabu (19/8/2026).

Prospek jengkol di pasar internasional terlihat dari catatan pengiriman secara berkala. Pada 2024, Balai Karantina menerbitkan 25 sertifikat ekspor jengkol dengan volume pengiriman 4.045,92 kilogram dan nilai komoditas mencapai Rp323,67 juta.

Potensi pengiriman berlanjut pada 2025 dengan terbitnya sembilan sertifikat ekspor senilai Rp282,72 juta untuk volume 3.534 kilogram. Sementara hingga Agustus 2026, tercatat empat sertifikat telah diterbitkan dengan volume 767 kilogram bernilai Rp61,63 juta.

Menurut Ende, data tersebut menunjukkan bahwa jengkol memiliki peluang untuk terus dikembangkan sebagai komoditas ekspor. Namun, pelaku usaha perlu mempersiapkan produk dan memenuhi seluruh persyaratan yang ditetapkan negara tujuan.

Guna menggarap peluang pasar yang ada, Barantin mengoperasikan Klinik Ekspor untuk memberikan pendampingan khusus bagi para pelaku usaha kecil yang ingin naik kelas.

"Pelaku UMKM yang ingin melakukan ekspor ke negara atau pasar global bisa mendapatkan pendampingan melalui Klinik Ekspor," kata Ende.

Masyarakat dan pelaku UMKM dapat mengakses layanan karantina ini di berbagai titik, seperti Kepulauan Mentawai, Bandara Internasional Minangkabau, hingga Pelabuhan Bungus, Teluk Bayur, Muaro, dan Kantor Pos.

Lebih lanjut, untuk memastikan jengkol dapat diterima pasar global, proses pengiriman diawali dengan pendaftaran akun via PPK atau SSM-QC di kantor layanan karantina, lalu dilanjutkan pengajuan melalui aplikasi Best Trust.

"Di dalam aplikasi ini, semua permohonan ekspor, impor maupun domestik antararea masuk. Pelaku usaha juga bisa mendapatkan informasi mengenai persyaratan ekspor," ujarnya.

Petugas karantina akan menverifikasi dokumen, melakukan pemeriksaan fisik, serta uji sampel laboratorium bila diperlukan untuk menjamin komoditas bebas dari hama dan penyakit tumbuhan. Setelah dinyatakan sehat dan memenuhi standar negara tujuan, sertifikat fitosanitari terbit sebagai dokumen sah ekspor.

Selain jengkol, Sumatera Barat menyimpan potensi ekspor pada komoditas lain seperti madu, ikan tuna sirip kuning beku, ikan hias laut, ikan garing beku, benih ikan garing, kayu manis, cangkang sawit, kulit lempengan, hingga bungkil sawit.

"Komoditas unggulan kita tidak hanya jengkol. Ada juga madu, produk perikanan, kayu manis, cangkang sawit, kulit lempengan, dan bungkil sawit," ujar Ende.

Dengan pendampingan berkelanjutan dari persiapan hingga sertifikasi, Barantin optimistis semakin banyak komoditas perkebunan rakyat Sumbar yang siap bersaing secara global.

Editor: Asih

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari harianmuria.com
Tags: Badan Karantina IndonesiaBarantinBerita BarantinInfo Barantin
SummarizeShare38SendShare
Previous Post

Lasem Run Akan Meriahkan Kadin Rembang Fest 2026, Catat Tanggalnya!

Next Post

Lewat PAMSIMAS, Ini Upaya Menghadirkan Air Bersih bagi Warga Pasaman

Redaksi

Redaksi

Berita Terkait

Suasana usai Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Badan Karantina Indonesia 2026 di Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Karantina, Bekasi, Jawa Barat, Kamis (15/10).

Buka Rakornas 2026, Kepala Barantin Targetkan Akses Ekspor Indonesia Makin Mudah

by Redaksi
15 Oktober 2026
512

BEKASI, Harianmuria.com — Badan Karantina Indonesia (Barantin) mendorong transformasi total sistem perkarantinaan nasional demi mempermudah jalan bagi produk-produk unggulan Indonesia menembus pasar internasional. Arahan tersebut ditegaskan oleh Kepala...

Ilustrasi-kuda laut kering

Mengaku Makanan Ringan, Modus Pengiriman Ilegal 1.728 Kuda Laut Kering Terbongkar di Bandara RHF

by Redaksi
12 Oktober 2026
517

TANJUNGPINANG, Harianmuria.com — Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan Kepulauan Riau (Karantina Kepri) membongkar modus pengelabuan pengiriman ilegal 1.728 ekor kuda laut kering di terminal kargo Bandara Raja...

Kepala Barantin - Abdul Kadir Karding

Barantin Pasang Karpet Merah! Siap Boyong UMKM Lokal Tembus Pasar Global

by Redaksi
11 Oktober 2026
519

SEMARANG, Harianmuria.com — Badan Karantina Indonesia (Barantin) siap memberikan kemudahan dan "karpet merah" bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) serta generasi muda untuk memperluas jangkauan pasar...

Ilustrasi-pertanian Lada Putih.

1.300 Kelompok Petani Lada Babel Diholding demi Dongkrak Mutu Ekspor Internasional

by Redaksi
4 Oktober 2026
568

PANGKALPINANG, Harianmuria.com — Balai Karantina Hewan, Ikan dan Tumbuhan (Karantina) Kepulauan Bangka Belitung (Babel) resmi melakukan holding terhadap 1.300 kelompok petani lada putih. Langkah strategis ini ditempuh guna...

Load More

BERITA UTAMA

Mulai 2027 Siswa Tidak Otomatis Naik Kelas, DPRD Blora Sebut Perlu Diikuti Persiapan Matang

Mulai 2027 Siswa Tidak Otomatis Naik Kelas, DPRD Blora Sebut Perlu Diikuti Persiapan Matang

17 Oktober 2026
552
Investor Jepang Ingin Bangun Pabrik Biometan di Blora, Bupati: Lirik Potensi Limbah Pertanian

Investor Jepang Ingin Bangun Pabrik Biometan di Blora, Bupati: Lirik Potensi Limbah Pertanian

16 Oktober 2026
635
Festival Literasi Blora 2026 Digelar 4 Hari, Bupati Dorong Budaya Baca hingga Desa

Festival Literasi Blora 2026 Digelar 4 Hari, Bupati Dorong Budaya Baca hingga Desa

15 Oktober 2026
535
RSU Permata Tambah 10 Unit ICU Baru, Bupati Blora: Utamakan Keselamatan Pasien

RSU Permata Tambah 10 Unit ICU Baru, Bupati Blora: Utamakan Keselamatan Pasien

14 Oktober 2026
533

TRENDING HARI INI

  • Kawasan Sungai Kendal Padat Bangunan Rumah hingga Warung Bikin Normalisasi Terhambat

    Kawasan Sungai Kendal Padat Bangunan Rumah hingga Warung Bikin Normalisasi Terhambat

    178 shares
    Share 71 Tweet 45
  • Investor Jepang Ingin Bangun Pabrik Biometan di Blora, Bupati: Lirik Potensi Limbah Pertanian

    114 shares
    Share 46 Tweet 29
  • Proyek Embung Kaliombo Rembang Capai 77 Persen, Ditarget Selesai Akhir 2026

    105 shares
    Share 42 Tweet 26
  • Mulai 2027 Siswa Tidak Otomatis Naik Kelas, DPRD Blora Sebut Perlu Diikuti Persiapan Matang

    99 shares
    Share 40 Tweet 25
  • Dulu Tempuh 200 M untuk Dapat Air Bersih, Warga Kalikunal Kendal Kini Dibuatkan Sumur Bor

    96 shares
    Share 38 Tweet 24
  • Dua Kali Mangkir Pemeriksaan, Menteri ATR/BPN Nusron Wahid Terancam Dijemput Paksa KPK

    93 shares
    Share 37 Tweet 23
  • ORADO Goes to Campus 2026 Dorong Penjaringan Atlet Domino di Perguruan Tinggi Gresik

    93 shares
    Share 37 Tweet 23
Harian Muria

Harian Muria Merupakan Media Online Tersertifikasi Dewan Pers Dengan Nomer 1287/DP-VERIFIKASI/K/X/2024

Penerbit :
PT. Mediatama Anugrah Pers
SK. Kemenkumham RI Nomor : AHU-0008754.AH.01.01.TAHUN 2023

PILIHAN EDITOR

Perjalanan hidup Mensesneg Prasetyo Hadi dimulai dari desa kecil di Ngawi hingga akhirnya menduduki kursi penting di kabinet Presiden Prabowo Subianto.

Profil Mensesneg Prasetyo Hadi, dari Desa Kecil di Ngawi hingga Kursi Kabinet

4 Desember 2025
756
Pijar Park Kudus, Wisata Alam Seru di Lereng Muria dengan Beragam Wahana

Pijar Park Kudus, Wisata Alam Seru di Lereng Muria dengan Beragam Wahana

13 Juni 2025
1k

IKUTI SOSMED KAMI

  • Peta Situs
  • Box Redaksi
  • Kerjasama & Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

© 2026 Harian Muria - Portal Berita Muria Raya dan Sekitarnya

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Berita Daerah
    • Blora
    • Demak
    • Grobogan
    • Jepara
    • Kendal
    • Kudus
    • Pati
    • Rembang
    • Semarang
  • Artikel
    • Biografi
    • Kesehatan
    • Kuliner
    • Lifestyle
    • Parenting
    • Silabus & RPP
    • Tips
    • Travelling
  • Box Redaksi
  • Kerjasama & Iklan

© 2026 Harian Muria - Portal Berita Muria Raya dan Sekitarnya