JEPARA, Harianmuria.com – Krisis air bersih masih melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Jepara. Hingga 18 Agustus 2026, sebanyak 1.335 kepala keluarga (KK) atau 4.802 jiwa kesulitan mendapatkan air bersih.
yang tersebar di tiga desa, yakni Desa Sumberrejo, Desa Tunahan, dan Desa Kedungmalang.
Kepala Bidang Rehabilitasi dan Rekonstruksi BPBD Jepara, Bagus Ari Wibowo, mengatakan bahwa warga yang mengalami kelangkaan air bersih yakni Desa Sumberrejo, Desa Tunahan, dan Desa Kedungmalang.
Untuk membantu persediaan air, pemerintah sudah menyalurkan air bersih kepada masyarakat terdampak. BPBD telah mendistribusikan kebutuhan air bersih pada Juni hingga 18 Agustus 2026 sebanyak 52 tangki atau 208.000 liter.
“Sejak Juni hingga 18 Agustus 2026, jumlah yang kita distribusikan sebanyak 52 tangki atau 208.000 liter untuk 1.335 kepala keluarga (KK) atau 4.802 jiwa terdampak,” katanya pada Rabu, 19 Agustus 2026.
Wilayah terdampak kekeringan saat ini masih berada di tiga desa, yakni Desa Sumberrejo, Kecamatan Donorojo; Desa Tunahan, Kecamatan Keling; dan Desa Kedungmalang, Kecamatan Kedung.
“Kami bersama pihak terkait lainnya terus memantau perkembangan kondisi di lapangan. Penyaluran air bersih akan dilakukan secara bertahap sesuai kebutuhan masyarakat dan perkembangan kondisi masing-masing wilayah,” ujarnya.
Bagus menegaskan bahwa pendistribusian air bersih menjadi salah satu bagian dari upaya pemerintah daerah memastikan kebutuhan air bersih masyarakat tetap terpenuhi selama kelangkaan air berlangsung.
“Pemantauan terus kami lakukan. Jika kebutuhan masyarakat masih belum terpenuhi, distribusi air bersih akan terus disiapkan sesuai kondisi di lapangan,” pungkasnya.
Jurnalis: Tomi Budianto
Editor: Ulfa











