KENDAL, Harianmuria.com – Pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) di Desa Gempolsewu, Kecamatan Rowosari, Kabupaten Kendal, mulai direalisasikan. Proyek yang mendapat dukungan anggaran Rp3,6 miliar dari Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) itu dikerjakan di atas lahan seluas sekitar 2.500 meter persegi.
Manajemen Konstruksi PT Agrinas, Jaladri Nusantara Agung, mengatakan pekerjaan tersebut ditargetkan selesai dalam 135 hari. Dengan durasi itu, kawasan KNMP diharapkan sudah dapat digunakan masyarakat pada penghujung 2026.
Menurutnya, sejumlah fasilitas disiapkan untuk menunjang kegiatan nelayan.
“Di antaranya bangunan shelter pendaratan ikan, kios perbekalan, pabrik es portabel, bangunan tangki air, jalan kawasan, hingga infrastruktur pendukung lainnya,” ujar Agung, Rabu, 19 Agustus 2026.
Pembangunan juga mencakup dinding penahan tanah, jembatan perahu, serta penerangan jalan umum (PJU) dengan model double arm dan single arm. Selain itu, tersedia titik kumpul (assembly point) dan jalur evakuasi sebagai bagian dari fasilitas kawasan.
Agung menyebut KNMP merupakan program pemerintah yang diharapkan menjadi pemicu bagi pemerintah daerah untuk mengembangkan kawasan nelayan secara lebih luas.
“Jadi program pemerintah ini merupakan stimulus bagi pemerintah daerah untuk mengembangkan menjadi lebih besar,” katanya.
Ia optimistis pekerjaan dapat diselesaikan sesuai jadwal sehingga fasilitas tersebut segera memberi manfaat bagi warga.
“Insyaallah akhir tahun ini sudah bisa dimanfaatkan. Kami minta doanya semoga pembangunan bisa berjalan lancar dan sesuai waktu yang ditargetkan,” ungkapnya.
Sementara itu, Bupati Kendal, Dyah Kartika Permanasari, mengatakan keberadaan KNMP Gempolsewu diharapkan mendukung peningkatan produktivitas hasil tangkapan, modernisasi aktivitas nelayan, sekaligus memperkuat kesejahteraan masyarakat pesisir.
Menurutnya, pembangunan dilakukan di lahan milik desa dengan luas sekitar 2.500 meter persegi. Keterbatasan tersebut berdampak pada jumlah fasilitas yang dapat dibangun dibandingkan konsep awal yang membutuhkan lahan lebih luas.
“Sebetulnya kalau lahannya ada satu hektare, kemungkinan kita mendapatkan alokasi bantuan lebih lengkap. Tetapi karena keterbatasan lahan sehingga fasilitas yang akan dibangun juga kurang lengkap. Karena di awal sosialisasi adalah satu hektare,” jelasnya.
Meski fasilitas yang dibangun menyesuaikan ketersediaan lahan, Bupati Tika meminta masyarakat mendukung program tersebut. Pasalnya, sebagian besar warga Gempolsewu menggantungkan penghasilan dari sektor perikanan tangkap.
“Desa Gempolsewu 70 persen adalah nelayan. Sehingga harapannya dengan adanya KNMP ini meningkatkan pendapatan dan kemandirian ekonomi nelayan melalui rantai pasok yang lebih kuat dan berdaya saing,” tuturnya.
Pemkab Kendal berharap pengerjaan proyek berjalan tanpa hambatan dan dapat diselesaikan sesuai target waktu yang telah ditetapkan.
“Semoga pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih di Desa Gempolsewu ini dapat berjalan lancar, tidak ada hambatan suatu apa pun dan cepat selesai,” tutupnya.
Jurnalis: Anik Kustiani
Editor: Rosyid











