• Peta Situs
  • Kerjasama & Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kabar Hari Ini
Rabu, Agustus 19, 2026
harianmuria
  • Home
  • Nasional
  • Berita Daerah
    • Blora
    • Rembang
    • Grobogan
    • Pati
    • Jepara
    • Kendal
    • Demak
    • Kudus
    • Semarang
  • Artikel
    • Biografi
    • Kesehatan
    • Kuliner
    • Lifestyle
    • Parenting
    • Silabus & RPP
    • Tips
    • Travelling
  • Box Redaksi
No Result
View All Result
harianmuria
  • Home
  • Nasional
  • Berita Daerah
    • Blora
    • Rembang
    • Grobogan
    • Pati
    • Jepara
    • Kendal
    • Demak
    • Kudus
    • Semarang
  • Artikel
    • Biografi
    • Kesehatan
    • Kuliner
    • Lifestyle
    • Parenting
    • Silabus & RPP
    • Tips
    • Travelling
  • Box Redaksi
No Result
View All Result
harianmuria
No Result
View All Result

Tantangan dan Kebijakan SDM Indonesia dalam Mempersiapkan SDM Unggul dan Berdaya Saing Global

Basuki by Basuki
18 Agustus 2026
in Artikel
63 3
Peningkatan kualitas SDM Indonesia menjadi kunci dalam menciptakan tenaga kerja yang unggul dan berdaya saing global.

Ilustasi: Pembangunan sumber daya manusia (SDM) Indonesia. (Dok. Setneg)

510
VIEWS
Tanya ChatGPTShare to FacebookWhatsAppTelegram

Oleh: Darisky Cherlanda

Harianmuria.com – Dalam era globalisasi ketenagakerjaan, perpindahan pekerja dari satu negara ke negara lain adalah hal yang biasa dan memang migrasi merupakan bagian dari suatu proses pembangunan negara.

Adanya migrasi pekerja ke luar negeri, bukan hanya semata-mata karena adanya kegagalan pasar tenaga kerja di luar negeri, melainkan ini adalah strategi pengelolaan tenaga kerja apabila dikelola dengan baik, aman, dan berdaulat.

Indonesia termasuk negara yang sadar dan hadir dalam pengelolaan migrasi tenaga kerja ke luar negeri. Hal ini tercermin dengan adanya KP2MI, yang menjadikan negara berusaha untuk melakukan perbaikan tata kelola migrasi tenaga kerja ke luar negeri, agar menjadikan migrasi aman dan terlindungi bagi seluruh masyarakat yang ingin bekerja ke luar negeri.

Salah satu hal yang terpenting dalam tata kelola migrasi tenaga kerja adalah bagaimana kapasitas SDM itu sendiri, sehingga bagaimana SDM Indonesia dapat bersaing bahkan mengungguli jika dibandingkan dengan SDM global atau SDM di negara tujuan migrasi.

Meningkatkan kualitas SDM Indonesia sangatlah vital dalam mempersiapkan SDM yang unggul dan berdaya saing global. Berbicara tentang kualitas SDM individu, itu dimulai dari anak di dalam kandungan ibunya sampai dengan level pendidikan atas (kuliah) serta keadaan lingkungan sekitar.

Yang pertama, bagaimana asupan gizi yang masuk di 1.000 hari pertama anak lahir, itu akan membentuk kapasitas otaknya, sehingga diharapkan asupan gizi anak-anak Indonesia dapat terpenuhi dengan baik.

Yang kedua adalah bagaimana kualitas dan akses pendidikan yang sangat penting dalam mendidik dan memberikan ilmu kepada anak-anak di seluruh wilayah Indonesia. Dan yang ketiga adalah bagaimana lingkungan yang baik (keluarga, sekolah, masyarakat) yang membentuk karakter dan pola pikir anak itu sendiri.

Ketiga hal ini merupakan bagian yang penting yang saling keterkaitan dalam membangun kualitas SDM Indonesia. Hal yang terpenting dari ketiga hal ini adalah soal pemerataan SDM di Indonesia, bagaimana SDM di Pulau Jawa memiliki gap yang tidak jauh dengan SDM di Papua, ini merupakan PR yang penting bagi Pemerintah Indonesia dalam menjawab tantangan-tantangan kondisi SDM Indonesia agar dapat berdaya saing global.

Salah satu kebijakan yang baru diambil oleh Presiden Prabowo dalam usaha meningkatkan kualitas SDM dalam Daya Saing Global adalah program “SMK Go Global”. Program ini adalah usaha negara untuk meningkatkan kapasitas SDM Indonesia terutama lulusan SMK, agar dapat bersaing dalam pasar tenaga kerja luar negeri.

Kebijakan ini didasari oleh push and pull factor theory yang mana adanya kondisi aging population di beberapa negara penempatan (pull factor) sementara terdapat surplus tenaga kerja di dalam negeri (push factor).

Kebijakan ini merupakan suatu strategi pembangungan yang berkelanjutan, dengan kondisi Indonesia merupakan populasi terbanyak ke 4 di dunia, dengan jumlah penduduk sekitar 290 juta, menjadikan migrasi tenaga kerja adalah bagian dari proses pembangunan bangsa Indonesia.

Program ini juga menjadikan persepsi di mata dunia bahwa PMI tidak berangkat sebagai orang yang mencari pekerjaan di luar negeri, tetapi PMI memiliki “bargaining power” atau sebagai asset bangsa yang mana bisa dijadikan sebagai diplomasi ketenagakerjaan di luar negeri dengan nilai jual yang dimiliki oleh PMI.

Selain itu, peningkatan pendidikan dan kompetensi SDM Indonesia bukan hanya membuat CPMI lebih mudah mendapatkan pekerjaan, namun pendidikan dan skill merupakan instrumen pelindungan PMI yang paling penting.

Dengan adanya kompetensi, maka PMI akan memiliki daya tawar yang tinggi di pasar tenaga kerja global, sehingga hal ini meningkatkan pelindungan PMI itu sendiri. Permasalahan-permasalahan PMI di luar negeri rata-rata didominasi oleh kategori PMI non-prosedural, yang mana mereka rata-rata merupakan PMI yang kurang memiliki pendidikan dan kompetensi yang cukup.

Sehingga kemungkinan kurangnya informasi bagi mereka terhadap resiko-resiko yang akan dialami ketika mereka memutuskan migrasi dan bekerja ke luar negeri. Diharapkan apabila SDM Indonesia semakin berkualitas juga secara otomatis dapat mengurangi permasalahan-permasalahan PMI, terutama tidak ada adanya lagi PMI non-prosedural di luar negeri.

Diharapkan dengan adanya peningkatan kualitas SDM Indonesia yang lebih terstruktur, massif, dan juga merata di seluruh wilayah Indonesia, akan menghasilkan tenaga kerja Indonesia yang berkualitas dan mampu bersaing dalam globalisasi ketenagakerjaan, sehingga menjadikan PMI sebagai diplomasi ketenagakerjaan Indonesia.

Diharapkan PMI kedepan lebih banyak membawa benefit bagi bangsa Indonesia dengan adanya brain gain atau brain circulation dari PMI yang terampil dan profesional di luar negeri akan menghasilkan domino effect kepada SDM dan kondisi sosial ekonomi Indonesia, sehingga dapat menjadikan rakyat sejahtera, Indonesia maju, adil dan makmur.

Penulis: Darisky Cherlanda

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari harianmuria.com
Tags: KP2MImigrasi amanPekerja Migran Indonesiapelindungan PMIPMISDM IndonesiaSDM unggulSMK Go Globaltenaga kerja Indonesia
SummarizeShare37SendShare
Previous Post

Edukasi Pra Pendaftaran Pekerja Migran Indonesia sebagai Bukti Kehadiran Negara Dalam Memberikan Pelindungan Sebelum Bekerja

Basuki

Basuki

Berita Terkait

Edukasi pra pendaftaran pekerja migran menjadi bentuk pelindungan negara sebelum bekerja, dengan memperkuat literasi, informasi, prosedur, dan posisi tawar PMI.

Edukasi Pra Pendaftaran Pekerja Migran Indonesia sebagai Bukti Kehadiran Negara Dalam Memberikan Pelindungan Sebelum Bekerja

by Basuki
18 Agustus 2026
516

Oleh: Dini Marhani Harianmuria.com – Kemerdekaan tidak hanya selalu terkait dengan terbebasnya suatu bangsa dari penjajahan. Kemerdekaan juga tercermin dari kemampuan tiap warga negaranya untuk menentukan masa depannya...

Ilustrasi PMI

Membangun PMI Merdeka dari Hulu

by Redaksi
18 Agustus 2026
510

Harianmuria.com - Sudah sekitar 7 (tujuh) tahun saya mengabdikan diri mengurusi Calon Pekerja Migran Indonesia (CPMI), Pekerja Migran Indonesia (PMI) dan Keluarga Pekerja Migran Indonesia (Keluarga PMI) sebagaimana...

Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) Mukhtarudin (tengah) menghadiri Karnaval Bersatu Harmoni Nusantara di kawasan Monumen Nasional (Monas), Jakarta, Senin (17/8/2026) malam. (Dok. KP2MI)

Menteri Mukhtarudin Apresiasi Antusiasme Masyarakat terhadap Program Prioritas Pemerintah di Karnaval Monas

by Redaksi
18 Agustus 2026
512

JAKARTA, Harianmuria.com – Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) Mukhtarudin menilai antusiasme masyarakat terhadap program-program prioritas pemerintah terlihat dalam Karnaval Bersatu Harmoni Nusantara di kawasan Monumen Nasional (Monas),...

Anak PMI asal Gresik, Adil (kiri) bersama petugas KBRI di Malaysia Shohenudin. (Dok. pribadi)

Anak PMI Asal Gresik Jadi Paskibraka KBRI Kuala Lumpur, Titip Harapan untuk Pendidikan

by Redaksi
17 Agustus 2026
602

KUALA LUMPUR, Harianmuria.com – Semangat HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia menghadirkan kisah membanggakan dari anak Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Kabupaten Gresik, Jawa Timur. Adil Maulana Nur Hidayatullah...

Load More

BERITA UTAMA

Warga Blora Aksi Jalan Mundur Tuntut Transparansi Proyek Pematangan Sekolah Rakyat

Warga Blora Aksi Jalan Mundur Tuntut Transparansi Proyek Pematangan Sekolah Rakyat

18 Agustus 2026
549
Merah Putih Berkibar di Bawah Laut Pulau Gede Rembang Semarakkan HUT ke-81 RI

Merah Putih Berkibar di Bawah Laut Pulau Gede Rembang Semarakkan HUT ke-81 RI

17 Agustus 2026
518
Bus Trans Jateng Koridor Magelang-Temanggung Ditarget Beroperasi 2027

Bus Trans Jateng Koridor Magelang-Temanggung Ditarget Beroperasi 2027

16 Agustus 2026
531
Para siswa SD Negeri Terpencil Bainaa Barat di Desa Bainaa Barat, Kecamatan Tinombo, Parigi Moutong (Parimo), Sulawesi Tengah berdiri di atas Jembatan Garuda yang selesai dibangun. (Istimewa)

Jembatan Garuda Bainaa Barat Selesai, Siswa SD Terpencil Tak Lagi Seberangi Sungai untuk Sekolah

14 Agustus 2026
531

TRENDING HARI INI

  • Warga Blora Aksi Jalan Mundur Tuntut Transparansi Proyek Pematangan Sekolah Rakyat

    Warga Blora Aksi Jalan Mundur Tuntut Transparansi Proyek Pematangan Sekolah Rakyat

    99 shares
    Share 40 Tweet 25
  • Anak PMI Asal Gresik Jadi Paskibraka KBRI Kuala Lumpur, Titip Harapan untuk Pendidikan

    108 shares
    Share 43 Tweet 27
  • Kampung Nelayan Merah Putih Gempolsewu Resmi Dibangun, Bupati Kendal: Langkah Modernisasi Kawasan Pesisir

    96 shares
    Share 38 Tweet 24
  • Kemarau Picu Penurunan Hasil Pertanian di Grobogan, Hewan Ternak Kesulitan Pakan

    96 shares
    Share 38 Tweet 24
  • Blora Dapat Kucuran Dana CSR Rp1 Miliar untuk Kembangkan Peternakan Ayam Kampung

    94 shares
    Share 38 Tweet 24
  • Proyek Rehabilitasi Pasar Ngawen Blora Tetap Dilanjutkan Meski Molor dari Target

    94 shares
    Share 38 Tweet 24
  • 7 PNS Pemprov Jateng Mengundurkan Diri, Ternyata Ini Alasannya

    93 shares
    Share 37 Tweet 23
Harian Muria

Harian Muria Merupakan Media Online Tersertifikasi Dewan Pers Dengan Nomer 1287/DP-VERIFIKASI/K/X/2024

Penerbit :
PT. Mediatama Anugrah Pers
SK. Kemenkumham RI Nomor : AHU-0008754.AH.01.01.TAHUN 2023

PILIHAN EDITOR

Gorengan khas Korea. (Freepik/Harianmuria.com)

Rekomendasi Gorengan Khas Korea yang Bisa Kamu Jadikan Menu Takjil

27 Februari 2023
1.3k
ILUSTRASI: Jeruk Pamelo yang sering dikira sama dengan jeruk bali. (Facebook/Harianmuria.com)

Sering Dikira Sama, 8 Perbedaan Jeruk Pamelo Khas Pati dengan Jeruk Bali

23 September 2022
3.6k

IKUTI SOSMED KAMI

  • Peta Situs
  • Box Redaksi
  • Kerjasama & Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

© 2026 Harian Muria - Portal Berita Muria Raya dan Sekitarnya

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Berita Daerah
    • Blora
    • Demak
    • Grobogan
    • Jepara
    • Kendal
    • Kudus
    • Pati
    • Rembang
    • Semarang
  • Artikel
    • Biografi
    • Kesehatan
    • Kuliner
    • Lifestyle
    • Parenting
    • Silabus & RPP
    • Tips
    • Travelling
  • Box Redaksi
  • Kerjasama & Iklan

© 2026 Harian Muria - Portal Berita Muria Raya dan Sekitarnya