GROBOGAN, Harianmuria.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Grobogan melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi dampak Super El Nino yang memicu ancaman kekeringan selama musim kemarau.
Kepala BPBD Kabupaten Grobogan, Wahju Tri Darmawanto, mengungkapkan pihaknya memetakan 105 desa dalam kategori rawan kekeringan tinggi. Selain itu, terdapat 172 desa yang masuk kategori rawan sedang dan 3 desa dengan tingkat kerawanan rendah.
Menurutnya, kondisi paling kering diperkirakan terjadi dalam dua periode, yakni Agustus dan September 2026.
“Puncak kekeringan terbagi dalam dua gelombang, yakni puncak pertama pada bulan Agustus ini dan gelombang kedua diperkirakan terjadi pada September mendatang. Karena itu kami terus menggencarkan berbagai langkah mitigasi dan penanganan darurat,” ujar Wahju di Grobogan, Selasa, 18 Agustus 2026.
Untuk memenuhi kebutuhan dasar warga, BPBD terus mengirimkan bantuan air bersih ke desa-desa terdampak. Hingga pertengahan Agustus 2026, sebanyak 269 tangki telah didistribusikan.
Bantuan tersebut menjangkau 70 desa di 17 kecamatan. Setiap tangki memiliki kapasitas 5.000 liter sehingga total air yang telah disalurkan mencapai sekitar 1,345 juta liter.
BPBD mengerahkan tiga truk tangki air dan menyiapkan pompa beserta selang untuk mendukung distribusi. Sebanyak 27 personel Tim Reaksi Cepat (TRC) juga disiagakan selama 24 jam untuk merespons permintaan dari masyarakat.
Tingginya kebutuhan membuat distribusi harus dilakukan secara bergiliran. Keterbatasan armada milik BPBD juga diantisipasi dengan menggandeng sejumlah lembaga dan instansi untuk memperluas cakupan pelayanan.
“Karena volume permintaan bantuan air sangat tinggi dari masyarakat, kami memberlakukan sistem penjadwalan. Meskipun menghadapi keterbatasan armada internal, kami berupaya maksimal mendistribusikan air bersih serta merangkul berbagai mitra kerja untuk meng-cover permohonan warga,” jelasnya.
Sejumlah pihak turut membantu, di antaranya Palang Merah Indonesia (PMI), BAZNAS, PLN, Perumdam Purwa Tirta Dharma, serta personel dan armada TNI dari Batalyon Infanteri 410/Alugoro Pati.
Kolaborasi tersebut diarahkan untuk mempercepat pengiriman air sekaligus menjangkau lebih banyak wilayah yang mengalami kesulitan mendapatkan air bersih.
Jurnalis: Ahmad Abror
Editor: Rosyid











