GROBOGAN, Harianmuria.com – Musim kemarau tahun ini membawa berkah bagi petani tembakau di Kabupaten Grobogan. Intensitas panas yang tinggi membuat proses pengeringan tembakau berjalan optimal sehingga mendongkrak kualitas dan harga jual hasil panen.
Salah seorang petani tembakau, Narto mengatakan harga tembakau kering saat ini mengalami kenaikan cukup signifikan. Menurutnya, tembakau dengan kualitas terbaik dibanderol di harga tertinggi Rp50 ribu per kilogram.
“Ada yang Rp48 ribu per kilo kering, ada yang Rp47 ribu, Rp50 ribu yang paling bagus. Standar seperti ini,” ujar Narto sembari menunjuk tembakau yang sedang dikeringkan, Jumat, 14 Agustus 2026.
Ia menjelaskan dalam satu musim tanam, tembakau dapat dipanen hingga tujuh sampai sembilan kali. Namun, kualitas terbaik biasanya mulai diperoleh pada panen ketiga dan seterusnya.
“Mulai panen ketiga, daunnya lebar, tebal, jadi kualitasnya juga naik,” ungkapnya.
Narto menyebut kondisi panen tembakau tahun ini jauh lebih baik dibandingkan tahun sebelumnya. Selain kualitas yang meningkat, harga jual tembakau juga mengalami kenaikan cukup tinggi.
Ia mengaku, tembakau kering miliknya hanya mampu terjual sekitar Rp38 ribu per kilogram. Harga tersebut belum mampu memberikan keuntungan yang layak bagi petani.
“Perbedaannya jauh. Tahun lalu harganya Rp38 ribu, kita rugi. Tahun ini harganya tinggi,” katanya.
Tak hanya dari sisi harga, hasil panen tahun ini juga mengalami peningkatan secara kuantitas. Narto mengatakan hasil panennya tahun lalu berada di kisaran 40 kilogram, sedangkan tahun ini mampu mencapai sekitar 60 kilogram.
“Secara hasil panen pun jauh, tahun kemarin 40, tahun ini 60 kilo,” ujarnya.
Jurnalis: Ahmad Abror
Editor: Sekar











