GROBOGAN, Harianmuria.com – Pembetonan jalan di Desa Tambahrejo, Kecamatan Wirosari, Kabupaten Grobogan telah rampung.
Pembangunan jalan desa tersebut merupakan bagian program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Sengkuyung Tahun 2026 tahap ketiga. Kegiatan resmi ditutup pada Kamis, 13 Agustus 2026.
Program TMMD di Desa Tambahrejo yang direalisasikan meliputi, pembetonan jalan, rehabilitasi pos kamling dan musala, serta peningkatan lima jamban keluarga.
Sementara program nonfisik meliputi pemberian paket sembako kepada 50 orang dan peralatan sekolah bagi 35 anak. Kemudian penyuluhan masyarakat terkait administrasi kependudukan, kesehatan dan stunting, keluarga berencana, wawasan kebangsaan, serta bela negara.
Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Grobogan, Anang Armunanto, dalam acara tersebut menyampaikan bahwa TMMD merupakan bagian dari kerja bersama antara TNI, pemerintah daerah, pemerintah desa, dan masyarakat untuk mempercepat pembangunan perdesaan.
Menurutnya, pembangunan melalui TMMD harus mengedepankan kebutuhan masyarakat sekaligus mendorong partisipasi warga.
Pelaksanaan TMMD di Desa Tambahrejo, kata dia, menunjukkan tingginya keterlibatan masyarakat. Swadaya dan semangat gotong royong berjalan bersama anggota TNI dalam menyelesaikan berbagai sasaran pembangunan yang telah ditetapkan.
Namun, Anang mengingatkan agar hasil pembangunan tersebut tidak berhenti setelah program TMMD selesai. Masyarakat dan pemerintah desa diminta ikut menjaga serta memelihara hasil pembangunan agar manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang.
“Jalan yang sudah dibangun ini harus dijaga dan dirawat. Bukan hanya kebersihannya, tetapi juga penggunaannya. Kendaraan yang melintas harus diperhatikan, terutama jenis dan bebannya agar tidak melebihi kemampuan struktur jalan,” ujarnya.
Selain infrastruktur, Anang menekankan pentingnya perhatian pemerintah desa terhadap kebutuhan dasar masyarakat, khususnya pendidikan anak dan kondisi gizi balita.
Ia meminta pemerintah desa terus melakukan pemantauan terhadap anak usia sekolah. Apabila masih ditemukan anak yang tidak bersekolah, pemerintah desa diminta segera melaporkannya kepada pemerintah kecamatan maupun kabupaten.
Termasuk ketika terdapat keluarga yang mengalami kesulitan memenuhi kebutuhan pendukung pendidikan seperti seragam, tas, atau sepatu, meskipun biaya pendidikan jenjang SD dan SMP telah digratiskan.
“Laporkan ke Camat. Camat lapor ke Kabupaten, boleh ke saya, boleh ke Dinas Sosial. Jangan sampai anak usia sekolah tetapi tidak sekolah,” tegasnya.
Hal serupa disampaikan terkait kondisi balita yang mengalami gizi kurang. Pemerintah desa diminta aktif melakukan pemantauan dan segera menyampaikan apabila ditemukan indikasi stunting maupun gizi buruk yang membutuhkan dukungan penanganan lebih lanjut.
Menurut Anang, pembangunan fisik melalui TMMD harus berjalan beriringan dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia. Infrastruktur yang telah dibangun perlu dijaga, sementara kondisi sosial masyarakat tetap harus dipantau.
“Jangan sampai pembangunan fisik sudah bagus, tetapi masih ada anak yang tidak sekolah atau balita yang mengalami masalah gizi dan tidak tertangani,” katanya.
Melalui sinergi TNI, pemerintah daerah, pemerintah desa, dan masyarakat, hasil TMMD Sengkuyung di Desa Tambahrejo diharapkan tidak hanya memberikan manfaat selama program berlangsung, tetapi juga menjadi bagian dari pembangunan desa yang berkelanjutan.
Jurnalis: Ahmad Abror
Editor: Ulfa











