JEPARA, Harianmuria.com – Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) bersama Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jepara memperkuat upaya pencegahan intoleransi, radikalisme, dan ekstremisme yang mengarah pada terorisme melalui pembinaan di Pondok Pesantren Al-Muttaqin, Jepara.
Kegiatan yang berlangsung pada 10-17 Agustus 2026 tersebut mengusung tema Mandiri Berkelanjutan serta Bebas Intoleransi, Radikalisme, Ekstremisme yang Mengarah pada Terorisme. Agenda tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat ketahanan masyarakat sekaligus menanamkan nilai kebangsaan di lingkungan pesantren.
Kepala BNPT Komjen Pol Eddy Hartono mengatakan kegiatan tersebut merupakan tindak lanjut komitmen pemerintah setelah eks Jamaah Islamiyah (JI) menyatakan kembali kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
“Ini adalah bagian dari komitmen pemerintah. Kami sepakat setelah deklarasi eks Jamaah Islamiyah kembali ke NKRI,” ujar Eddy, Rabu, 12 Agustus 2026.
Menurut Eddy, deklarasi kembali ke NKRI perlu diikuti pembinaan secara berkelanjutan. Peningkatan kapasitas dinilai penting agar komitmen tersebut tidak berhenti pada deklarasi, tetapi diwujudkan melalui sikap dan aktivitas sehari-hari.
Pengasuh Pondok Pesantren Al-Muttaqin, Sartono Munadi, menyatakan pihaknya berkomitmen menjaga lingkungan pesantren tetap berpegang pada nilai kebangsaan. Pesantren juga akan terus mendorong toleransi dan kerukunan dengan masyarakat sekitar.
“Kami berkomitmen untuk setia pada NKRI, serta merawat toleransi dan kerukunan dengan masyarakat di sekitar kami tanpa memandang perbedaan suku, agama maupun latar belakang,” katanya.
Sartono memastikan komitmen tersebut akan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan pesantren maupun ketika para santri dan pengelola berinteraksi dengan masyarakat.
“Insyaallah ini tidak berhenti hari ini saja. Kami akan mewujudkannya melalui sikap dan kerja nyata sehari-hari, baik di lingkungan pondok maupun di tengah masyarakat,” ujarnya.
Dukungan terhadap keberlanjutan program juga disampaikan Bupati Jepara Witiarso Utomo. Pemkab Jepara, kata dia, siap bersinergi dalam mendukung kebutuhan Pondok Pesantren Al-Muttaqin, termasuk peningkatan sarana dan prasarana serta program pelatihan.
“Terkait sarana prasarana yang dibutuhkan, segera diajukan. Kita siap mendukung supaya lebih baik lagi,” katanya.
Witiarso mengatakan masih terdapat sejumlah fasilitas pesantren yang membutuhkan perbaikan dan peningkatan. Selain pembangunan fisik, pemerintah daerah juga membuka peluang kerja sama dalam penyelenggaraan pelatihan guna meningkatkan kualitas pendidikan.
“Tadi saya lihat belum ada yang dicat atau perlu ruangan. Selain sarana prasarana, kebutuhan pelatihan juga bisa kita dukung. Bisa kita sinergikan untuk meningkatkan kualitas pendidikan,” jelasnya.
Ia mengapresiasi perhatian pemerintah pusat terhadap upaya pencegahan radikalisme di wilayah Jepara. Menurutnya, upaya tersebut membutuhkan kolaborasi antara pemerintah, pesantren, dan masyarakat.
“Kami bangga diperhatikan pemerintah pusat untuk mencegah radikalisme di Jepara,” ujarnya.
Witiarso menilai sinergi lintas pihak penting untuk menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, terbuka, dan toleran dengan tetap berlandaskan nilai-nilai kebangsaan.
“Bertepatan dengan momentum HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia ini kami berharap kegiatan ini menjadi pengingat bahwa, semangat kemerdekaan tidak hanya diwujudkan melalui perayaan, tetapi juga melalui komitmen menjaga persatuan, toleransi dan keutuhan NKRI,” pungkasnya.
Jurnalis: Tomi Budianto
Editor: Rosyid










