• Peta Situs
  • Kerjasama & Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kabar Hari Ini
Kamis, Agustus 13, 2026
harianmuria
  • Home
  • Nasional
  • Berita Daerah
    • Blora
    • Rembang
    • Grobogan
    • Pati
    • Jepara
    • Kendal
    • Demak
    • Kudus
    • Semarang
  • Artikel
    • Biografi
    • Kesehatan
    • Kuliner
    • Lifestyle
    • Parenting
    • Silabus & RPP
    • Tips
    • Travelling
  • Box Redaksi
No Result
View All Result
harianmuria
  • Home
  • Nasional
  • Berita Daerah
    • Blora
    • Rembang
    • Grobogan
    • Pati
    • Jepara
    • Kendal
    • Demak
    • Kudus
    • Semarang
  • Artikel
    • Biografi
    • Kesehatan
    • Kuliner
    • Lifestyle
    • Parenting
    • Silabus & RPP
    • Tips
    • Travelling
  • Box Redaksi
No Result
View All Result
harianmuria
No Result
View All Result

2 Kubu dari Pati Nyaris Bentrok di Tipikor Semarang saat Sidang Sudewo

Sekar Sari by Sekar Sari
10 Agustus 2026
in Semarang
68 2
Massa Pati Ora Sepele (POS) saat melakukan unjuk rasa di jalan Suratmo, tepatnya 200 meter dari Tipikor Kota Semarang, Senin, 10 Agustus 2026. (Syahril Muadz/Harianmuria.com)

Massa Pati Ora Sepele (POS) saat melakukan unjuk rasa di jalan Suratmo, tepatnya 200 meter dari Tipikor Kota Semarang, Senin, 10 Agustus 2026. (Syahril Muadz/Harianmuria.com)

536
VIEWS
Tanya ChatGPTShare to FacebookWhatsAppTelegram

SEMARANG, Harianmuria.com – Suasana di Jalan DR. Suratmo, Kota Semarang sempat memanas saat dua kelompok massa Aksi Pati Bangkit (APB) dan Pati Ora Sepele (POS) hadir bersamaan di sekitar Pengadilan Tipikor Semarang, Senin, 10 Agustus 2026.

Ketegangan terjadi saat kedua kelompok massa saling berhadapan dari jarak sekitar 200 meter dari gedung Pengadilan Tipikor Semarang. Mereka saling meneriakkan yel-yel hingga nyaris terjadi bentrokan.

Petugas kepolisian kemudian turun tangan memisahkan kedua kelompok. Sekitar pukul 10.50 WIB, massa POS diminta meninggalkan lokasi guna mencegah terjadinya gesekan.

Kedatangan kedua kelompok bertepatan dengan persidangan perkara dugaan korupsi yang menjerat Sudewo dengan agenda pemeriksaan saksi.

Diketahui sejak sidang perdana, massa APB rutin hadir memberikan dukungan kepada Sudewo dan menuntut agar dia dibebaskan serta dapat kembali memimpin Kabupaten Pati. Sementara pada sidang kali ini, massa POS hadir dengan sikap berbeda.

Koordinator POS, Suharno mengungkapkan kekecewaan karena kelompoknya tidak diperkenankan melakukan orasi di depan gedung Pengadilan Tipikor Semarang.

“Kami tidak niat menyerang atau memusuhi perorangan. Yang kami musuhi adalah perilaku pejabat secara menyeluruh,” ujarnya.

Menurutnya, kehadiran POS bukan untuk melakukan provokasi, melainkan memantau jalannya persidangan sekaligus memberikan dukungan kepada majelis hakim agar dapat menjalankan proses peradilan secara objektif.

“Kami berharap Tipikor Semarang mampu memberantas korupsi dengan menghukum yang seberat-beratnya,” katanya.

Suharno menyebut puluhan orang yang hadir dalam aksi tersebut merupakan gabungan warga dari sejumlah wilayah di Kabupaten Pati.

Ia juga berharap proses persidangan berjalan tanpa intervensi dari pihak manapun serta independensi aparat penegak hukum tetap terjaga.

Disamping itu, Suharno mengungkapkan bahwa sebagian massa POS sebelumnya merupakan pendukung Sudewo. Namun, seiring perjalanan kepemimpinan Sudewo, mereka kemudian mengambil sikap berbeda.

Menurutnya, perubahan sikap tersebut salah satunya ditandai dengan aksi gabungan yang dilakukan di Kabupaten Pati pada 13 Agustus 2025.

“Kita datang ke sini urunan sendiri, jadi ya seadanya. Harapannya Pengadilan Negeri tetap netral,” ujarnya.

Di sisi lain, Koordinator APB, Sutirto, mengatakan pihaknya membawa sekitar 300 orang untuk mengawal persidangan Sudewo. Jumlah massa tersebut bahkan sengaja ditambah setelah mengetahui kelompok POS juga datang ke Semarang.

Sutirto menilai kehadiran massa kontra di lokasi persidangan justru berpotensi memicu gesekan antarkelompok.

“Kalau nanti terjadi gesekan, yang rugi warga Pati sendiri. Seyogianya jangan ikutlah. Ini kan sidang Pak Sudewo, biar dikawal sama loyalisnya sendiri,” kata Sutirto.

Ia juga meminta seluruh pihak menjaga situasi agar tidak muncul anggapan bahwa warga Pati merupakan kelompok yang identik dengan aksi anarkis.

“Kita di daerah lain, di Semarang. Harapannya Pati tidak dilabeli sebagai daerah yang anarkis,” sambungnya.

Sutirto menegaskan, tuntutan APB masih sama seperti aksi-aksi sebelumnya, yakni meminta Sudewo dibebaskan dan dapat kembali menjalankan kepemimpinannya sebagai Bupati Pati.

Hingga massa POS meninggalkan lokasi, situasi di sekitar Pengadilan Tipikor Semarang berangsur kondusif. Aparat kepolisian tetap melakukan pengamanan untuk mengantisipasi terjadinya bentrokan susulan.

Jurnalis: Syahril Muadz
Editor: Sekar

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari harianmuria.com
Tags: Berita SemarangPengadilan Tipikor SemarangSudewo
SummarizeShare38SendShare
Previous Post

Peternak di Kendal Demo Harga Pakan Kian Mencekik, Pemkab Kawal Aspirasi ke Pusat

Next Post

Rembang Gencarkan Aktivasi IKD dan Perkuat Keamanan Data Warga

Sekar Sari

Sekar Sari

Berita Terkait

Kemenkes Temukan Bakteri E. Coli di Kasus Keracunan MBG SMKN 6 Semarang

Kemenkes Temukan Bakteri E. Coli di Kasus Keracunan MBG SMKN 6 Semarang

by Rosyid
6 Agustus 2026
520

SEMARANG, Harianmuria.com - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengonfirmasi adanya bakteri Escherichia Coli (E. coli) pada sejumlah sampel makanan dalam kasus keracunan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang terjadi di...

Pastikan Bus Layak Beroperasi, Trans Semarang Perketat Ram Check Armada

Pastikan Bus Layak Beroperasi, Trans Semarang Perketat Ram Check Armada

by Rosyid
5 Agustus 2026
528

SEMARANG, Harianmuria.com - BLUD Trans Semarang memperketat pengawasan terhadap kondisi armada bus melalui inspeksi keselamatan atau ram check bersama Dinas Perhubungan Kota Semarang. Kepala BLUD Trans Semarang, Haris...

TKD Dipangkas, Taj Yasin Pastikan Gaji ASN Pemprov Jateng Masih Aman

TKD Dipangkas, Taj Yasin Pastikan Gaji ASN Pemprov Jateng Masih Aman

by ulfa puspa
5 Agustus 2026
525

SEMARANG, Harianmuria.com – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah memastikan masih mampu menggaji aparatur sipil negara (ASN) meskipun dana transfer ke daerah (TKD) pada APBN 2026 dipangkas. Wakil Gubernur Jateng, Taj...

PHK Karyawan PT Victoria Apparel Semarang Cuma Dapat Pesangon 0,5 Kali

PHK Karyawan PT Victoria Apparel Semarang Cuma Dapat Pesangon 0,5 Kali

by ulfa puspa
4 Agustus 2026
520

SEMARANG, Harianmuria.com – Ratusan karyawan pabrik garmen PT Victoria Apparel di kawasan industri Lamicitra, Kota Semarang yang mengalami pemutusan hubungan kerja (PHK) hanya menerima pesangon 0,5 kali. Jumlah...

Load More

BERITA UTAMA

Didemo soal Larangan Sound Horeg, Camat Tayu Pati: Saya Cabut

Didemo soal Larangan Sound Horeg, Camat Tayu Pati: Saya Cabut

12 Agustus 2026
518
Ratusan monyet ekor panjang turun ke lahan pertanian warga di sejumlah daerah Jateng saat kemarau 2026, merusak tanaman petani.

Kawanan Monyet Ekor Panjang Turun Gunung, Serbu Ratusan Hektare Lahan Pertanian di Jateng

12 Agustus 2026
528
Petani Kopi di Kendal Diajari Kendalikan Hama Secara Terpadu dan Ramah Lingkungan

Petani Kopi di Kendal Diajari Kendalikan Hama Secara Terpadu dan Ramah Lingkungan

11 Agustus 2026
543
Peternak Ayam di Grobogan Desak Pemerintah Stabilkan Harga Pakan dan Telur

Peternak Ayam di Grobogan Desak Pemerintah Stabilkan Harga Pakan dan Telur

10 Agustus 2026
521

TRENDING HARI INI

  • 80 Siswa Jadi Angkatan Perdana SNT 14 Jepara, MPLS Digelar di BBPMP Jateng

    80 Siswa Jadi Angkatan Perdana SNT 14 Jepara, MPLS Digelar di BBPMP Jateng

    128 shares
    Share 51 Tweet 32
  • Petani Kopi di Kendal Diajari Kendalikan Hama Secara Terpadu dan Ramah Lingkungan

    98 shares
    Share 39 Tweet 25
  • Baru Masuk China, Ekspor Durian Sulteng Langsung Tembus 7.344 Ton

    98 shares
    Share 39 Tweet 25
  • Warga Binaan Rutan Blora Difasilitasi Pendidikan Kesetaraan Gratis hingga Dapat Ijazah

    95 shares
    Share 38 Tweet 24
  • Kawanan Monyet Ekor Panjang Turun Gunung, Serbu Ratusan Hektare Lahan Pertanian di Jateng

    95 shares
    Share 38 Tweet 24
  • Jalan Semarang-Purwodadi di Grobogan Diperbaiki, Polisi Siapkan Rekayasa Lalu Lintas

    130 shares
    Share 52 Tweet 33
  • Dugaan Keracunan MBG Terulang, DPRD Rembang Beri Peringatan Keras ke SPPG

    94 shares
    Share 38 Tweet 24
Harian Muria

Harian Muria Merupakan Media Online Tersertifikasi Dewan Pers Dengan Nomer 1287/DP-VERIFIKASI/K/X/2024

Penerbit :
PT. Mediatama Anugrah Pers
SK. Kemenkumham RI Nomor : AHU-0008754.AH.01.01.TAHUN 2023

PILIHAN EDITOR

Ilustrasi Pertempuran Surabaya pada 10 November 1945. (YouTube MSV Studio/Harianmuria.com)

Sejarah Singkat Peristiwa Hari Pahlawan yang Diperingati Setiap 10 November

10 November 2022
793
Musisi Ternama Is Pusakata Hibur Warga Rembang Lewat Konser Intimate

Musisi Ternama Is Pusakata Hibur Warga Rembang Lewat Konser Intimate

7 Maret 2026
588

IKUTI SOSMED KAMI

  • Peta Situs
  • Box Redaksi
  • Kerjasama & Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

© 2026 Harian Muria - Portal Berita Muria Raya dan Sekitarnya

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Berita Daerah
    • Blora
    • Demak
    • Grobogan
    • Jepara
    • Kendal
    • Kudus
    • Pati
    • Rembang
    • Semarang
  • Artikel
    • Biografi
    • Kesehatan
    • Kuliner
    • Lifestyle
    • Parenting
    • Silabus & RPP
    • Tips
    • Travelling
  • Box Redaksi
  • Kerjasama & Iklan

© 2026 Harian Muria - Portal Berita Muria Raya dan Sekitarnya