BLORA, Harianmuria.com – Bahu jalan ruas Blora-Randublatung di kawasan Lemah Puteh, Desa Klopoduwur, Kecamatan Banjarejo, Kabupaten Blora, kembali mengalami longsor meski sebelumnya telah mendapat penanganan darurat dari Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR).
Kondisi tersebut memicu kekhawatiran pengguna jalan karena lokasi longsoran berada di jalur utama yang ramai dilalui kendaraan besar.
Longsoran terbaru terjadi di sisi jalan dengan panjang sekitar lima meter dan kedalaman mencapai 50 sentimeter. Kerusakan itu melanjutkan kejadian serupa pada akhir Maret 2026, saat bahu jalan ambles sepanjang 19 meter dengan kedalaman sekitar tiga meter.
Saat itu, DPUPR Blora melakukan penanganan sementara dengan memasang turap kayu, menguruk material, serta menata lahan di sekitar lokasi. Namun, pembatas berupa drum dan garis polisi yang sebelumnya dipasang di area longsoran kini sudah tidak terlihat.
Kondisi tersebut membuat pengguna jalan harus lebih berhati-hati, terlebih karena titik longsor berada di tikungan dan berdampingan dengan medan yang curam.
Salah seorang warga, Moko, mengaku selalu mengurangi kecepatan saat melintasi jalur tersebut demi menghindari risiko kecelakaan.
“Sebelum sampai titik itu, biasanya saya sudah kurangi kecepatan. Fokus depan, spion, dan klakson,” ujarnya, Senin, 3 Agustus 2026.
Jalur Blora–Randublatung diketahui menjadi akses utama yang setiap hari dilalui kendaraan berat, termasuk truk dan bus, sehingga kondisi jalan yang rusak dinilai berpotensi membahayakan keselamatan pengguna jalan.
Keluhan serupa disampaikan Hendro. Ia mengaku terkejut karena tidak lagi menemukan pembatas maupun tanda peringatan di lokasi longsor saat melintas menuju Kota Blora.
“Saya kaget, saya kira sudah dibangun karena tidak ada tanda-tanda pembatasnya. Kebetulan waktu melintas papasan dengan truk, jadinya was-was, takut kalau roda kiri jatuh ke dalam,” ujarnya.
Selain kerusakan bahu jalan, Hendro juga menilai kondisi jalan yang sempit dan minim penerangan semakin meningkatkan risiko kecelakaan, terutama pada malam hari.
“Banyak bahu jalan yang amblas, apalagi bangunan jalan cor yang lama itu sempit. Lampu penerangannya juga kurang, karena jarak antara tiang lampu dengan tiang lainnya sangat jauh,” tambahnya.
Warga berharap pemerintah segera melakukan perbaikan permanen sekaligus memasang kembali rambu dan pembatas di lokasi longsor agar keselamatan pengguna jalan lebih terjamin.
Jurnalis: Hanafi
Editor: Rosyid











