• Peta Situs
  • Kerjasama & Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kabar Hari Ini
Jumat, Juli 31, 2026
harianmuria
  • Home
  • Nasional
  • Berita Daerah
    • Blora
    • Rembang
    • Grobogan
    • Pati
    • Jepara
    • Kendal
    • Demak
    • Kudus
    • Semarang
  • Artikel
    • Biografi
    • Kesehatan
    • Kuliner
    • Lifestyle
    • Parenting
    • Silabus & RPP
    • Tips
    • Travelling
  • Box Redaksi
No Result
View All Result
harianmuria
  • Home
  • Nasional
  • Berita Daerah
    • Blora
    • Rembang
    • Grobogan
    • Pati
    • Jepara
    • Kendal
    • Demak
    • Kudus
    • Semarang
  • Artikel
    • Biografi
    • Kesehatan
    • Kuliner
    • Lifestyle
    • Parenting
    • Silabus & RPP
    • Tips
    • Travelling
  • Box Redaksi
No Result
View All Result
harianmuria
No Result
View All Result

Mengenal Mbah Riyan, Ulama Asal Kudus yang Hidup Sederhana dengan Ratusan Karya

Sekar Sari by Sekar Sari
31 Juli 2026
in Kudus, Kajian Agama
69 3
Supriyanto (39) atau Ibnu Harjo Al Jawi yang dikenal sebagai Mbah Riyan semasa menerima lulusan terbaik Lembaga Ilmu Pengetahuan Islam dan Arab (LIPIA) Jakarta angkatan 2013. (Dok. for Harianmuria.com) 

Supriyanto (39) atau Ibnu Harjo Al Jawi yang dikenal sebagai Mbah Riyan semasa menerima lulusan terbaik Lembaga Ilmu Pengetahuan Islam dan Arab (LIPIA) Jakarta angkatan 2013. (Dok. for Harianmuria.com) 

550
VIEWS
Tanya ChatGPTShare to FacebookWhatsAppTelegram

KUDUS, Harianmuria.com – Sosok ulama sekaligus penulis produktif asal Desa Wates, Kecamatan Undaan, Kabupaten Kudus, belakangan menjadi perhatian publik setelah memilih tidak hadir untuk menerima MUI Award 2026 bidang tahqiq kitab klasik.

Dialah Supriyanto (39) atau Ibnu Harjo Al Jawi, yang lebih dikenal dengan sapaan Mbah Riyan. Di balik penampilannya yang sederhana sebagai pekerja serabutan hingga kuli bangunan, tersimpan sosok penulis produktif yang telah menghasilkan lebih dari 100 kitab di bidang keilmuan Islam hingga 2025.

Supriyanto dulunya menempuh pendidikan dasar hingga SMA di Kudus sebelum memperoleh beasiswa kuliah di Lembaga Ilmu Pengetahuan Islam dan Arab (LIPIA) Jakarta, cabang Universitas Jamiatul Imam Riyadh, Arab Saudi.

“Masuknya harus tes tulis dan lisan, saya berangkat dengan modal tekad,” kenangnya.

Sejak 2005, ia mulai mendalami Syariat Islam, khususnya bidang Ushul Fiqih. Kajian ilmiahnya meliputi Ahkam Sujud Sahwi, At-Tarku Indal Ushuliyyin, hingga Al-Istihsan. Dalam proses belajarnya, ia juga mendapat bimbingan dari dosen Universitas Al-Azhar Kairo.

Perjalanan akademiknya membuahkan sejumlah prestasi. Pada 2012, ia memperoleh hadiah ibadah haji setelah menjadi juara lomba hafalan kitab Arba’in Nawawi.

Setelah menyelesaikan pendidikan, Supriyanto mengajar sekaligus mengelola perpustakaan sebuah pondok pesantren di Sukabumi sejak 2013. Perpustakaan tersebut memiliki koleksi sekitar 18 ribu jilid kitab.

“Di sana ada sekitar 18 ribu jilid kitab. Pagi saya mengajar, malam menulis,” tuturnya.

Rutinitas tersebut melahirkan produktivitas luar biasa. Dalam kurun lima tahun, ia berhasil menulis 67 kitab. Hingga 2025, jumlah karyanya telah melampaui 100 kitab. Beberapa karyanya bahkan diterbitkan di Mesir, seperti Taufiq Jali dan Fathul Majid.

Selain menulis kitab baru, Supriyanto juga menaruh perhatian besar terhadap pelestarian manuskrip ulama Nusantara, seperti karya Syekh Mahfudz Termas dan Ahmad Khatib Minangkabawi.

“Menghidupkan naskah klasik itu fardu kifayah. Kalau tidak kita yang menjaga, bisa hilang selamanya,” ujarnya.

Meski memiliki kiprah besar dalam dunia keilmuan Islam, Supriyanto memilih menjalani kehidupan sederhana. Sejak kembali ke Kudus pada 2018, ia lebih dikenal sebagai pekerja serabutan. Sesekali ia bekerja sebagai kuli bangunan, membantu panen, atau mengerjakan pekerjaan lain di desanya.

Ia juga sengaja meninggalkan hiruk pikuk media sosial. Di rumah, ia menghabiskan waktu bersama istri dan empat anak laki-lakinya, serta menikmati hobinya memancing. Baginya, popularitas bukanlah tujuan utama.

“Saya tidak mengharapkan viral atau bagaimana. Yang penting karya-karya saya saja yang diketahui masyarakat, diri saya tidak perlu,” ujarnya.

Ia mengaku sempat terkejut ketika kisahnya ramai dibagikan melalui Facebook. Reaksi dari teman-temannya justru membuatnya merasa sungkan.

“Saya malah merasa tidak enak. Biasa saja lah, tidak perlu kaget atau heboh begitu,” ujarnya.

Supriyanto juga pernah menolak sejumlah tawaran mengajar agar tetap dapat menjaga konsistensinya dalam menulis. Baginya, menulis kitab bukan hanya aktivitas akademik, melainkan sebuah panggilan hidup.

“Saat menulis, rasanya seperti berdialog dengan para ulama terdahulu. Itu tidak bisa diukur dengan materi,” katanya.

Ia menambahkan, menulis sebuah karya membutuhkan wawasan luas serta dasar keilmuan yang kuat sebagai pijakan.

Kini, meski telah menghasilkan lebih dari 100 kitab, Supriyanto tetap memilih hidup sederhana di kampung halamannya. Dari desa kecil di Kudus, ia terus berkarya dan menjaga warisan intelektual Islam agar tetap lestari sepanjang zaman.

Jurnalis: Lingkarjateng Group Network

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari harianmuria.com
Tags: kudusULAMA
SummarizeShare40SendShare
Previous Post

Kapolres Blora Berganti, Kini Dijabat AKBP Inggal Widya Perdana

Next Post

Rumah Limasan di Grobogan Terbakar, Kerugian Capai Rp250 Juta 

Sekar Sari

Sekar Sari

Berita Terkait

Mendikdasmen Lepas Pengiriman 5,5 Juta Buku untuk SD-SMP se-Indonesia dari Kudus

Mendikdasmen Lepas Pengiriman 5,5 Juta Buku untuk SD-SMP se-Indonesia dari Kudus

by ulfa puspa
31 Juli 2026
515

KUDUS, Harianmuria.com – Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) mendistribusikan 5,5 juta buku bacaan bermutu untuk sekolah dasar (SD) dan sekolah menengah pertama (SMP) di seluruh Indonesia. Pelepasan distribusi...

DPRD Kudus Bakal Kaji Polemik Jalur Sepeda Terhalang PKL dan Parkir

DPRD Kudus Bakal Kaji Polemik Jalur Sepeda Terhalang PKL dan Parkir

by ulfa puspa
31 Juli 2026
515

KUDUS, Harianmuria.com – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Kudus bakal mengkaji polemik terkait jalur sepeda yang terhalang lapak milik pedagang kaki lima (PKL) dan digunakan untuk parkir....

Pihak Ponpes Ketar-Ketir Tambang Diduga Ilegal di Kudus Tetap Beroperasi Dekat Pesantren

Pihak Ponpes Ketar-Ketir Tambang Diduga Ilegal di Kudus Tetap Beroperasi Dekat Pesantren

by ulfa puspa
25 Juli 2026
534

KUDUS, Harianmuria.com – Aktivitas tambang galian C yang diduga tidak memiliki izin di Desa Kaliwungu, Kecamatan Kaliwungu, Kabupaten Kudus menuai sorotan lantaran semakin mendekati komplek Pondok Pesantren (Ponpes) Tahfidz...

Mudahkan Mobilitas Masyarakat, DPRD Kudus Dukung Pembangunan Jembatan Garuda

Mudahkan Mobilitas Masyarakat, DPRD Kudus Dukung Pembangunan Jembatan Garuda

by ulfa puspa
24 Juli 2026
575

KUDUS, Harianmuria.com – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Kudus mendukung program pembangunan Jembatan Garuda di Kota Kretek. Dukungan ini disampaikan Ketua Komisi D DPRD Kudus, Mardijanto, saat...

Load More

BERITA UTAMA

DPRD Kudus Bakal Kaji Polemik Jalur Sepeda Terhalang PKL dan Parkir

DPRD Kudus Bakal Kaji Polemik Jalur Sepeda Terhalang PKL dan Parkir

31 Juli 2026
515
Petani Sukolilo Desak Pemkab Pati Segera Normalisasi Sungai Silugonggo

Petani Sukolilo Desak Pemkab Pati Segera Normalisasi Sungai Silugonggo

30 Juli 2026
513
Bupati Pemalang Kena OTT, Ahmad Luthfi Minta Kepala Daerah Fokus Jalankan Amanah

Bupati Pemalang Kena OTT, Ahmad Luthfi Minta Kepala Daerah Fokus Jalankan Amanah

29 Juli 2026
535
KPK OTT di Jateng, Bupati Pemalang Anom Widiyantoro dan Istri Ditangkap

KPK OTT di Jateng, Bupati Pemalang Anom Widiyantoro dan Istri Ditangkap

29 Juli 2026
560

TRENDING HARI INI

  • Tim Bareskrim Polri Datangi Sumur Minyak Rakyat Plantungan Blora

    Tim Bareskrim Polri Datangi Sumur Minyak Rakyat Plantungan Blora

    1161 shares
    Share 464 Tweet 290
  • Pemkab Jepara Sidak Tiga Lokasi Tambang Aduan Masyarakat

    184 shares
    Share 74 Tweet 46
  • Diminati Masyarakat, Bupati Jepara Dorong Wisata CFD Kates di Tigajuru Dikembangkan

    121 shares
    Share 48 Tweet 30
  • Pelaksanaan Vonis Kasus Penendangan Kucing di Blora Diwarnai Dugaan Pungli dari Kejaksaan

    100 shares
    Share 40 Tweet 25
  • Mengenal Mbah Riyan, Ulama Asal Kudus yang Hidup Sederhana dengan Ratusan Karya

    99 shares
    Share 40 Tweet 25
  • Kendal Dapat Bantuan Puluhan Alsintan dari Kementerian Pertanian

    100 shares
    Share 40 Tweet 25
  • Diresmikan Bupati Jepara, Kartu Guru Sejahtera Jangkau Guru PAUD hingga TPQ

    97 shares
    Share 39 Tweet 24
Harian Muria

Harian Muria Merupakan Media Online Tersertifikasi Dewan Pers Dengan Nomer 1287/DP-VERIFIKASI/K/X/2024

Penerbit :
PT. Mediatama Anugrah Pers
SK. Kemenkumham RI Nomor : AHU-0008754.AH.01.01.TAHUN 2023

PILIHAN EDITOR

Luaskan Pemanfaatan Program, BSI Maslahat Luncurkan Give 20k dan Goamal.org

Luaskan Pemanfaatan Program, BSI Maslahat Luncurkan Give 20k dan Goamal.org

27 April 2023
605
ILUSTRASI: Kilat yang muncul saat hujan deras, sebaiknya menghindari lokasi rawan. (Freepik/Harianmuria.com)

Rawan, Hindari Lokasi Ini Saat Berteduh dari Hujan Lebat Disertai Petir

24 September 2022
626

IKUTI SOSMED KAMI

  • Peta Situs
  • Box Redaksi
  • Kerjasama & Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

© 2026 Harian Muria - Portal Berita Muria Raya dan Sekitarnya

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Berita Daerah
    • Blora
    • Demak
    • Grobogan
    • Jepara
    • Kendal
    • Kudus
    • Pati
    • Rembang
    • Semarang
  • Artikel
    • Biografi
    • Kesehatan
    • Kuliner
    • Lifestyle
    • Parenting
    • Silabus & RPP
    • Tips
    • Travelling
  • Box Redaksi
  • Kerjasama & Iklan

© 2026 Harian Muria - Portal Berita Muria Raya dan Sekitarnya