PATI, Harianmuria.com – Pemerintah Desa Kedungbulus, Kecamatan Gembong, Kabupaten Pati mengembangkan perpustakaan desa sebagai ruang belajar dan pusat literasi bagi masyarakat.
Perpustakaan Desa Kedungbulus dilengkapi koleksi seribu buku bermutu, serta menjadi tempat untuk melakukan beragam kegiatan khususnya pengenalan dunia literasi seperti membaca, menulis, serta belajar menghitung bagi anak-anak usia dini.
Masyarakat Desa Kedungbulus tidak memiliki akses khusus terhadap buku bacaan sebelum kehadiran perpustakaan tersebut. Hingga akhirnya pemerintah desa setempat mendapat bantuan seribu buku bermutu dari Perpustakaan Nasional.
Kepala Desa Kedungbulus, Noor Ayu Chandra Juwita, menyampaikan bantuan buku itu menjadi pemicu Pemerintah Desa Kedungbulus untuk mengembangkan perpustakaan agar koleksi buku dapat dimanfaatkan dan dipinjam oleh masyarakat.
“Datangnya seribu buku dari Perpustakaan Nasional membuat saya tergerak bagaimana supaya buku itu bisa diberikan kepada anak-anak. Dengan hadirnya perpustakaan ini saya ingin meningkatkan literasi di desa dengan harapan dapat memberikan dampak yang bagus bagi keluarga, masyarakat,” terangnya, Selasa, 28 Juli 2026.
Dalam proses pengelolaannya, pemerintah desa sempat menghadapi keterbatasan sumber daya manusia. Pengelola perpustakaan pun belajar ke Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Daerah Kabupaten Pati, mulai dari proses pendataan, penginventarisan, pemberian nomor punggung, hingga sistem peminjaman buku.
Perpustakaan Desa Kedungbulus melayani peminjaman dan pengembalian buku, bimbingan belajar membaca, menulis, dan menghitung, serta berbagai kegiatan pelatihan bagi masyarakat.
Koleksi buku juga terus ditambah secara bertahap melalui program hibah dan donasi buku yang melibatkan berbagai kegiatan masyarakat, termasuk kelompok PKK.
Beragam buku tersedia, mulai dari buku untuk anak di bawah usia lima tahun, buku bacaan level satu hingga level tiga, hingga buku untuk anak usia sekolah dasar dan masyarakat dewasa.
Keberadaan perpustakaan ini mendapatkan sambutan besar dari masyarakat karena memudahkan warga dalam mengakses buku-buku berkualitas yang sebelumnya sulit dijangkau.
Alexa dan Hasna sebagai pengunjung mengaku senang dengan hadirnya perpustakaan di desanya. Keduanya menyebut banyak aktivitas yang dilakukan di perpustakaan dari membaca hingga mewarnai.
“Tadi dibacakan buku cerita bersama-sama, terus main sama teman, terus mau pinjam buku,” ujarnya. Jurnalis: Lingkarjateng Group Network
Editor: Ulfa











