BLORA, Harianmuria.com – Program Sekolah Sisan Ngaji (SSN) yang digagas Pemerintah Kabupaten Blora mulai diterapkan secara serius di berbagai sekolah. Salah satunya di SMP Negeri 3 Randublatung yang memperkuat pelaksanaan program tersebut dengan menggandeng ustaz dan ustazah dari luar sekolah sebagai pengajar tambahan.
Kepala SMPN 3 Randublatung, Suwandi mengatakan sekolah telah menjalin kerja sama dengan empat pengajar yang akan memberikan pembelajaran mengaji kepada para siswa. Saat ini, SMPN 3 Randublatung memiliki 402 peserta didik.
“Yang sudah sepakat dan setuju ada 4 pengajar, yang nantinya akan mengajar siswa-siswi kami mengaji,” ujar Suwandi, Senin, 27 Juli 2026.
Menurutnya, program Sekolah Sisan Ngaji sebenarnya telah berjalan dengan memanfaatkan guru-guru yang memiliki kompetensi di bidang keagamaan. Namun, berdasarkan hasil evaluasi, sekolah memandang perlu menghadirkan tenaga pengajar dari luar agar pelaksanaannya lebih optimal.
“Sebelumnya, guru kami yang memiliki kemampuan keagamaan kita maksimalkan untuk bisa mengajar. Namun dari evaluasi, masih kurang mantap, sehingga kita putuskan untuk bekerjasama dengan guru ngaji profesional dari luar,” jelasnya.
Ia menambahkan, pembelajaran mengaji dilaksanakan setiap hari Sabtu selama dua jam, yakni mulai pukul 11.30 hingga 13.30 WIB.
Melalui penguatan program tersebut, pihak sekolah berharap peserta didik tidak hanya memiliki kemampuan akademik, tetapi juga karakter dan akhlak yang baik.
“Ditengah gelombang kemajuan zaman, membentuk karakter siswa sangatlah penting. Budaya barat yang banyak masuk melalui media sosial agar bisa disaring dan tidak diadopsi mentah-mentah, sehingga mereka punya filter jika sudah dibekali oleh ilmu agama,” pungkas Suwandi.
Jurnalis: Hanafi
Editor: Sekar











