BLORA, Harianmuria.com – Siswa Sekolah Dasar Negeri Jetak, Kecamatan Kunduran, Kabupaten Blora numpang belajar di rumah warga lantaran sekolah dalam proses perbaikan.
Kepala SDN Jetak, Ngatmin, menjelaskan pihak sekolah mensterilkan lokasi perbaikan dari aktivitas peserta didik demi keamanan. Pasalnya sebagian besar bangunan sedang dibongkar.
Tak hanya siswa SD, Ngatmin menyebut kegiatan belajar mengajar siswa TK yang berada di lingkungan SD tersebut turut dipindah ke balai desa setempat.
“Selama revitalisasi berlangsung, kegiatan belajar mengajar kami laksanakan di tiga rumah warga. Ini menjadi solusi agar siswa tetap bisa belajar, tanpa menghentikan proses pembelajaran,” terang Ngatmin, Kamis, 23 Juli 2026.
Ngatmin menyampaikan bahwa penggunaan rumah warga merupakan hasil kesepakatan dengan masyarakat yang ada di sekitar sekolah.
“Ketiga rumah ini, Alhamdulillah memenuhi kriteria dan tuan rumah juga mendukung,” katanya.
Meski pembelajaran berlangsung di lokasi sementara, seluruh siswa tetap mengikuti kegiatan belajar sesuai jadwal yang telah disusun sekolah.
Ngatmin mengungkapkan jumlah peserta didik SD Negeri Jetak pada tahun ajaran 2026/2027 mencapai 65 siswa, meningkat dibandingkan tahun-tahun sebelumnya yang berkisar 50 hingga 55 siswa.
Peningkatan tersebut karena ada penambahan siswa baru di kelas I dan kelas V, serta murid pindahan dari Semarang dan Tangerang.
“Alhamdulillah tahun ini jumlah siswa bertambah. Selain siswa baru, ada juga murid pindahan dari Semarang dan Tangerang. Ini menjadi semangat bagi kami untuk terus meningkatkan kualitas layanan pendidikan,” ujarnya.
Ia berharap proses revitalisasi dapat terselesaikan sesuai jadwal sehingga seluruh siswa dapat kembali melaksanakan kegiatan belajar mengajar di gedung sekolah yang lebih nyaman dan fasilitas yang memadai.
Sementara itu, selaku penanggungjawab lapangan pada program revitalisasi SD Negeri Jetak, Suparman menjelaskan terdapat empat fokus pengerjaan, dari ruang kelas hingga kamar mandi atau toilet.
Adapun revitalisasi sekolah ini mendapat anggaran dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah. Rincianny, untuk anggaran rehabilitasi enam ruang kelas yakni Rp742.922.000. Selanjutnya rehabilitasi satu ruang administrasi atau ruang kantor senilai Rp123.973.000.
Kemudian penataan lingkungan sekolah sebesar Rp150 juta, dan rehabilitasi kamar mandi/WC dengan anggaran sekitar Rp19,199 juta.
“Revitalisasi ini difokuskan memperbaiki sarana prasarana dasar sekolah. Sehingga seluruh bangunan dipastikan aman dan nyaman untuk kegiatan belajar mengajar,” ujarnya.
Jurnalis: Eko Wicaksono
Editor: Ulfa










