SEMARANG, Harianmuria.com – Aktivitas truk dump pengangkut material tambang diduga menjadi faktor besar penyebab rusaknya Jalan Kalipancur di wilayah Kecamatan Ngaliyan. Hal ini pun menjadi sorotan DPRD Kota Semarang.
Wakil Ketua Dewan Suharsono meminta Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang segera mengevaluasi aktivitas truk dump tersebut. Pasalnya, lalu lintas kendaraan bertonase besar diduga menjadi penyebab kerusakan ruas jalan tersebut.
Menurut Suharsono, Pemkot harus segera mencari penyebab utama kerusakan jalan. Jika terbukti dipicu oleh aktivitas pengangkutan material dari kawasan galian C, maka pelaku usaha maupun penambang harus dimintai pertanggungjawaban.
“Ini yang harus dicari penyebabnya apa. Ketika penyebabnya adalah adanya peningkatan kegiatan, terutama penambangan, saya kira penambangnya harus diajak bicara,” katanya, Rabu, 22 Juli 2026.
Ia menegaskan, pihak yang memanfaatkan jalan kota untuk aktivitas usahanya tidak boleh lepas tangan ketika menimbulkan dampak berupa jalan berlubang dan bergelombang.
“Kota Semarang sudah menyiapkan anggaran untuk perbaikan jalan. Tetapi ketika ada kegiatan yang berdampak pada berkurangnya fungsi jalan sehingga menjadi berlubang dan bergelombang, Pemerintah Kota Semarang harus memanggil pihak yang melaksanakan kegiatan itu,” tegasnya.
Selain meminta evaluasi terhadap aktivitas truk dump, Suharsono juga mendesak Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kota Semarang bergerak cepat memperbaiki kerusakan jalan agar tidak membahayakan keselamatan pengguna jalan.
“Kami berpesan supaya pemerintah kota, dalam hal ini PU, betul-betul segera mengantisipasi dan menanggulangi jalan-jalan berlubang, jalan rusak, maupun talud yang sudah mengkhawatirkan ambrol. Itu saya kira harus segera ditangani,” tuturnya.
Jurnalis: Syahril Muadz
Editor: Tia











