SEMARANG, Harianmuria.com – Satu orang dilaporkan tewas dalam insiden kebakaran rumah di wilayah Kelurahan Kuningan, Kecamatan Semarang Utara, pada Rabu, 22 Juli 2026 sekitar pukul 14.30 WIB.
Kebakaran melanda sebuah rumah di Jalan Kerapu RT 11 RW 1, Kelurahan Kuningan, Kecamatan Semarang Utara, Rabu (22/7) sekitar pukul 14.30 WIB.
Seorang perempuan berusia 43 tahun ditemukan meninggal dunia di dalam rumah saat proses pemadaman berlangsung.
Menurut keterangan warga, api dengan cepat membesar sehingga warga hanya sempat berupaya mencegah kobaran api merembet ke rumah sekitar sambil menunggu petugas pemadam kebakaran tiba.
Salah seorang saksi, Yani, mengatakan dirinya baru terbangun dari tidur ketika mendengar suara letupan dari arah atap rumah yang terbakar.
“Saya keluar itu apinya sudah besar. Saya enggak mikir apa-apa, langsung cari selang sama ember buat bantu bapak-bapak nyari air,” ujarnya.
Ia mengaku bersama warga berusaha memadamkan api secara manual agar tidak merembet ke rumah di sebelahnya.
“Saya nyiram rumah sebelahnya, takutnya kan nyamber. Warga langsung gotong royong cari ember sama air sambil nunggu Damkar datang,” katanya.
Yani juga mengaku sempat mendengar suara letupan yang terdengar lebih dari sekali sebelum api membesar. Saat itu ia mengetahui masih ada seorang penghuni berada di dalam rumah.
“Yang di dalam ada orang. Saya sudah nggak mikir yang lain, pokoknya cari ember sama selang,” ucapnya.
Sementara itu, Sekretaris Dinas Pemadam Kebakaran Kota Semarang, Ade Bhakti Ariawan, mengatakan pihaknya tiba di lokasi kurang dari lima menit setelah laporan diterima.
“Kami langsung berangkat. Sampai sini kurang dari lima menit, tetapi kondisi rumah sudah terbakar lebih dari separuh,” katanya.
Korban baru diketahui berada di dalam rumah sekitar empat menit setelah proses pemadaman dimulai.
“Saat teman-teman melakukan penyemprotan baru diketahui ada korban di dalam. Korban ditemukan di bagian belakang rumah, dekat sumur. Sepertinya korban berusaha melindungi diri menggunakan sumber air yang ada di lokasi,” jelasnya.
Ade menuturkan rumah yang terbakar dihuni dua kepala keluarga. Dalam kejadian ini, seorang perempuan bernama Susilawati (43) yang diketahui memiliki riwayat gangguan jiwa tidak dalam diselamatkan.
Mengenai penyebab kebakaran, Ade menuturkan masih menunggu hasil inestigasi. Meski tidak dilaporkan terdapat barang berharga di dalam rumah tersebut namun seluruh bangunan beserta isinya hangus terbakar.
“Untuk penyebab kebakaran belum bisa dipastikan. Nanti tim investigasi kebakaran akan melakukan pemeriksaan setelah proses identifikasi selesai,” ujarnya.
Pasca Kejadian, pemerintah akan berkoordinasi dengan dinas terkait untuk memberikan bantuan kepada korban terdampak.
Dalam kesempatan itu, Ade juga mengingatkan masyarakat agar lebih waspada terhadap potensi kebakaran. Hingga 22 Juli 2026, Dinas Pemadam Kebakaran Kota Semarang telah menangani 51 kasus kebakaran.
“Angka kebakaran bulan ini meningkat drastis. Kami mengimbau masyarakat tidak membakar lahan sembarangan dan memastikan instalasi listrik di rumah aman, terutama di kawasan permukiman padat,” tuturnya.
Jurnalis: Syahrul Muadz
Editor: Tia











