REMBANG, Harianmuria.com – Dinas Pertanian dan Pangan (Dintanpan) Kabupaten Rembang mematangkan pembangunan embung irigasi dangkal untuk menghadapi musim kemarau.
Hingga awal Juli 2026, sedikitnya terdapat 21 usulan lokasi embung irigasi dari berbagai kecamatan dengan ukuran beragam.
Kepala Dintanpan Rembang, Agus Iwan Haswanto, mengatakan ada kelompok tani yang mengajukan embung irigasi berukuran besar namun ada pula yang mengusulkan ukuran lebih kecil.
Pada pekan depan, Dintanpan akan mengumpulkan seluruh kelompok tani untuk menyamakan persepsi mengenai ketentuan teknis pelaksanaan program.
“Pemerintah menyiapkan fasilitas pembangunan embung dengan ukuran sekitar 15 sampai 20. Kalau lebih kecil bisa dibuat dua titik, sedangkan kalau lebih besar kelompok tani diharapkan berpartisipasi menambah biaya sewa ekskavator,” ujarnya pada Kamis, 2 Juli 2026.
Menurut Agus, usulan pembangunan embung tersebar di sejumlah wilayah, di antaranya Kecamatan Sumber, Kaliori, Sulang, hingga Rembang Kota.
Setelah seluruh kelompok menyepakati ketentuan teknis, Dintanpan akan segera mengontrak penyedia jasa sewa ekskavator untuk memulai pekerjaan di lapangan.
Ia menargetkan proses pengerjaan sudah dimulai dalam waktu dekat sehingga hasilnya dapat dirasakan petani pada pertengahan hingga akhir Juli 2026.
Pemerintah Kabupaten Rembang mengalokasikan anggaran sebesar Rp250 juta untuk pembangunan embung. Dana tersebut diperkirakan mampu menampung air sekitar 10.000 meter kubik.
Agus menjelaskan kapasitas tersebut jauh lebih efisien dibanding pembangunan embung konvensional. Dengan anggaran sekitar Rp200 juta, embung biasa hanya mampu menampung sekitar 1.500 meter kubik air. Sementara melalui metode yang diterapkan saat ini, volume tampungan bisa mencapai hampir tujuh kali lipat.
Meski pendataan usulan telah berjalan, Dintanpan masih membuka peluang pergantian lokasi apabila terdapat kelompok tani yang tidak siap memenuhi ketentuan teknis.
“Kalau nanti ada kelompok yang tidak siap sehingga programnya tidak bisa dijalankan, maka akan kami alihkan kepada kelompok tani lain yang siap melaksanakan,” pungkasnya.
Jurnalis: Vicky Rio
Editor: Ulfa











